Inilah.com - Terkini

0 komentar

Inilah.com - Terkini


Real Madrid Siap Tampung Bek Veteran Chelsea

Posted: 09 Mar 2015 11:17 AM PDT

INILAHCOM, London - Real Madrid siap memanfaatkan kegalauan Chelsea soal bek tengahnya, Branislav Ivanovic, yang berada di penghujung kontraknya.

Chelsea tetap mempertahankan kebijakannya untuk tidak menawarkan kontrak jangka panjang kepada pemain berusia di atas 31 tahun, terlepas dari vitalnya peran pemain tersebut, termasuk Ivanovic.

Kontrak bek berusia 31 tahun itu akan rampung pada akhir tahun depan dan kemungkinan besar tidak akan mendapat perpanjangan kontrak lebih dari setahun, kendati perannya cukup vital.

Tak hanya tangguh dalam menghalau serangan lawan, bek asal Serbia itu juga piawai mencetak gol dari situasi bola mati. Musim ini, ia sudah mengemas empat gol dari 27 laga liga.

Ivanovic sendiri berharap mendapat kontrak berdurasi lebih panjang, yang dapat menjamin masa depannya.

Melihat situasi ini, dua klub raksasa Eropa, Real Madrid dan Paris Saint-Germain, dikabarkan siap memberikan solusi bagi sang bek dengan tawaran kontrak yang lebih baik, demikian dilansir Daily Mail.

Asap Sulitkan Pemadaman Lantai 20 Wisma Kosgoro

Posted: 09 Mar 2015 11:16 AM PDT

INILAHCOM, Jakarta - Pekatnya asap di lantai 17 dan 18 Gedung Perkantoran Wisma Kosgoro, di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, menyulitkan petugas pemadam kebakaran memadamkan 'si jago merah' di lantai 19 dan 20.

"Asapnya sangat pekat, petugas kesulitan untuk naik ke lantai 19 dan 20," kata petugas Posko Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Hasanuddin di Jakarta, Selasa (10/3) dini hari.

namun begitu, saat ini petugas masih terus berupaya untuk bisa menembus ke lantai paling atas gedung tersebut. "Untuk memadamkan nyala api itu, seharusnya dari paling atas karena di lantai 17-18 sulit untuk bergerak," ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 35 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kebarakan tersebut. Ke-35 mobil damkar itu berasal dari lima wilayah di DKI Jakarta, yakni, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.

Kendati hujan sempat mengguyur ibukota pada Senin malam, namun tidak mempengaruhi nyala api yang terus membesar itu. Sampai berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran masih terus berusaha memadamkan kobaran api. [tar]

Main Jelek, Pemain Dihukum Pulang Jalan Kaki

Posted: 09 Mar 2015 11:09 AM PDT

KALAH tipis 1-0 dari tim Divisi Utama, Persik Kediri pada laga uji coba di Stadion Brawijaya, Minggu (8/3) sore. Para pemain Pusamania Borneo FC pun harus menerima hukuman dari manajemen klub.

Laga berakhir 1-0 bagi Persik lewat gol Ugik Sugianto di menit ke-80. Kekalahan itu membuat presiden klub, Nabil Husein kecewa hingga menghukum mereka untuk pulang ke hotel yang berjarak 5km dari stadion dengan berjalan kaki.

Jalan kaki sebagai hukuman karena mereka tampil jelek. Saya bisa terima kekalahan ini, kalau anak-anak bermain cantik. Tapi di lapangan tadi, saya tak melihat kerjasama mereka. Ini peringatan bagi semua yang ada dalam tim ini kalau kami harus bekerja lebih keras lagi bila ingin prestasi di ISL nanti, tegas presiden klub termuda itu seperti dilansir laman resmi Liga Indonesia.

Seusai laga pelatih kepala Pusamania, Arcan Iurie, memilih diam seribu bahasa atas hasil negatif kedua di laga uji coba Pesut Etam. Karena sebelum melawan Persik, Oktovianus Maniani juga menyerah 1-0 dari tim ISL lainnya, PSM Makassar.

Persik main bagus sekali. Kerjasama antarpemain berjalan baik. Kolektivitas mereka juga lebih unggul dibanding kami. Kami juga jarang mengancam gawang Persik. Saya akan evaluasi kinerja seluruh pemain, pelatih kepala, hingga asistennya, tegasnya lagi.

Minta Maaf
Di luar itu, perusahaan apparel pemasok jersey Pusamania Borneo FC, Salvo Sports, menyampaikan permintaan maaf atas label instruksi mencuci yang dituding telah melecehkan kaum perempuan.

Di label instruksi pencucian, terdapat tulisan 'Washing Instructions. Give this jersey to your woman. IT'S HER JOB'. Instruksi pencucian ini pun mendapat kritikan, terutama dari kaum hawa yang menganggapnya sebagai bentuk pelecehan.

Pemilihan redaksional washing label tersebut latar belakangnya adalah banyaknya pembeli yang bertanya bagaimana cara merawat jersey yang baik? Setelah berdiskusi, kami masukkan redaksional tersebut dengan tujuan menyingkat karakter. Ditambahkan dengan logo-logo panduan mencuci. Pesan sederhananya 'daripada repot-repot dan salah nyucinya, lebih baik serahkan ke wanita saja, karena mereka memang lebih paham masalah itu', demikian pernyataan Salvo.

Mereka menambahkan, Tidak ada sama sekali maksud untuk merendahkan wanita. Justru sebaliknya, belajarlah merawat pakaian dari wanita karena mereka lebih telaten. Karena memang tidak semua pria paham bagaimana cara merawat sendiri pakaiannya.

"Wanita lebih paham/expert untuk masalah itu. Terkait multi-interpretasi yang timbul kami memohon maaf sebesar-besarnya, demikian penjelasan dari kami. Terimakasih. Salvo menutup. (*/ddy)

Jokowi Diminta Tegas Eksekusi Mati Duo Bali Nine

Posted: 09 Mar 2015 11:01 AM PDT

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Jokowi diminta tegas untuk segera mengeksekusi terpidana mati duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsyi mengatakan, penundaan yang tidak jelas dan terlalu lama akan membawa dampak yang tidak baik. Pertama kata dia, negara akan terlihat tidak berwibawa, karena terkesan terpengaruh dengan tekanan pihak luar negeri khususnya Australia.

"Kedua, dampak hukuman mati untuk memberikan efek jera akan berkurang. Karena kebijakan untuk eksekusi mati ternyata masih dapat digoyang, sehingga eksekusi bisa diulur," kata Aboebakar, Senin (9/3/2015).

Ketiga lanjut dia, masyarakat akan semakin meyakini bahwa Presiden sedang tersandera dengan sadapan Australia. Politkus PKS ini mengungkapkan, publik akan semakin yakin bahwa kecurangan saat Pilpres lalubenar adanya. Dan Jokowi dinilai tidak ingin Australia mengungkap hal tersebut.

"Oleh karenanya, Presiden Jokowi harus bersikap tegas dengan segera menjalankan eksekusi. Hal ini tak hanya untuk menunjukkan marwah kedaulatan hukum, namun juga untuk meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada kecurangan saat Pilpres," ujarnya.

"Bahwa ancaman pembukaan sadapan dari Australia itu hanya ispan jempol belaka. Disinilah kita akan lihat pilihan yang diambil oleh Jokowi, sehingga kita bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi," tandasnya. [fad]

Daihatsu Tanam 10 Ribu Pohon di Bekasi & Karawang

Posted: 09 Mar 2015 11:01 AM PDT

(dok. ADM)

INILAHCOM, Bekasi - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) bersama dengan para suplayer yang tergabung dalam ADM Suppliers Club (ASC) melakukan penanaman 10 ribu pohon di Kabupaten Bekasi dan Karawang.

Penanaman pohon yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Karang Kitri, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi ini merupakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) yang berada di bawah payung Pilar Hijau CSR ADM.

Ditandai dengan penyerahan pohon secara simbolik oleh Vice President Director ADM Hajime Nishimura kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, penamanan pohon ini merupakan kegiatan awal dari target sebanyak 40 ribu pohon yang akan ditanam oleh ADM di tahun ini.

Penanaman pohon dilakukan di tiga lokasi, yaitu 7.500 pohon di Bumi Perkemahan Karang Kitri, 2.000 pohon di daerah Loji, dan 500 pohon di Karawang.

Beragam jenis pohon ditanam di ketiga lokasi tersebut, di antaranya pohon kayu seperti Akasia, Trembesi, Mahoni, Kiara Payung, Angsana, Ketapang, Bintaro; pohon langka seperti Juwet, Buni, Buah Nona, dan Ceremai; serta pohon buah seperti Nangka dan Sirsak.

"Penanaman pohon ini merupakan bentuk nyata kepedulian Daihatsu terhadap lingkungan. Kami berharap aktifitas penanaman pohon ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar," papar Iwan A Tunggawidjaja, Head of Purchasing Division PT ADM, dalam keterangan resminya kepada INILAHCOM, Senin (9/3/2015).

Kegiatan penanaman 10 ribu pohon ini merupakan kegiatan lanjutan dari komitmen Daihatsu dalam melestarikan lingkungan, sekaligus implementasi program CSR Daihatsu khususnya Pilar Hijau Bersama Daihatsu dengan memberi perhatian pada kesehatan lingkungan, penghijauan dan pelestarian alam.

Pada tahun lalu, Daihatsu telah menanam lebih dari 20 ribu pohon dan menciptakan ruang hijau untuk mengembalikan keanekaragaman hayati. Ruang hijau tersebut berada di Taman Daihatsu yang terletak di Taman Lalu Lintas, Cibubur dan Hutan Daihatsu di Cipule, Karawang Timur.

"Kami berharap melalui ragam jenis pohon yang ditanam, masyarakat akan makin peduli terhadap lingkungan dan alam sekitarnya. Bukan hanya sebagai sarana penyangga resapan air, namun juga mampu mengembalikan keanekaragaman hayati," pungkas Iwan.

Persib Langsung Geber Latihan dan Adaptasi Cuaca

Posted: 09 Mar 2015 10:55 AM PDT

INILAHCOM, Bandung - Setelah tiba di Myanmar pada Minggu (8/3/2015) malam, skuat Persib memanfaatkan waktu untuk beradaptasi dengan suhu udara setempat sebelum berlaga menghadapi Ayeyawady di Stadion Youth Training Centre, Yangon, Rabu (11/3/2015).

Memulai latihan pada pukul 08.45 waktu setempat, selama 75 menit skuat Maung Bandung berlatih di Stadion Aung San guna mencoba beradaptasi dengan cuaca panas Myanmar.

Pelatih Emral Abus menyatakan, dalam sesi latihan tersebut juga turut diasah strategi permainan Persib yang akan digunakan saat melawan Ayeyawady nanti. Di samping mengembalikan kebugaran Atep dkk seusai menempuh perjalanan jauh dari Indonesia.

"Pagi ini kita latihan untuk pemulihan kondisi dan adaptasi cuaca saja. Makanya kita hanya melakukan game internal untuk menjaga sentuhan bola dan juga menerapkan beberapa strategi menyerang dan bertahan untuk pertandingan nanti," ucap Emral seperti dilansir laman resmi Persib.

Guna memaksimalkan proses adaptasi cuaca, Emral tidak hanya mengandalkan saat latihan saja. Dia juga menginstruksikan para penggawa Persib agar selalu memanfaatkan waktu senggang untuk melakukan aktivitas di luar ruangan.

Emral berharap, strategi tersebut bisa meminimalisasi risiko hambatan pada saat melakoni pertandingan di lanjutan babak penyisihan Grup H Piala AFC 2015 mendatang.

Sementara itu, dokter tim Persib, Raffi Ghani tidak begitu risau dengan proses adaptasi cuaca yang tengah dijalankan skuat Maung Bandung selama di Myanmar. Dia optimistis suhu udara panas tersebut tak menghambat permainan tim kebanggan bobotoh ini.

Raffi yakin, dalam kurun waktu tiga hari berada di Myanmar, pasukan Maung Bandung sudah bisa menyesuaikan diri.

"Tidak masalah, kali ini kita juga berangkatnya lebih awal. Kita punya dua hari ini beradaptasi," ujar Raffi.

Raffi juga kian tenang, karena menurutnya cuaca panas di Myanmar tidak jauh berbeda dengan beberapa daerah di Indonesia yang memiliki suhu udara serupa.

Dia juga tetap menyarankan Atep dkk untuk menjaga kondisi tubuhnya selama di Myanmar dengan lebih banyak minum air mineral dan mengonsumsi buah-buahan guna menambah asupan nutrisinya. [hus]



Posting Komentar