Inilah.com - Terkini

0 komentar

Inilah.com - Terkini


Adik Kapolres Papua Tewas Dikeroyok

Posted: 19 Mar 2015 10:37 AM PDT

INILAHCOM, Jayapura - Marthen Luther Rontini (36), adik Kapolres Jayapura Kota AKBP Jerimias Rontini tewas dikeroyok sekelompok orang di depan pintu masuk Kompleks Ruko Pasifik Permai Dok II Jayapura.

"Pada Kamis sekitar pukul 03.15 WIT, bertempat di pintu masuk Kompleks Ruko Pasifik Permai Dok II Jayapura telah terjadi kasus pengeroyokan yang mengakibatkan Marthen Luther Rontini meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige di Kota Jayapura, Kamis (19/3/2015) malam.

Marthen yang beralamat di Kloofkamp BRI, Distrik Jayapura Utara, terkena luka tikam di perut dan lambung, serta kepala atas.

"Temannya, Petu Karubaba (35) mengalami luka lecet pada wajah, kaki, tangan kanan dan kiri serta memar pada kepala dan Yosep Ayomi (31) luka robek pada teling kanan belakang," katanya.

Patrige menerangkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan Petu Karubaba. Petu, katanya, datang dari arah Dok IX menuju pusat Kota Jayapura sehabis mengantar makanan ke keluarga yang menginap di Hotel Andalusia.

Namun sesampainya di TKP, yakni pintu masuk Kompleks Ruko Pasifik Permai Dok II Jayapura, Petu dicegat oleh sekelompok orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Mathen Luther Rontini "Mereka berjumlah kurang lebih enam orang, dan masih menurut Petu, bahwa dia tanpa ada permasalahan yang jelas dikeroyok sehingga berusaha lari menyelamatkan diri ke arah Hotel Swissbell namun tetap dikejar," katanya.

Lebih lanjut Patrige mengatakan aksi pengeroyokan tersebut sempat dilaporkan Petu Karubaba kepada Marten Luther Rontini, sang empunya motor.

"Setelah kejadian pengeroyokan tersebut, Petu kembali lagi ke TKP awal untuk mengambil motor milik korban Marthen Luther Rontini, namun sesampainya di TKP kelompok pelaku kembali melakukan pengeroyokan terhadapnya," katanya.

Mendengar informasi kejadian tersebut Marthen Luther Rontini, mendatangi TKP, namun sampai pada saat kejadian pengeroyokan hingga korban Marthen Luther Rontini meninggal dunia.

"Petu Karubaba tidak mengetahui persis kelanjutan peristiwa naas itu karena dia sudah tidak sadarkan diri akibat kena pukulan benda kerasa pada bagian Kepala," katanya.

Patrige menambahkan bahwa pengeroyokan yang mengakibatkan orang lain meninggal itu sedang diselidiki oleh jajaran Kepolisian Jayapura Kota.

"Tentunya, kasus ini tetap ditelusuri seperti apa peristiwanya. Kami juga sedang mengumpulkan bukti-bukti dan saksi terkait pengeroyokan berujung maut itu. Harapanya jika masyarakat mengetahui bisa membantu dengan informasinya," tutupnya. [tar]

Polisi Belum Lakukan Pencekalan terhadap Saksi UPS

Posted: 19 Mar 2015 10:26 AM PDT

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Rikwanto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya belum melakukan pencekalan terhadap saksi kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) DKI.

"Sampai saat ini belum ada (pencekalan). Belum perlu dilakukan karena kooperatif," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Rikwanto di Polda Metro Jaya, Kamis (19/3/2015).

Ia menjelaskan, penyidik Polda Metro sudah melakukan pemanggilan terhadap beberapa saksi dan minggu ini juga akan ada yang dimintai keterangannya terkait proyek pengadaan UPS DKI tahun anggaran 2014.

Menurut dia, penyidik tidak memiliki kendala dalam menangani dugaan kasus korupsi UPS DKI ini. Karena, penyidik bergerak sangat cepat dalam waktu kurang lebih 10 hari sudah memanggil sebanyak 87 orang saksi.

"Rencananya 130 yang akan diperisa, dari 10 hari sudah 87 yang dipanggil dan 73 orang diperiksa. Memang ini sungguh serius menangani tindak pidana korupsi di pengadaan UPS," ujarnya.

Semntara, kata dia, untuk perusahaan Alex Usman juga belum bisa disampaikan karena melakukan gelar perkara baru bisa tetapkan tersangka dan dijelaskan rincian-rincian sebenarnya.

"Rencana minggu depan (gelar perkara). Kita lihat nanti, untuk penarikan (ke Bareskrim) ada perkembangan tertentu, dan itu juga disampaikan pertimbangannya," ucapnya. [fad]

KPI Sesalkan Kata-kata Kasar Ahok di Televisi

Posted: 19 Mar 2015 10:19 AM PDT

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyesalkan dengan pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kerap berkata-kata kasar. Harusnya, Ahok maupun pejabat publik lainnya memberi tauladan untuk masyarakat.

"Televisi disaksikan oleh sejumlah masyarakat dari berbagai latar belakang, disaksikan juga oleh anak-anak dan remaja. Ini bisa menjadi contoh buruk," kata Komisioner KPI Bidang Pengawasan Isi Siaran, Agatha Lily saat dihubungi, Kamis (19/3/2015).

Ia menjelaskan, sebagai pejabat seharusnya bertutur kata baik dan berperilaku yang bisa menjadi panutan masyarakat tidak perlu mengeluarkan kata-kata kotor maupun kasar.

"Jadi, kata-kata atau bahasa yang sembarangan jangan dilontarkan dihadapan publik terlebih ketika dalam siaran televisi," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Agatha, ini harus menjadi pembelajaran untuk lembaga penyiaran jika mengundang pejabat atau narasumber agar dipertimbangkan kemungkinan tersiarkannya kata-kata tak pantas di ruang publik.

Karena, bagaimana kalau anak remaja melihat sikap pejabat publiknya berbicara seperti itu kemudian dianggap sebagai hal yang lumrah lalu dicontohnya.

"Akan seperti apagenerasi mendatang kita? Bahkan dengan Ahok berbicara dengan pilihan kata 'gue-elu' di televisi saja, sebagian masyarakat menilai tidak elok dan tidak nyaman didengar. Apalagi kata-kata kasar yang diucapkan Ahok," tandasnya. [fad]

Nonton Laga Persib di AFC Jangan Bikin Kelaparan

Posted: 19 Mar 2015 10:14 AM PDT

REGULASI ketat partai kandang Persib Bandung, jangan hanya di Piala AFC 2015. Ketua Ladies Vikers atau Viking Girl, Triana Pudjiastuti berharap, aturan ketat itu diaplikasikan dalam kompetisi domestik, sekelas Indonesia Super League (ISL).

"Sebenernya aturannya memang seperti itu, jadi pelajaran juga buat semuanya seperti panpel dan bobotoh juga. Kalau biasa jangan hanya di AFC saja, tapi juga di liga juga diterapkan," harap wanita akrab disapa Bunda Ana ini.

Kendati begitu, adanya larangan membawa makanan dan minuman, tanpa label selain sponsor resmi AFC, dia nilai agak rancu. "Tapi ada juga yang agak rancu, seperti makanan dan minuman di stadion harus tanpa label agak ribet juga. Jadi ada aturan-aturan yang sulit diterapin. Seperti pedagang, kalau tidak ada yang jualan sama sekali di stadion kan menyiksa bobotoh. Kita nonton pertandingan itu kan dalam waktu yang lama, bisa pingsan orang-orang," sewotnya.

Untuk itu, jika dalam gelaran ISL menyandur aturan itu, ada beberapa poin yang kudu disesuaikan dengan kultur Indonesia. "Jadi ada yang bisa diambil diterapin liga, ada yang kira-kira yang sulit di Indonesia, ya sudahlah gak usah (diterapkan)," imbuh Ana.

Soal keamanan, dia katakan tidak jauh berbeda dengan perhelatan ISL, termasuk dalam pengamanan suporter saat akan masuk ke stadion. Meski begitu dia tidak terlalu memasalahkan, sebab sudah terbiasa dengan suasana pada gelaran lokal.

"Kalau keamanan itu standar yah, karena kalau cewek cewek stadion pada fight juga. Jadi sudah terbiasa dengan atmosfer desak-desakan saat masuk. Terus waspada dengan gesekan di stadion, kayak culak-colek dan segala macam jadi sudah terbiasa akhirnya tidak masalah," pungkas dia (ddy)



Posting Komentar