news.detik |
- Ketua Komisi I: Posisi Wakil Panglima TNI Mubazir
- Toyota: Kalau Enggak Ada Rush, Segmen Medium SUV Enggak Ramai
- Setelah Sarpin Effect, ICW Khawatir Muncul Timur Effect
- Menteri ESDM: Di Jakarta Saja Masih Ada Sekolah Tidak Ada Listriknya
- Kena Razia Saat Kendarai Motor Curian di Bekasi, Jaenal Panik Nyebur ke Got
- Bisakah Kubu Ical Laporkan Menkum HAM ke KPK?
| Ketua Komisi I: Posisi Wakil Panglima TNI Mubazir Posted: 20 Mar 2015 02:30 AM PDT
Lantas, apa tanggapan Ketua Komisi I DPR yang membidangi pertahanan Mahfudz Siddiq? "Begini saya melihatnya reorganisasi TNI ini harus dilihat dulu aspeknya. Pendapat saya TNI saat ini sudah memadai," kata Mahfudz saat dikonfirmasi, Jumat (20/3/2015). Dia menjelaskan bahwa struktur TNI sudah memadai dan belum memerlukan posisi Wakil Panglima TNI. Pasalnya, ada sejumlah posisi yang membantu Panglima TNI seperti staf ahli, asisten perencanaan, hingga kepala di setiap angkatan. Justru, dengan kemunculan posisi Wakil Panglima TNI ini dinilai mubazir dan dikhawatirkan menimbulkan kewenangan berlebihan. "Ada, asisten personel, panglima TNI juga sudah punya staf ahli. Setiap angkatan juga punya kepala staf serta asisten. Kalau saya lihat pos wakil panglima TNI ini mubazir dan berpotensi overlapping kewenangan," sebutnya. Disinggung kemungkinan posisi Wakil Panglima TNI memunculkan matahari kembar di tubuh TNI, ia enggan berspekulasi. Tapi, persoalan ini malah jadi pertanyaan ketika posisi Wakil Panglima TNI sebelumnya sudah dihapus kini dimunculkan kembali. "Saya belum berkomentar soal matahari kembar. Tapi, itu berpotensi mubazir dan tumpang tindih kewenangan. Jadi lucu, ada pos wakil panglima dihapuskan dengan alasan efisiensi sebelumnya, tapi ini malah kembali diadakan," tutur politisi PKS itu. Lanjutnya, Komisi I berencana meminta penjelasan Panglima TNI saat rapat kerja di masa sidang ketiga. Saat pembahasan Reorganisasi TNI, ia mengaku kalau Komisi I tidak mengetahui. "Kami juga di DPR belum tahu apa-apa, dan tidak diminta penjelasan. Dalam raker masa sidang depan, itu akan menjadi salah satu agenda pembahasan," sebutnya. Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB (hat/erd) Baca Juga Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| Toyota: Kalau Enggak Ada Rush, Segmen Medium SUV Enggak Ramai Posted: 20 Mar 2015 02:29 AM PDT Jakarta -Segmen Sport Utility Vehicle (SUV) medium di pasar otomotif nasional setiap tahunnya kian bergairah. Bahkan, Toyota mengklaim, pasar di segmen ini tumbuh setelah Rush hadir di jalanan Indonesia. Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM) Suparno Djasmin menjelaskan, kehadiran Rush mampu mendorong segmen pasar SUV medium berkembang dan bahkan memberi peluang bagi APM (Agen Pemegang Merek) lain untuk ikut menikmati ceruk pasar ini. "Rush selalu menjadi leader di segmennya dengan market share yang selalu tembus 45-48 persen dan terakhir di 2014 lalu mencapai 53 hampir 54 persen. Selama 9 tahun, Rush sudah terjual kurang lebih dari 186 ribu unit. Makanya tidak salah jika disebut sebagai SUV medium paling sukses di Indonesia," beber Suparno Djasmin dalam peluncuran New Rush di Emperica Lounge, SCBD, Jakarta, Jumat (20/3/2015). Data yang dirilis oleh Toyota, sebelum kehadiran Rush, total penjualan di segmen ini hanya berkisar 3.000-an unit per tahunnya. Tapi setelah adanya Rush penjualan di segmen ini langsung melonjak menjadi 30.000 unit per tahun. Itu terjadi pada tahun 2007 dengan market share Rush mencapai sekitar 46 persen. Pada tahun 2014 lalu, total penjualan MPV medium tercatat 55.293 unit dengan market share Rush 53,5 persen atau 29.609 unit. "Dengan hadirnya New Rush, mobil ini akan lebih menarik perhatian konsumen. Tidak saja desainnya yang sporty, fitur yang lebih lengkap akan memberikan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik kepada pelanggannya," ujarnya. Sementara itu, Direktur Marketing TAM Rahmat Samulo menambahkan, Rush ini mampu mengambil market share setengah dari market medium SUV di Indonesia. "Semua ini terbukti market sharenya mencapai 50 persen di tahun lalu, itu buktinya Rush bisa diterima oleh masyarakat Indonesia," tambah Samulo di tempat yang sama. (ady/ddn) |
| Setelah Sarpin Effect, ICW Khawatir Muncul Timur Effect Posted: 20 Mar 2015 02:28 AM PDT
Timur yang dimaksud adalah hakim agung Timur Manurung. Pertemuan Timur dengan Cahyadi diakui oleh kuasa hukum Cahyadi Kumala. Adapun Ketua MA membenarkan pertemuan itu, tetapi sebelum Cahyadi menjadi tersangka. Pertemuan ini diduga kuat oleh KY melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim. "Kalau tidak ada tindakan dari Ketua Mahkamah Agung (MA) terhadap kasus ini, dikhawatirkan hakim lain akan melakukan hal yang sama," kata Koordinator ICW bidang Hukum dan Monitoring Peradilan Emerson Yuntho di gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2015). "Toh hakim di pengadilan tingkat pertama dan tinggi akan jadikan kasus Pak Timur Manurung sebagai preseden, 'hakim agung saja boleh'. Ini akan jadi Timur Effect," tambahnya. Oleh karena itu, Emerson berharap Ketua MA Prof Dr Hatta Ali mengambil sikap tegas, salah satunya seperti membentuk tim internal memeriksa pertemuan Timur dengan pengacara dan Cahyadi Kumala. Tim internal itu dibentuk karena Timur adalah Ketua Muda MA bidang Pengawasan. "Kalau tidak bisa mengambil sikap Sarpin Effect dan Timur Effect ini bisa jadi tidak baik untuk pengadilan. Menjadikan pengadilan sebagai upaya bebas dari korupsi (Sarpin Effect), awal tersangka jadi tidak tersangka. Kalau Timur Effect itu jadi acuan untuk bertemu pengacara atau tersangka yang terindikasi korupsi," ujar Emerson. "Menurut saya, paling tidak, ada tim internal untuk memeriksa Tuadawas, katakan kalau tidak ada masalah, kalau ada ya katakan secara fair," tambahnya. Emerson berharap hakim agung lainnya tetap memberikan contoh yang baik untuk para hakim lainnya di Indonesia. Sementara ia menilai tim investigasi dari Komisi Yudisial (KY) terhadap Timur harus dibarengi dengan tim internal yang dibentuk Ketua MA. "Betul, dia tidak pegang perkara, tapi hakim agung punya pengaruh di tingkat pertama dan banding. Dia harus bisa menjaga sikap, hakim tidak boleh bertemu pihak berperkara," pungkas Emerson. Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB (vid/asp) Baca Juga Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| Menteri ESDM: Di Jakarta Saja Masih Ada Sekolah Tidak Ada Listriknya Posted: 20 Mar 2015 02:27 AM PDT Jakarta -Menteri ESDM Sudirman Said bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan membentuk tim taskforce (gugus tugas). Tujuannya, melakukan langkah percepatan mengalirkan listrik untuk 17.520 sekolah di Indonesia. "Mayoritas sekolah yang belum dapat listrik itu daerah remote area, di pelosok. Tapi ada juga sekolah di sekitar DKI Jakarta tidak ada listriknya," ujar Sudirman usai pertemuan dengan Anies di Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/3/2015). Tapi, kata Sudirman, sebagian besar sekolah yang belum mendapatkan listrik lokasinya di daerah terpencil, sehingga akses infrastruktur listrik masih terbatas. "Kita akan gandeng perusahaan-perusahaan minyak dan gas serta tambang mineral batu bara, untuk ikut membantu menyediakan listrik sekolah yang belum ada listriknya. Karena lokasi usahanya ada di remote area," katanya. Anies Baswedan menambahkan, 17.520 sekolah itu adalah dari 200.000 sekolah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di seluruh Indonesia. "Kami punya datanya lengkap, lokasinya di mana, kepala sekolahnya siapa, selama ini listriknya pakai apa, apakah dari genset (mesin diesel), dari solar (matahari) dan lainnya, semuanya lengkap," ucap Anies. Dari data tersebut, di Papua ada 55% sekolah yang belum mendapat listrik, Papua Barat 66%, Nusa Tenggara Timur (NTT) 70%, dan Kalimantan Barat 71%.Next (rrd/dnl)Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com |
| Kena Razia Saat Kendarai Motor Curian di Bekasi, Jaenal Panik Nyebur ke Got Posted: 20 Mar 2015 02:22 AM PDT Jakarta - Saat asyik mengendarai motor, Jaenal alias Uban tiba-tiba dihadang razia polisi di Teluk Pucung, Bekasi Utara. Pria yang rupanya mengendarai motor curian itu tancap gas menghindari kejaran polisi. Saat posisi terjepit, ia akhirnya nekat nyebur ke got. Byuuur! Peristiwa itu berawal saat petugas Polres Bekasi Kota dan Polsek Bekasi Utara menggelar Operasi Cipta Kondisi pada Jumat (20/3/2015) dini hari pukul 02.00 WIB. Operasi digelar tepatnya di depan Giant Teluk Pucung, Bekasi Utara. Petugas menghentikan setiap pengendara yang melintasi lokasi, dan melakukan pemeriksaan terhadap barang-barangnya. "Kemudian pelaku melintas dengan mengendarai motor Honda Beat. Petugas kemudian menghentikannya untuk melakukan pemeriksaan," ujar Kasubag Humas Polres Bekasi Kota, Ajun Komisaris Siswo, kepada detikcom, Jumat (20/3/2015). Saat hendak dilakukan pemeriksaan, warga Lagoa, Cilincing, Jakarta Utara itu panik. Ia pun mencoba menghindari petugas dan menancap gas motornya yang bernopol B 3558 TSQ itu. Melihat kepanikan pelaku, petugas kemudian mencoba mengejarnya. Pelaku yang sudah mentok itu pun melompat hingga terjerembab ke dalam gorong-gorong saluran air di depan Giant itu. "Namun anggota mengamankan pelaku. Pelaku basah kuyup karena nyebur ke got," ungkapnya. Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan surat-surat motor berwarna orange yang dikemudikan pelaku saat itu. Pelaku pun saat itu tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraannya. "Ternyata motor yang dikendarai pelaku adalah hasil curian," imbuhnya. Semakin mencurigakan, petugas kemudian menggeledah pelaku. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sebuah kunci letter T dalam saku kantong celananya yang semakin menguatkan dugaan jika ia adalah seorang pelaku. Petugas kemudian mengamankan pelaku berikut barang bukti motor Honda Beat beserta kunci letter T ke Polsek Bekasi Utara untuk penyidikan lebih lanjut. Saat ini Polsek Bekasi Utara masih mendalami TKP pelaku yang dicurigai sebagai pelaku curanmor tersebut. Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB (mei/aan) Baca Juga Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| Bisakah Kubu Ical Laporkan Menkum HAM ke KPK? Posted: 20 Mar 2015 02:19 AM PDT Jumat, 20/03/2015 16:14 WIB
"Tindak pidana korupsi itu kan ada beberapa unsur yang harus dipenuhi," kata Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki memaparkan kategori laporan yang bisa diproses KPK kepada detikcom, Jumat (20/3/2015). Ruki lantas memaparkan unsur-unsur yang harus dipenuhi, agar KPK dapat memproses laporan yang masuk. Antara lain apakah ada tindak pidana korupsi, merugikan negara atau tidak, juga apakah memperkaya diri sendiri, atau menguntungkan orang lain. "Kalau faktor itu tidak terpenuhi ya tidak bisa," kata Ruki. Sementara itu Wakil Ketua KPK Zulkarnain menuturkan bahwa masyarakat dipersilakan melaporkan, namun diproses atau tidak laporan itu tergantung KPK. "Kalau sudut pandangnya korupsi ya harus memenuhi unsur. Kalau sudut pandangnya selera ya boleh-boleh saja (melaporkan)," kata Zulkarnain sembari tersenyum. Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB (van/nrl) Baca Juga Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| You are subscribed to email updates from news.detik To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Posting Komentar