Inilah.com - Terkini |
- Ratusan Ribu Ogoh-ogoh Diarak di Pulau Bali
- Berkhidmat Demi Kemaslahatan Hidup
- BIN: Atasi ISIS Perlu Libatkan Ormas
- "Juventus Tidak Senang Bertemu AS Monaco"
- 2015, Belanja Modal Adhi Karya Rp837,2 Miliar
| Ratusan Ribu Ogoh-ogoh Diarak di Pulau Bali Posted: 20 Mar 2015 10:20 AM PDT INILAHCOM, Denpasar- Menjelang hari raya Nyepi atau malam pengerupukan bagi umat Hindu, ratusan ribu ogoh-ogoh atau patung yang terbuat dari perpaduan kayu, bambu dan kertas yang dirangkai berbagai bentuk, Jumat (20/3/2015) diarak menglilingi masing-masing banjar dan desa di Pulau Bali. Ogoh-ogoh yang diarak berkeliling oleh warga desa di Bali memiliki berbagai macam bentuk dan rupa tergantung keinginan warga setempat. Ogoh-ogoh umumnya berbentuk maklum menyeramkan seperti raksasa maupun tokoh pewayangan. Tokoh adat Kuta, Dewa Gede Mayun mengatakan ogoh-ogoh merupakan cerminan dari sifat jelek dan roh jahat. Diaraknya, ogoh-ogoh ke jalan disetiap banjar atau desa di Bali untuk memberitahukan kalau ogoh-ogoh mencerminkan sifat buruk atau roh jahat. "Ogoh-ogoh merupakan simbol atau sifat-sifat jelek, seperti, amarah, dengki, sombong, iri hati, asusila dan lain sebagainya," ujar Penglingsir Puri Satria Dalem Kaleran Kuta saat ditemui INILAHCOM, Jumat malam (20/3/2015). Lebih jauh Kelian Adat Banjar Tegal Kuta ini mengakui jika bentuk kreasi ogoh-ogoh di Bali biasanya melambangkan 'butakala' atau lambang kekuatan jahat. "Namun terkadang ada juga ogoh-ogoh berbentuk tokoh tertentu atau bentuk khusus yang bermaksud sindiran sosial atau sekedar lucu-lucuan yang bermaksud menghibur warga," pungkasnya.[jat] |
| Berkhidmat Demi Kemaslahatan Hidup Posted: 20 Mar 2015 10:09 AM PDT MENGANGGAP cukup warisan pemikiran masa lalu dan mengikutinya apa adanya tanpa ada tafsiran atau sentuhan baru yang berdialog dengan konteks kekinian dan kedisinian bisa jadi diatasnamakan menghormati tradisi lampau tapi juga bisa jadi realitanya adalah potret kemalasan dan kejumudan diri. Ibnu Khaldun menyatakan dalam bahasa yang lebih keras: "Mengikuti pendapat orang terdahulu tanpa memahami alasan dan konteksnya bukanlah bermakna bahwa orang-orang yang telah mati itu masih hidup melainkan orang-orang yang masih hidup ini sesungguhnya yang telah mati." Jangan emosional membaca statemen itu. Statemen Ibnu Khaldun ini sesungguhnya adalah motivasi agar setiap generasi itu berfikir kreatif dan inovatif yang dengannya peradaban akan semakin tumbuh dan berkembang menuju puncak nilai sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini tidak berarti prinsip dasar dan nilai universal harus berubah. Prinsip dasar dan nilai universal itu tetap dan bersifat abadi, namun format, bentuk atau model aplikasinya bisa jadi berubah dan berkembang. Dengan pola pemikiran seperti inilah perkembangan sains dan teknologi menemukan justifikasi untuk terus berkhidmat demi kemaslahatan hidup. Umat Islam Indonesia membutuhkan cendekiawan-cendekiawan progresif semacam ini untuk mengawal nuansa kehidupan Islami yang moderat, damai dan mendamaikan untuk semuanya. Salam, AIM, Pengasuh pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*] |
| BIN: Atasi ISIS Perlu Libatkan Ormas Posted: 20 Mar 2015 10:05 AM PDT INILAHCOM, Jakarta - Mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali mengatakan mengatasi pengaruh kelompok radikal ISIS tidak bisa hanya dilakukan pemerintah dan aparat keamanan tapi harus melibatkan ormas Islam seperti Nahdlatul Utama dan Muhammadiyah. "Melibatkan ormas Islam dalam mengatasi pengaruh ISIS merupakan langkah bijaksana untuk memoderasi pandangan-pandangan yang telanjur ekstrem dengan membentengi lingkungan internal masyarakat," kata As'ad Said Ali, di Jakarta, Jumat (20/3/2015). Menurut As'ad, pemerintah perlu mengajak ormas-ormas Islam untuk memikirkan konsep toleransi yang dapat memelihara toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. As'ad yang meluncurkan buku "Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi, dan Sepak Terjangnya" pada Desember 2014 mengungkapkan, ISIS yang kini tengah menjadi isu global merupakan kelanjutan dari organisasi garis keras Al-Qaeda. "Aksi mereka pada dasarnya adalah bentuk perlawanan global kelompok radikal Islam terhadap ketidak-adilan dunia," katanya. Ia menjelaskan, isu yang digemakan ISIS mampu menarik perhatian anak-anak muda secara cepat dan mendunia, terkait dengan ketidakadilan di Palestina, kesenjangan sosial-ekonomi di negara-negara muslim, dan ekspansi budaya Barat yang dianggap merusak nilai-nilai Islam seperti hedonisme dan materialisme. Menurut dia, para pemimpin dunia Islam dianggap tidak berdaya dan tunduk pada kemauan Barat. As'ad yang juga Wakil Ketua Umum PBNU mengingatkan, pengaruh faham Al Qaeda dan ISIS yang saat ini sudah menjalar, harus terus diwaspadai dan diantisipasi. "Beberapa faham yang dikembangkan juga perlu diluruskan terutama tentang faham khilafah Islamiyah, jihad, dan pengkafiran," katanya.[tar] |
| "Juventus Tidak Senang Bertemu AS Monaco" Posted: 20 Mar 2015 10:02 AM PDT INILAHCOM, Turin - Juventus bakal berhadapan dengan tim kuda hitam, AS Monaco, di perempatfinal Liga Champions Eropa. Gelandang serang I Bianconeri, Arturo Vidal, menyebut peluang keduanya sama besar. Juventus lolos ke delapan besar berkat kemenagan agregat 5-1 dari Borussia Dortmund. Diatas kertas, Si Nyonya Tua memang lebih diunggulkan ketimbang Monaco yang punya koefisien lebih rendah dari I Bianconeri. Namun demikian, Vidal menganggap tim asal Prancis tersebut bisa menjadi batu sandungan, apalagi skuad asuhan Leonardo Jardim berhasil menundukkan salah satu wakil Inggris Arsenal. "Kami sedang berada di ruang ganti saat kami mendengar kami melawan AS Monaco," kata pemain 30 tahun itu seperti dikutip Sky. "Apakah kami senang? Tidak, mereka adalah lawan yang sulit. Saya pikir peluangnya berimbang 50:50 dan kami harus fokus dan mencoba melangkah (ke babak selanjutnya)," lanjutnya. Bagi Juventus ini adalah kali pertama mereka melaju ke babak perempatfinal dalam tiga musim terakhir. Bagi Monaco, ini jadi perempatfinal pertama mereka sejak 11 tahun silam saat mereka dikalahkan FC Porto di final. Sumber: Football-Italia |
| 2015, Belanja Modal Adhi Karya Rp837,2 Miliar Posted: 20 Mar 2015 10:01 AM PDT INILAHCOM, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk merencanakan Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal sebayak Rp837,2 miliar pada 2015. Direktur Utama Adhi, Kiswodarmawan mengatakan alokasi Caex pengembangan bisnis. "Sumber dana Capex berasal dari sisa dana penerbitan obligasi yang lalu dan kredit perbankan serta kas internal," ujar Kiswodarmawan di Jakarta, Jumat (20/3/2015). Untuk alokasi Capex misal properti realti hotel Rp566,1 miliar, penyertaan proyek investasi sebesar Rp202,8 miliar dan pembelian aset tetap sebesar Rp68,387 miliar. Sementara itu, lanjut Kiswodarmawan akan merencanakan laba bersih 2015 sebesar Rp440,1 miliar. "Dari total perolehan laba bersih yang direncanakan anak perusahaan dominan memberikan kontribusi PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Persada Realti sebesaaer 66,6 persen melalui pengembangan bisnis properti realti," katanya. Selain itu, Adhi akan membidik perolehan kontrak baru sepanjang tahun ini sebesar Rp15,2 triliun. Lini bisnis jasa kontruksi senilai Rp12,5 triliun, bisnis EPC Rp460,1 miliar, properti realti Rp1,7 triliun. "Berikutnya lini bisnis manufaktur precast Rp479,6 miliar. Dengan total pendapatan Rp13,2 triliun," katanya. [jin] |
| You are subscribed to email updates from Inilah.com - Terkini To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Posting Komentar