news.detik

0 komentar

news.detik


Juanmi Gantikan Costa di Timnas Spanyol

Posted: 23 Mar 2015 11:36 AM PDT

Madrid - Cedera yang dialami Diego Costa jadi berkah besar untuk Juanmi. Untuk kali pertama sepanjang kariernya, pemain depan asal Malaga itu dipanggil masuk tim nasional Spanyol.

Costa mengalami cedera saat memperkuat Chelsea menghadapi Hull City dalam lanjutan Premier League akhir pekan kemarin. Cedera tersebut membuat striker berdarah Brasil itu tidak bisa mempetkuat Spanyol menghadapi Ukraina dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2016 di Jumat ini (27/3) dan duel persahatan dengan Belanda pada awal pekan depan (31/3).

"Costa akan menjalani tes pada Senin di London dan hasilnya akan diketahui juga oleh staff medis timnas Spanyol demi melakukan evaluasi," demikian pernyataan Asosiasi Sepakbola Spanyol di Reuters.

Sebagai pengganti Costa, pelatih Vicente del Bosque membuat kejutan dengan memanggil Juanmi. Berumur 21 tahun, Juanmi selama ini baru memperkuat Spanyol di level junior.

Penampilannya oke bersama Malaga membuat pintu timnas senior terbuka. Pemain kelahiran 1993 itu sudah membuat tujuh gol dalam 24 laga di La Liga musim ini, termasuk satu gol yang mengantar timnya mengalahkan Barcelona 1-0 di bulan lalu.

"Ini kehormatan besar berada di antara pemain terbaik Spanyol, yang sudah memberi kami sangat banyak. Saya akan menikmati pengalaman ini dan mencoba untuk bisa dipilih pelatih," sahut Juanmi di situs resmi Malaga.

Tergabung di Grup C, Spanyol saat ini duduk di posisi dua klasemen Kualifikasi Piala Eropa 2016. Dari empat pertandingan yang sudah dijalani, La Furia Roja mengumpulkan sembilan angka, tertinggal tiga di belakang Slovakia yang sementara jadi pemuncak klasemen.

(din/fem)

Rapat Presidium Dadakan di Kediaman Djan Faridz, Fadli Zon: KMP Solid

Posted: 23 Mar 2015 11:31 AM PDT

Selasa, 24/03/2015 01:31 WIB

Rapat Presidium Dadakan di Kediaman Djan Faridz, Fadli Zon: KMP Solid

Jakarta - Koalisi Merah Putih (KMP) menggelar rapat presidium dadakan di kediaman Ketum PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz. Salah satu poin utama yang dibahas adalah keputusan Menkum HAM Yasonna Laoly yang mengesahkan kepengurusan Golkar kubu Agung Laksono.

SK Menkum HAM tersebut baru keluar siang tadi. Tak terima dengan SK itu, Aburizal Bakrie (Ical) langsung mendatangi Fraksi Golkar di DPR. Konsolidasi dilanjutkan dengan menggelar rapat presidium KMP.

"Pembicaraan tadi menunjukkan bahwa KMP solid. Kita melihat keputusan Menkum HAM jelas merupakan bentuk abuse of power," kata Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon di kediaman Djan Faridz, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/3/2015).

Dari rapat tersebut, dihasilkan keputusan bahwa KMP akan mengkaji lebih dalam SK Menkun HAM. Termasuk soal hak angket dan Perppu juga dibahas dalam rapat konsolidasi ini.

"Kita dukung Golkar di bawah Ical dan Idrus Marham," tegasnya.

Rapat ini dihadiri sejumlah petinggi KMP, di antaranya Ketum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pertimbangan PAN Amien Rais, Ketum PPP Djan Faridz, serta Suryadharma Ali. Namun mereka enggan memberikan komentar.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(kff/ahy)



Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Kesempatan Neymar Mengulang Sejarah Final Piala Dunia 1998

Posted: 23 Mar 2015 11:20 AM PDT

Paris - Neymar masih bocah saat Brasil kalah telak atas Prancis di final Piala Dunia 1998. Tengah pekan ini di tempat yang sama, Neymar bisa merasakan ulangan laga tersebut saat kedua tim berduel untuk laga persahabatan.

Brasil dan Prancis akan saling berhadapan dalam laga persahabatan di Stade de France pada 26 Maret mendatang. Laga tersebut akan menjadi ulangan final Piala Dunia 1998, yang juga dihelat di stadion yang sama.

Tujuhbelas tahun lalu Neymar baru berusia enam tahun. Namun kesedihan yang dirasakan dari kekalahan 0-3 yang didapat Samba disebut Neymar masih tergambar jelas sampai saat ini.

"Saya masih ingat betapa terasa janggalnya jalan-jalan di daerah pemukiman saat melintasi usai pertandingan itu dan tentu saja dengan tiga gol yang dibuat Prancis. Kami semua berduka di rumah setelah pertandingan. Namun duka itu cuma bertahan beberapa menit karena saya langsung kembali bermain bola bersama teman," sahut Neymar di AS.

Zinedine Zidane jadi bintang kemenangan Prancis saat itu dengan dua gol yang dibuatnya, sementara satu gol lainnya dilesakkan Emmanuel Petit. Itu menjadi trofi Piala Dunia yang pertama untuk Prancis.

"Pertandingan seperti inilah yang saya sukai, dua tim nasional yang kuat, di stadion yang hebat dan menjalani laga away jauh dari rumah. Ini jadi pertandingan penting buat kami. Kesempatan untuk mentehaui bagian mana yang harus kami perbaiki. Itu akan menjadi laga yang sulit dan tes penting buat kami,"lanjut dia.

(din/fem)

Setelah Piala Dunia 2018, Loew Ingin Melatih di La Liga

Posted: 23 Mar 2015 11:15 AM PDT

Jakarta - Pelatih tim nasional Jerman Joachim Loew sudah punya rencana setelah menuntaskan kontraknya di tahun 2018 nanti. Dia ingin melatih salah satu klub di La Liga.

Loew yang sukses mengantar Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 lalu itu belum lama ini memperpanjang kontraknya. Dia akan menangani Die Mannschaft sampai tahun 2018 atau hingga gelaran Piala Dunia di Rusia.

Setelah kontraknya habis nanti, Loew berencana untuk melanjutkan karier melatihnya di Spanyol. Dia menilai La Liga sebagai liga yang menarik dan punya filosofi yang sama dengan dirinya.

"Setelah Piala Dunia 2018 di Rusia, saya ingin melatih di Spanyol," ujar Loew dalam wawancara dengan stasiun televisi Jerman, ZDF, seperti dikutip AS.

"Itu adalah liga yang sejalan dengan filosofi saya soal pertandingan, menyerang dan teknik, itulah mengapa saya melihatnya sebagai liga domestik yang menarik," imbuhnya.

Loew sudah punya karier yang panjang sebagai pelatih. Pria yang kini berusia 55 tahun itu memulai karier kepelatihannya pada 1994 di tim muda FC Winterthur, sebuah klub di Swiss.

Spanyol memang menjadi salah satu negara di mana Loew belum pernah melatih. Selain Swiss, Loew tercatat pernah menjadi pelatih di Turki, Austria, dan Jerman.

(nds/fem)

Kecewa Kekalahan Madrid, Fans Serang Mobil Bale

Posted: 23 Mar 2015 11:10 AM PDT

Jakarta - Kekalahan Real Madrid dari Barcelona berbuntut kepada kekecewaan suporter. Dua orang suporter menyerang mobil Gareth Bale dan sejumlah pemain lain.

Madrid memetik kekalahan 1-2 dari Barca dalam laga yang bergulir di Camp Nou dalam lanjutan La Liga Primera pada 23 Maret. Hasil negatif itu membuat Los Blancos berjarak empat poin dari Barca.

Kekalahan itu memantik reaksi negatif fans. Mobil yang biasa dikendarai Bale diserang dua suporter yang menunggu di gerbang Valdebebas. Kabarnya Jese dan Sergio Ramos juga menjadi target serangan suporter.

Koran terbitan Madrid juga memberikan kritikan keras kepada Bale. AS dan Marca memberikan nilai rendah kepada penampilan Bale.

"Tak seharusnya Presiden Florentino Perez membayar 100 juta euro kepada seseorang yang mempunyai harga 20 juta euro." Begitulah penilaian Marca dan dikutip Daily Mail.

Sepanjang laga itu, Bale memang tak banyak berkontribusi. Dia hanya membuat satu peluang tapi gagal. Whoscored juga mencatat akurasi umpan Bale cuma 57,2 dengan cuma membuat 40 sentuhan bola.

Serangan itu seolah menjadi puncak kritikan fans kepada Bale. Sepanjang musim ini, Bale memang tampil naik turun. Pemain internasional Wales itu sempat tak membuat gol. Tapi, kemudian Bale membungkam kritik dengan membuat dua gol saat Madrid menghadapi Levante.

(fem/nds)

Kodam Iskandar Muda Cek Kabar 2 Intel Kodim Diculik Kelompok Bersenjata

Posted: 23 Mar 2015 10:56 AM PDT

Selasa, 24/03/2015 00:56 WIB

Jakarta - Dua anggota intelijen Komando Distrik Militer (Kodim) 0103 Aceh Utara diduga diculik sekelompok orang bersenjata di Desa Alumbang, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Keduanya diculik tak jauh dari rumah Kepala Mukim setempat.

Informasi dihimpun, kedua anggota intel Kodim Aceh Utara yang diduga diculik adalah Sersan Satu Indra dan Sersan Dua Hendri. Keduanya baru saja pulang bersilaturrahmi dari rumah Kepala Mukim setempat.

Saat hendak meninggalkan rumah kepala mukim, kedua aparat berpakaian preman ini didatangi oleh sekolompok orang bersenjata. Keduanya kemudian dibawa ke arah Desa Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur. Penculikan itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB sore tadi.

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Letkol Inf Machfud, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi soal penculikan tersebut. Tapi hingga kini belum dapat dipastikan informasi yang beredar.

"Informasinya begitu tapi sampai saat ini belum jelas pastinya. Kita masih mengecek apakah benar anggota kita yang diculik atau masyarakat," kata Machfud saat dihubungi detikcom, Senin (23/3/2015) malam.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/ahy)



Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com



Posting Komentar