Inilah.com - Terkini |
- Pemerintah Jokowi Dinilai Hobi Obok-Obok Partai
- Daihatsu Kembali Gelar Program Xenia Setia
- Kisruh Gubernur DKI dan DPRD tak Layak Dicontoh
- Kapten Persib Harus Jadi Panutan di Luar Lapangan
| Pemerintah Jokowi Dinilai Hobi Obok-Obok Partai Posted: 13 Mar 2015 11:02 AM PDT INILAHCOM, Jakarta - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dinilai telah memecah belah partai politik (parpol) seperti halnya Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Adapun tujuan pemerintahan Jokowi-JK memecah belah Golkar dan PPP adalah demi menguatkan parpol pendukung. Praktis ini membahayakan demokratisasi kepartaian di Indonesia. Peneliti politik IndoStrategi, Pangi Syarwi Chaniago kepada INILAHCOM, Jumat (13/3/2014) membeberkan indikator keterlibatan pemerintah dalam perpecahan di Golkar dan PPP. "Pertama, baru sehari dilantik, Menkumham Yasonna langsung mengesahkan kepengurusan Romahurmuzy (PPP). Kedua, Mahkamah partai tidak memutuskan dan mengesahkan salah satu kubu di Golkar. Tiba-tiba, Menkumham mengesahkan Agung Laksono. Apakah ini bukan intervensi? Rasa-rasanya kok sulit membantahnya", papar Ipang yang akrab disapa Pangi. Fenomena politik ini, lanjutnya, harus dijadikan peringatan dini bagi parpol-parpol kritis terhadap pemerintah, termasuk Demokrat yang bakal menggelar Kongres III di Jawa Timur pada April 2015 mendatang. Selain itu, ia menyebut intervensi pemerintah terhadap parpol membahayakan demokratisasi kepartaian. "Ini musibah besar bagi sistem kepartaian kita. Pemerintah terkonfirmasi terjun terlalu jauh dalam wilayah politik partai. Ancaman bagi eksistensi demokratisasi partai," pungkasnya. [ton] |
| Daihatsu Kembali Gelar Program Xenia Setia Posted: 13 Mar 2015 11:01 AM PDT
Hastofa Musamma, pemenang program Xenia Setia dari Jakarta - (dok. ADM)INILAHCOM, Jakarta - Sebagai apresiasi khusus bagi para pengguna setia Daihatsu Xenia di seluruh Indonesia, Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali menggelar program Xenia Setia. Seperti apa? Xenia Setia adalah adalah program rekondisi mobil Xenia lama menjadi kembali 'baru' dengan kondisi yang sama seperti ketika baru keluar dari pabrik. Adapun peserta program ini adalah pemilik pertama Xenia secara perorangan (bukan instansi) dengan angka kilometer (KM) pemakaian terpanjang dan yang melakukan perawatan (servis) berkala secara rutin di bengkel resmi Daihatsu. Tahun ini, Daihatsu akan memilih delapan unit Xenia peserta program Xenia Setia di seluruh Indonesia untuk direkondisi menjadi kembali 'baru'. Para pemilik Xenia yang mengikuti program ini tidak dipungut biaya apapun. Keberadaan Xenia yang sudah tersebar luas di seluruh Indonesia, menjadikan program ini terbagi dalam tiga periode registrasi. Periode pertama yakni pada Maret-April 2015 dibuka untuk peserta yang tinggal di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Kemudian periode kedua Mei-Juni 2015 untuk peserta yang tinggal di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Dan yang terakhir, periode ketiga pada Juli-September 2015 untuk peserta yang tinggal di Sumatera dan Kalimantan. Bagi para pemilik Xenia, cara mengikuti program ini sangatlah mudah. Daihatsu menyediakan dua cara, secara online dan melalui SMS. Cara online dengan mengakses www.xeniasetia.com, pilih menu 'Daftar Sekarang!' untuk meregistrasikan dan selanjutnya mengisi semua data diri pada semua kolom. Sedangkan cara SMS, hanya mendaftar melalui SMS Astra World ke 0899-0-888-898 dengan format XeniaSetia#Nama#Tahun Kendaraan#Nomor Rangka#KM Kendaraan#Email dan menunggu balasan SMS konfirmasi. Tidak hanya berkesempatan untuk mendapatkan kondisi Xenia menjadi baru, para pengguna Xenia juga dapat mengkuti Program Kompetisi Digital: Pengalaman Xenia. Caranya cukup mudah, yakni dengan menuliskan pengalaman dan cerita menariknya dan mengunggahnya ke situs www.xeniasetia.com pada Februari-April 2015 dan juga dapat mengikuti Program Kompetisi Digital Kompetisi Foto dengan Xenia pada Mei-Juni 2015. Kedua kompetisi akan ini akan memperebutkan hadiah jutaan rupiah dengan memperoleh hasil vote terbanyak. "Program Xenia Setia hadir kembali sebagai apresiasi bagi pengguna setia Xenia yang telah membuktikan bahwa Xenia adalah kendaraan yang dapat diandalkan," ujar Amelia Tjandra, Direktur Marketing ADM. Menurutnya, Xenia dikenal memiliki kapasitas kabin yang luas sehingga mampu menampung tujuh penumpang. Terdapat juga fitur one touch tumble untuk memungkinkan kursi baris kedua dilipat dengan gampang untuk memudahkan akses keluar-masuk penumpang ke baris ketiga. Xenia juga memiliki ground clearance tinggi, sehingga pengendara tidak perlu khawatir saat melewati jalanan berlubang serta kuat di tanjakan. Dengan sistem penggerak roda yang andal, Xenia mampu melaju di tanjakan tanpa mengalami slip. "Kelebihan ini semakin membuktikan bahwa Xenia merupakan kendaraan yang cocok bagi keluarga Indonesia," pungkas Amelia. [ikh] |
| Kisruh Gubernur DKI dan DPRD tak Layak Dicontoh Posted: 13 Mar 2015 10:37 AM PDT INILAHCOM, Bandarlampung - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar polemik yang terjadi antara eksekutif dan legislatif di Provinsi DKI Jakarta tidak diikuti. Menurutnya, jajaran eksekutif dan legislatif provinsi maupun kabupaten/kota di Provinsi Lampung dapat bersinergi memajukan daerah. "Sinergitas harus dibangun antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan roda pembangunan daerah sangat diperlukan dan akan berimbas kepada masyarakat," kata Tjahjo, usai meresmikan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Jumat (13/3/2015). Sebab, kata Tjahjo, polemik yang terjadi antara eksekutif dan legislatif di Provinsi DKI Jakarta berimbas pada pembangunan di wilayah tersebut dan berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, konflik tersebut dapat menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pemerintah kabupaten /kota di Provinsi Lampung dalam setiap mengambil keputusan. "Polemik yang terjadi antara gubernur dan DPRD DKI Jakarta harus menjadi pembelajaran di Provinsi Lampung, bahkan di Indonesia," tegas Tjahjo. Terkait polemik APBD antara gubernur dan DPRD Provinsi DKI Jakarta tersebut, saat ini Kementerian Dalam Negeri juga sudah melakukan evaluasi APBD Provinsi Lampung. [tar] |
| Kapten Persib Harus Jadi Panutan di Luar Lapangan Posted: 13 Mar 2015 10:16 AM PDT BUKAN maksud mengerdilkan pemain lain, seorang kapten memiliki peranan penting menjaga mental tim. Saat memperkuat Persib era 90-an, Nandang Kurnaedi sempat menyandang ban kapten. Kala itu, Robby Darwis yang biasa dipercaya menjadi panutan di skuat, memilih hijrah ke Persikab Kabupaten Bandung.Nandang paham betul menjadi kapten bukan perkara mudah. Artinya, tidak semua pemain bisa menanggung beban itu. "Beban yang paling berat mengajak rekan-rekan konsolidasi di lapangan, terus mengatur supaya anak-anak tidak down ketika tim kita ketinggalan oleh lawan. Itu yang saya rasakan ketika saya menjadi kapten," bebernya. Menurutnya, ada perbedaan kala melakoni laga kandang dan tandang. Biasanya, ketika bermain di hadapan bobotoh sang kapten mendapat ujian lebih. Peran Kapten pun, kata dia, tak sebatas memberi contoh di dalam lapangan saja. "Memang ketika bermain di Bandung pengaruh dari luar lapangan juga sangat besar, apalagi sebagai kapten harus membawa rekan agar bagaimana bermain sebagus mungkin juga tetap semangat dalam situasi dan keadaan bagaimanapun," imbuhnya. Di luar pertandingan, wibawa seorang kapten juga mesti dijaga dengan selalu berperilaku positif. Seorang kapten, harus bisa menjadi contoh dan panutan rekan setimnya. "Di luar lapangan pun kita sebagai kapten harus memberikan contoh yang baik kepada rekan-rekan," ulas dia. Soal Persib, dia melihat ada dua pemain yang potensial untuk menjabat kapten. Jika melihat dari identitas daerah, Atep cukup ideal mengemban tugas itu. Di sisi lain, Nandang menilai Firman Utina lebih layak. Sebab, dia telah banyak mengantongi pengalaman duel dalam partai penting. Di mata Nandang, Firman pun memiliki kriteria yang pas untuk menjadi kapten. Dia menilai, pelatih Djadjang Nurdjaman tidak salah menentukan kapten selama ini. "Secara kualitas dan senioritas dia (Atep) lebih lama di Persib tapi saya melihat kalau pun mau menunjuk, lebih baik Firman Utina sebagai kapten, karena dia seorang pemain tim nasional, pengalamannya juga cukup banyak, di tim sebelumnya juga dia menjadi kapten saya lebih ke Firman Utina," pungkas dia. (gin) |
| You are subscribed to email updates from Inilah.com - Terkini To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Posting Komentar