Inilah.com - Terkini

0 komentar

Inilah.com - Terkini


Penjualan GZCO Turun Menjadi Rp135,81 Miliar

Posted: 07 Aug 2013 10:33 AM PDT

INILAH.COM, Jakarta - PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) membukukan laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 94,93% menjadi Rp2,41 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp47,73 miliar.

Laba turun diikuti penjualan bersih 18,12% menjadi Rp135,81 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp165,89 miliar. Beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp128,80 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp107,42 miliar. Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/8/2013).

Laba bruto perseroan turun menjadi Rp7,01 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp58,47 miliar. Beban umum dan administrasi perseroan naik menjadi Rp24,85 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp19,99 miliar. Beban keuangan perseroan naik menjadi Rp36,16 miliar pada semester pertama 2013.

Laba per saham dasar perseroan turun menjadi 0,40 pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 7,96. Total liabilitas perseroan turun menjadi Rp1,54 triliun pada semester pertama 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp1,58 triliun. Ekuitas perseroan mencapai Rp1,6 triliun pada 30 Juni 2013. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp84,06 miliar pada 30 Juni 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp231,26 miliar.

Idul Fitri, Indonesia Harus Didaur Ulang

Posted: 07 Aug 2013 10:15 AM PDT

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Y Thohari menilai makna Idul Fitri 1434 H bagi Indonesia adalah daur ulang. Daur ulang menuju keaslian Indonesia yang suci.

"Idul Fitri itu artinya kembali kepada "keaslian yang suci" dan atau "kesucian yang asli". Walhasil, Idul Fitri itu sebuah daur ulang atau recycling," ujar Hadjriyanto, Rabu (7/8/2013).

Jelas politisi Partai Golkar ini, puasa dan serangkaian ibadah kebaikan selama bulan Ramadan dipandang dengan harap-harap cemas dapat mendaur-ulang diri kita. Sehingga kembali kepada kesucian yang asli dan keaslian yang suci itu tadi. Itulah pada hakekatnya makna dari kembali kepada fitrah atau fitri itu.

"Pertanyaannya adalah apa relevansi Iedul Fitri dengan ke-Indonesia-an kita sekarang ini? Menurut saya relevansinya terletak pada jawaban atas pertanyaan bisakah Republik Indonesia yang sudah berusia 68 tahun ini kita daur ulang sehingga kembali kepada fitrahnya? Pasalnya, Indonesia kini telah menjadi negara yang kotor karena korupsi, baik korupsi-korupsi residu rezim lama maupun korupsi rezim baru yang jauh lebih berskala masif lagi itu," jelas Hadjriyanto.

Akibat korupsi berskala masif itu, lanjutnya Indonesia yang telah berusia 68 tahun telah menjadi negara yang serba darurat.

"Darurat insfratruktur, darurat transportasi masal, darurat pangan sehingga segala jenis bahan makanan harus import, dan darurat etika dan moral," jelasnya.

Idul Fitri harus mampu membawa Indonesia kembali kepada fitrahnya, kepada jati dirinya yang asli, kepada disaign awal kehidupan kebangsaan sebagaimana tersurat dan tersirat dalam Pembukaan UUD 1945. Indonesia harus didaur-ulang, di-recyling, dikembalikan ke fitrahnya yakni kepada kesucian keindonesiaan yang asli, dan keaslian keindonesian yang suci.

"Indonesia di hari Idul Fitri 1434 H yang bertepatan dengan 68 tahun kemerdekaan ini harus diliputi dan dipenuhi dengan semangat kembali kepada keaslian, kebersihan, dan kesucian. Sebab, Indonesia sudah terlalu kotor dengan korupsi, penyelewengan hukum, dan penyalahgunaan kekuasaan di berbagai tempat dan lini kekuasaan baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, sebuah gerakan korupsi yang sangat sistematis dan nyaris sempurna," jelasnya. [gus]

Kemenangan Pasukan Allah

Posted: 07 Aug 2013 10:10 AM PDT

Kemenangan Pasukan Allah - INILAH.com

Kamis, 8 Agustus 2013 | 00:56 WIB

Follow Us:

Facebooktwitter

Kemenangan Pasukan Allah

Headline

Oleh: Dendri

web - Kamis, 8 Agustus 2013 | 00:10 WIB

Dengan bersenjatakan iman dan taqwa kepada Allah SWT mampu melawan hawa nafsu duniawi selama bulan Ramadan, akhirnya hari kemenangan umat Islam telah tiba. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi

di sini

atau akses mobile langsung

http://m.inilah.com

via ponsel dan Blackberry !.

Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Copyright 2008 - 2013 inilah.com, All rights reserved inilah.com. Kembali Ke Atas  panah

Kalahkan Juve, Gelandang Inter Ini Senang

Posted: 07 Aug 2013 10:10 AM PDT

INILAH.COM, Miami - Gelandang serang Inter Milan Ricky Alvarez mengaku sangat senang dengan penampilannya saat mengalahkan Juventus di turnamen pramusim.

Dalam pertandingan Guinness International Champions Cup (GICC), Rabu (7/8/2013) pagi WIB, pemain asal Argentina itu membawa Inter unggul lebih dahulu di menit 29 sebelum akhirnya disamkan Arturo Vidal di penghujung babak kedua. Bermain imbang selama 90 menit, pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. I Nerazzurri menang 9-8.

"Saya merasa senang. Bentuk permainan hari ini membentuk kepercayaan diri saya," ungkap Alvarez kepada Inter Channel.

Inter sempat menuai kritik di dua laga awal, tim asuhan Walter Mazzarri itu mengalami dua kekalah, 2-0 kalah dari Chelsea serta kalah telak 4-0 dari Valencia. Namun, mantan pemain Velez Sarsfield itu tak terlalu memusingkannya, ia menggagap kekalahan pramusim tak terlalu berpengaruh dalam perjalanan perebutan gelar di musim depan.

"Kami bermain dengan baik dan memainkan sepak bola yang Walter Mazzarri inginkan dari kami. Ini harus menjadi titik awal kami. Hasil tidak penting saat ini. Pertandingan tersebut sebenarnya hanya tentang bagaimana mencari kecocokan dan kami melakukannya dengan baik hari ini," ia menutup.

Bergabung sejak awal musim 2011-12, pemain 25 tahun itu telah tampil sebanyak 59 kali dan mencetak 10 gol.

Inter kembali akan berhadapan dengan Juventus di pekan ketiga Liga Seri A Italia pada 15 September mendatang.

Inilah Jadwal Open House Menteri Ekonomi

Posted: 07 Aug 2013 10:10 AM PDT

INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah menteri ekonomi kabinet Indonesia Bersatu II menggelar open house pada Lebaran hari pertama, Kamis (8/8/2013).

Ingin tahu siapa saja menteri yang gelar open house, berikut jadwal open menteri ekonomi kabinet Indonesia II:

1. Open House bersama Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, Kamis (8/8/2013) di Rumah Dinas Jln. Widya Chandra I No.4 pukul 13.00 WIB-15.00 WIB.

2. Open House bersama Menteri Keuangan, Chatib Basri, Kamis (8/8/2013) di Rumah Dinas Jln.Widya Chandra I No.3 pukul 13.00 WIB-15.00 WIB.

3. Open House bersama Menteri Pertanian, Suswono, di Rumah Dinas Jln. Widya Chandra pukul 11.00-14.00 WIB.

Adapun acara open house ini digelar sesudah para Menteri bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bersilahturahmi. [mel]

Flow: Bahagia Saat Lebaran

Posted: 07 Aug 2013 10:09 AM PDT

Lebaran ini berjuta orang gembira. Bukan saja karena bisa berkumpul dengan keluarga, melainkan karena merasa berhasil mengendalikan dirinya selama puasa Ramadan.

Lebaran ini berjuta orang merasa bahagia. Dalam psikologi positif, keadaan ketika di dalamnya orang merasakan kebahagiaan disebut sebagai "flow".

Menurut tokoh psikologi positif Mihaly Csikszentmihalyi, flow adalah suatu keadaan pikiran yang di dalamnya kesadaran manusia berada dalam keadaan teratur dan selaras. Dan itu dapat dicapai lewat 'pengendalian diri' dan 'pengendalian hidup'.

Dalam komunikasi, keadaan ini menjadi salah satu tujuan utama. Sebab, jika tidak, maka penyampaian pesan dianggap gagal, karena komunikasi yang dilakukan tidak berhasil membuat orang merasa senang atau bahagia.

Dan itu bukan saja fenomena ketika kita berkomunikasi dengan sesama manusia, melainkan saat kita 'berbicara' dengan alam semesta, dan dengan Tuhan, Pencipta Manusia dan Alam Semesta.

Itu sebabnya, para pakar komunikasi yang memahami agama dan psikologi percaya, bahwa komunikasi dengan Tuhan saat kita mengendalikan diri waktu puasa akan menciptakan flow yang kita harapkan.

Mihaly mengatakan bahwa, di antara ciri keadaan flowadalah ketika kita masuk dalam kondisi konsentrasi yang lebih dalam (pikiran yang fokus), perasaan memiliki kendali penuh atas segala sesuatu, dan menganggap saat 'sekarang' sebagai satu-satunya hal yang penting.

Saat berada dalam flow itu lazimnya orang merasa tidak lagi terpengaruh pada dimensi waktu -- yang sering (dalam keadaan biasa) menginterupsi perjalanan kehidupan kita.

Saat itu, kita tak lagi mementingkan diri (ego)-nya, karena sirnanya batasan-batasan individual kita. Dan itu amat serupa dengan kondisi saat kita 'kembali menjadi fitri', berkat latihan mengendalikan diri (ego) selama Ramadan lalu.

Tentu komunikasi hamba dengan Tuhan bukan saja saat puasa, melainkan terus menerus sepanjang hidupnya. Salah satu bentuk komunikasi lain antara kita dengan Tuhan adalah saat salat. Ajaran Islam menyatakan bahwa, jika hendak berbicara kepada Tuhan salatlah; dan jika hendak mendengar apa yang dibicarakan Tuhan bacalah Al Quran.

Nah, menurut Mihaly, cara 'meditasi' (seperti salat) itu sangat berperan menelurkan keadaan flow tadi.

Mihaly berpendapat bahwa berbagai cara meditasi Timur, termasuk yoga, dan berbagai praktik dalam Buddhisme dan Taoisme, sebagaimana tasawuf, telah dipakai untuk mencapai keadaan itu. Menurutnya, hal itu terbukti berhasil, karena pelakunya 'mampu mengendalikan diri dari pengaruh atau sejumlah gangguan dari luar dirinya.

Sejumlah sumber sejarah menduga bahwa Michelangelo mungkin saja melukis atap Gereja Vatikan ketika ia sedang flow. Dikatakan bahwa ia melukis selama berhari-hari tanpa henti, dan ia telah begitu terabsorbsi pada pekerjaannya sehingga lupa makan dan tidur, sampai pingsan.

Boleh jadi flow juga berkait dengan keterbukaan diri dan komunikasi yang tulus (genuine communication).

Menurut Carl Rogers, lewat karya yang belakangan disebut sebagai 'Kekuatan Ketiga' (Third Force) dalam psikologi, "tujuan komunikasi adalah pemahaman yang akurat tentang diri sendiri dan pihak lain, dan bahwa pemahaman hanya bisa terjadi melalui komunikasi yang tulus."

Guna mendapat 'pemahaman diri' perlu proses 'pembukaan diri' (self-disclosure), memberi feedback, dan peka terhadap keterbukaan pihak lain. Jika tidak, akan muncul kesalahpahaman dan kekecewaan (dissatisfaction) dalam relationship kita dengan pihak lain, akibat ketidakjujuran, kurang konkruen-nya perasaan dan tindakan, kurangnya feedback, dan menahan diri untuk bersikap terbuka (transparan).

Meski para ahli -- yang mengembangkan teori di atas dalam pendekatan psikologi humanistik -- itu tidak membahas hal-hal di atas dalam kaitan khusus dengan meditasi atau solat, tetapi secara logis kita bisa menganalogikannya begini: saat orang solat secara serius dan khusyu' sudah pasti ia membuka diri kepada Tuhan. Ia bersikap transparan, mengakui kekurangan diri, dan melalukan genuine communication. Dari situlah antara lain, ia memperoleh satisfaction, kepuasan.

Ia, misalnya mengakui bahwa dirinya dan segala yang ada selain tuhan hanya kecil belaka. Tuhan saja yang Maha Besar -- dan segala kenikmatan (atau kesulitan) hidup, diri pribadi, keluarga, harta benda, dan semua yang ada di lingkungannya tidak ada artinya sama sekali dibanding keagungan-Nya.

Dengan kata lain, pelaksana salat yang baik mestinya memiliki perasaan yang konkruen dengan perilakunya. Sejatinya memang demikian, salat yang dilakukan secara khusyu' dapat menciptakan ciri-ciri yang menandai keadaan flow, bahkan secara lebih efektif.

Sejatinya, manusia bisa melatih dirinya untuk memutuskan hanya fokus pada apa yang ingin diperhatikannya. Maka, ketika seseorang dalam keadaan flow, ia tercerap sepenuhnya dalam satu task yang dijalaninya, dan tanpa sengaja ia kehilangan awareness-nya terhadap segala sesuatu yang lain: waktu, orang lain, distractions, dan bahkan kebutuhan dasar tubuhnya.

Ini terjadi karena semua perhatian orang itu berada dalam keadaan flow; sehingga tidak ada lagi 'ruang' bagi soal lain untuk dialokasikan saat itu.

Para ahli juga menyimpulkan bahwa sebagai suatu bentuk zikir, salat juga memiliki pengaruh positif terhadap upaya pencegahan dan penyembuhan dari berbagai penyakit yang biasanya dikaitkan dengan ketidaktenteraman dan kekurangbahagiaan, seperti penyakit jantung, stroke, stres, depresi, dan sebagainya.

Salah seorang ahli itu adalah pakar kedokteran Harvard University dan pendiri Body- Mind Institute Dr. Herbert Benson. Menurut Benson, meditasi serta pembacaan mantra -- yang dibaca dalam kerangka keimanan atau sebagai wujud ajaran agama -- memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dalam mendatangkan ketenangan dan mengatasi berbagai penyakit tubuh dan kejiwaan yang menghalangi terciptanya kebahagiaan hidup.

Walhasil, pasca-Ramadhan ini semestinya kita akan makin bahagia. Bukan saja karena lebih efektif berkomunikasi dengan (dan membantu) orang-orang yang lemah, melainkan juga karena berhasil dalam komunikasi dengan Tuhan, berkat makin tingginya kemampuan mengendalikan diri dari pengaruh atau gangguan-gangguan eksternal diri.

Selamat berbahagia dalam flow yang indah.

*) Syafiq Basri Assegaff: Konsultan Komunikasi, pengajar di Universitas Paramadina dan The London School of Public Relations, Jakarta. Twitter: @sbasria. [mor]



Posting Komentar