news.detik |
- Angry Birds Tak Lagi Terbang Tinggi
- Veteran Tentara Amerika Didakwa Membantu ISIS
- Indah dan Romantis! Ini Teaser Trailer Film 'LDR' Al Ghazali
- Tak Dapat Nasi Bungkus, Pendemo Menteri Yasonna Kesal Cuma Dibayar Rp 25 Ribu
- Ada BBG Jenis CNG dan LGV, Pemerintah Fokus ke Mana?
- Honda Civic Type R Model Baru
| Angry Birds Tak Lagi Terbang Tinggi Posted: 19 Mar 2015 02:25 AM PDT Jakarta - Game Angry Birds sempat sangat populer di perangkat mobile dan memuncaki peringkat atas di toko aplikasi. Sekarang tidak lagi, Angry Bird tampaknya tak terlalu diminati, baik game maupun aksesorisnya. Buktinya, keuntungan perusahaan pembuatnya, Rovio, turun drastis. Dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (19/3/2015), keuntungan operasional Rovio yang berbasis di Finlandia ini anjlok 73% pada tahun 2014 dibanding tahun sebelumnya. Salah satu penyebab adalah anjloknya bisnis lisensi seiring turunnya pamor Angry Birds. Keuntungan Rovio di 2014 tinggal 10 juta euro. Padahal di tahun 2013 masih sebesar 36,5 juta euro dan pada masa jayanya di tahun 2012 mencapai 76,8 juta euro. Adapun penjualan total menurun 9% ke angka 158,3 juta euro. Pendapatan dari game mobile sebenarnya meningkat 16% menjadi 110,7 juta euro, dibantu munculnya game baru seperti Jolly Jam dan Angry Birds Stella Pop!. Tapi itu tak cukup mengerem anjloknya profit. "Penjualan produk konsumer tidak seperti harapan kami dan tentu saja kami tidak puas dengan hasil dari bisnis lisensi," kata Chief Executive Rovio, Pekka Rantala. Rovio memang berambisi membuat brand Angry Birds meraksasa tidak hanya di dunia game. Mereka telah membuat berbagai aksesoris, serial televisi sampai taman bermain. Sedangkan film animasinya direncanakan rilis pada tahun 2016. Ambisi tersebut masih belum tercapai sesuai harapan. Menurunnya bisnis bahkan membuat Rovio melakukan PHK pada 110 karyawan tahun lalu. Namun Rantala tetap menyatakan optimisme terhadap masa depan brand Angry Birds. |
| Veteran Tentara Amerika Didakwa Membantu ISIS Posted: 19 Mar 2015 02:24 AM PDT Bahas e-Budgeting, Ahok: Kalau DPRD Mau Password, Kita Kasih TahuGubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku tak keberatan berbagi password sistem e-Budgeting dengan mitra kerjanya, DPRD DKI Jakarta. Tapi Basuki mengancam akan menindak tegas siapapun.... |
| Indah dan Romantis! Ini Teaser Trailer Film 'LDR' Al Ghazali Posted: 19 Mar 2015 02:23 AM PDT Jakarta - Setelah melakukan pengambilan gambar di Italia Januari lalu, film 'LDR' akhirnya rampung diproduksi. Berikut teaser trailer yang memiliki pemandangan indah dan nuansa romantis dalam kisah percintaan anak muda! Teaser trailer dibuka dengan pemandangan bukit di Verona. Seorang gadis berdiri di beranda Juliet's House seraya bergumam menantikan Romeonya. Gadis cantik tersebut dibintangi Mentari De Marelle. "Aku yakin Romeo untukku masih ada di luar sana, dan dia sedang menungguku untuk melihatnya," kata gadis tersebut. Gambar langsung menyorot karakter Ahmad Al Ghazali yang tengah menengok ke atas, dan lagu 'Bunga Terakhir' Romeo mengalun dalam aransemen Ahmad Dhani. Selanjutnya pemandangan memanjakan mata silih berganti sepanjang adegan. Mulai dari pegunungan es, suasana romantis Venesia serta tempat-tempat yang menjadi ikon Italia. Baca Juga: Film 'LDR' Al Ghazali Sambangi Rumah Juliet di Verona Dari trailer nampak karakter Al Ghazali akan menghadapi hubungan jarak jauh dengan Mentari. Sementara itu, Verrel Bramasta hadir di antara mereka. Film 'LDR' yang diproduksi Maxima Pictures itu memberikan penampilan yang cukup berbeda pada karakter Al. Jika sebelumnya ia tampil klimis dan kaku, dalam film 'LDR' Al nampak memiliki kepribadian yang lebih santai namun tetap stylish. Next » (ich/ron) |
| Tak Dapat Nasi Bungkus, Pendemo Menteri Yasonna Kesal Cuma Dibayar Rp 25 Ribu Posted: 19 Mar 2015 02:22 AM PDT Jumlah demonstran di trotoar kantor Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2015), sekitar 30 orang. Massa yang tiba sekitar pukul 14.00 WIB itu rata-rata berumur 20-an tahun, mayoritas lelaki. Meski koordinator unjuk rasa telah menggunakan pengeras suara untuk membakar massa, tidak terlihat antusiasme massa untuk menuntut keinginan mereka. Malahan, sebagian besar dari mereka memilih duduk bersila di trotoar. Sambil duduk-duduk, mereka membentangkan spanduk bertuliskan 'Copot Yasonna Menteri Tidak Becus - Forum Awasi Kabinet', mengibarkan bendera kuning dan meletakkan keranda warna hitam bertuliskan 'Demokrasi' dan 'Keadilan'. "Rakyat mendukung hak angket DPR RI! Batalkan kepengurusan yang dikeluarkan Yasona Laoly!" ujar salah seorang peserta demonstran saat berorasi. Ada sebab musabab mengapa mereka berdemonstrasi dengan ogah-ogahan. "Ini dikasih Rp 25 ribu, enggak sebandinglah!" kata seorang demonstran, Ijal. Dia mengakui dijemput oleh beberapa orang di wilayah Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari Tanah Abang, mereka menumpang Metromini menuju kantor Kemenkum HAM.Next Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB (mok/nrl) Baca Juga Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| Ada BBG Jenis CNG dan LGV, Pemerintah Fokus ke Mana? Posted: 19 Mar 2015 02:20 AM PDT Jakarta -Di SPBG saat ini, masyarakat diberi dua pilihan bahan bakar gas (BBG), yakni jenis CNG (gas terkompresi) dan LGV (Liquid Gas Vehicle) yang mirip elpiji. Mana yang jadi fokus pemerintah? Direktur Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan, pemerintah memang memiliki program konversi BBM ke BBG yang fokusnya ke CNG. Alasannya, saat ini Indonesia memiliki gas bumi yang melimpah. "Tapi masyarakat bebas memilih, karena semakin beragam pilihan bahan bakarnya, maka ketahanan energi nasional semakin kuat. Jadi tidak bergantung pada satu sumber energi saja," ujar Wiratmaja ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (19/3/2015). Wiratmaja mengungkapkan, walau keduanya merupakan BBG, tapi jenisnya berbeda, dan converter kit yang digunakan juga berbeda antara CNG dan LGV. "CNG harganya masih murah karena harga gas di hulunya khusus, dan alokasinya gasnya juga khusus, harus murah. Sehingga ditetapkan di Jabodetabek Rp 3.100/liter setara premium (lsp). Sedangkan harga LGV hanya Rp 5.100/lsp, masih murah karena disubsidi pemerintah Rp 1.500/liter," jelasnya. Namun, pengembangan infrastruktur CNG dan LGV berbeda. Infrastruktur CNG memerlukan biaya yang cukup besar, mulai dari penyediaan pipa gas, sampai dispenser khusus. SPBG CNG paling ekonomis bila berada di wilayah yang memiliki sumber gas dan pipa. Sementara LGV lebih mudah, hampir sama dengan elpiji, sehingga bisa didistribusikan dengan truk-truk elpiji. "Jadi LGV ini lebih kita fokuskan ke daerah yang tidak punya sumur gas, sedangkan CNG kita fokuskan untuk daerah-daerah yang memiliki sumber gas dan pipa gas," tutupnya. (rrd/dnl)Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com |
| Posted: 19 Mar 2015 02:19 AM PDT Kamis, 19/03/2015 16:08 Orang bilang kadang lebih susah mempertahankan daripada merebut. Yamaha yang selama ini menguasai segmen motor sport di Indonesia optimistis mereka akan tetap berkuasa di segmen motor laki. |
| You are subscribed to email updates from news.detik To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Posting Komentar