BBCIndonesia.com | Berita

0 komentar

BBCIndonesia.com | Berita


Densus 88 tangkap donatur bom Kedutaan Myanmar

Posted: 11 Aug 2013 09:31 PM PDT

densus88

Polisi masih menyelidiki keterkaitan tersangka dengan peristiwa pengeboman sebelumnya.

Tim Detasemen Khusus Antiteror 88 kembali menangkap satu anggota jaringan kelompok teroris yang diduga terkait dengan rencana pengeboman di Kedutaan Besar Myanmar, Mei lalu.

Tersangka bernama Muhammad Syaiful Syahbani, alias Syaiful, ditangkap pada Jumat (09/08) lalu di sebuah hotel di Yogyakarta.

"Syaiful adalah pencari dana dari kelompok teroris yang dipimpin oleh Rohadi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Ronny Sompie ketika dihubungi BBC hari ini.

Kelompok teroris yang dipimpin oleh Rohadi yang berusaha mengebom Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta bulan Mei lalu.

Teror terhadap Myanmar dan tempat peribadatan umat Budha terjadi sejak meningkatnya konflik yang mengakibatkan terusirnya etnis Muslim di Rohingya, Myanmar.

"Syaiful ditangkap di tempat parkir dekat pintu masuk Hotel Garuda Inn Jalan Malioboro, Yogyajarta pada Jumat lalu sekitar jam 22:45 WIB oleh tim Densus 88," ketika dihubungi BBC via telepon, hari ini.

Polisi masih menyelidiki apakah Syaiful terkait dengan Klik pengeboman vihara Ekayana, Jakarta Barat, 5 Agustus lalu.

Pada saat ditangkap, Syaiful yang termasuk daftar pencarian orang sedang bersama dengan adik iparnya, Bayu Dwi Ardianto alias Bayu, yang merupakan warga Sleman.

Bayu saat ini sedang dimintai keterangan oleh Densus 88 dalam waktu 7x24 jam.

Terkait dengan tertangkapnya terduga teroris di Yogyakarta, Sompie mengatakan kepolisian saat ini memperketat pengawasan di candi Buddha terbesar yaitu Borobudur.

"Candi Borobudur karena didatangi sebagai objek wisata juga kita berikan perhatian lebih disamping pengamanan yang ada," kata Sompie.

Seperti dikutip dari Koran Tempo, setelah penangkapan ini Kepolisian Resor Magelang, Jawa Tengah mengerahkan 175 personel untuk membantu mengamankan candi Borobudur, selain pengawasan oleh internal pengurus candi.

Warga Syiah Sampang 'dipaksa bertobat'

Posted: 11 Aug 2013 08:23 PM PDT

syiah

Sebagian pengungsi Syiah asal Sampang mengaku dipaksa 'bertobat'.

Sejumlah warga Syiah asal Sampang, Madura, mengaku dipaksa memeluk ajaran Islam Sunni oleh sejumlah kiai dan pejabat di Sampang, demikian keterangan YLBHU.

"Seorang warga pengungsi (Islam Syiah) yang sempat pulang kampung ke Karanggayam (di Sampang), dipaksa meneken ikrar syahadat ulang kembali ke ajaran Sunni dan mengakui ajaran Tajul Muluk/Syiah sesat," demikian keterangan pers Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia, YLBHU, yang diterima BBC Indonesia, Senin (12/08) pagi.

Menurut YLBHU, salah-seorang warga Syiah itu menolak untuk 'bertobat', namun dia kemudian "diancam keselamatannya dan rumahnya akan dibakar."

Saksi ini, lanjut YLBHU, kini berada di Jakarta dan akan memberikan kesaksian kepada wartawan terhadap apa yang dialaminya saat pulang ke Sampang.

"Saksi ini bisa menjelaskan motif dan cara bagaimana proses pemaksaan itu terjadi terhadap 35 orang warga Syiah di kampung yang terpaksa meneken ikrar syahadat ulang kembali ke ajaran Islam Sunni," kata Hertasning Ichlas, juru bicara YLBHU.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, menolak tuduhan adanya pemaksaan terhadap pengungsi Islam Syiah Sampang agar kembali menganut Islam Sunni.

"Bukan memaksa. Memang ada pembinaan untuk kembali ke daerah masing-masing," kata Gamawan kepada wartawan, usai salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal , Kamis (08/08) lalu.

Menurutnya, pemerintah dan ulama Sampang melakukan pembinaan terhadap warga Islam Syiah tersebut, sebelum dia kembali ke kampungnya di Sampang, Madura.

"Sekarang tujuh keluarga sudah (bersedia kembali ke ajaran IslamSunni)," ungkap Gamawan, seraya menambahkan, saat ini tinggal 22 keluarga lainnya yang masih enggan kembali ke ajaran Sunni.

"Seorang warga pengungsi yang sempat pulang kampung ke Karanggayam, dipaksa meneken ikrar syahadat ulang kembali ke ajaran Sunni dan mengakui ajaran Tajul Muluk/Syiah sesat."

Saat ini, sekitar 200 orang pengungsi Syiah asal Sampang, masih ditempatkan di rumah susun di Sidoarjo, Jawa Timur, setelah sempat berbulan-bulan tinggal di GOR Sampang, Madura, menyusul Klik pengusiran mereka dari kampung halamannya.

Sekitar lima pekan silam, Klik upaya rekonsiliasi digelar antara perwakilan pengungsi Syiah dengan kelompok penentangnya. Hal ini terjadi setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, akan memimpin langsung upaya perdamaian itu.

Presiden kemudian menunjuk sejumlah intelektual sebagai mediator perdamaian ini, yang melibatkan pula sejumlah ormas Islam, para ulama dan kiai Madura, serta perwakilan penganut Islam Syiah di Indonesia

Salah-satu opsi yang akan dilakukan adalah Klik memulangkan pengungsi itu ke kampung halamannya di Sampang, meskipun tidak ada batas waktu yang jelas kapan mereka bisa pulang.

Sebagian ulama dan kiai Madura tidak melarang rencana pemulangan itu, tapi dengan syarat, yaitu, pengungsi Syiah dapat pulang ke kampungnya jika mereka kembali mengikuti ajaran Sunni.

Tuntutan ini ditolak oleh perwakilan pengungsi Syiah, dengan menyatakan bahwa mereka tidak menyalahi ajaran Islam.

Belum adanya titik temu ini menyebabkan proses perdamaian yang difasilitasi Rektor IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Abdul A'la ini, tidak berjalan cepat seperti yang diinginkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pengadilan AS perintahkan bayi 'Messiah' berganti nama

Posted: 11 Aug 2013 09:16 PM PDT

gereja

Hakim mengatakan hanya Yesus Kristus yang berhak menggunakan nama Messiah

Seorang hakim di Amerika Serikat memerintahkan agar nama pertama seorang bayi diganti dari "Messaiah" menjadi Martin, dengan argumen bahwa satu-satunya yang berhak memakai nama itu adalah Yesus Kristus.

Orang tua dari bayi berusia tujuh bulan Messiah DeShawn Martin awalnya menghadap pengadilan di Tennessee karena mereka bersengketa mengenai nama belakang si bayi.

Namun ketika Hakim Lu Ann Ballew mengetahui nama depan anak mereka, ia memerintahkan nama itu juga diganti.

"Hanya satu orang yang berhak memakai nama itu yaitu Yesus Kristus"

Tetapi hakim yang memerintahkan penggantian nama itu mengatakan bahwa memiliki nama "Messiah" hanya akan mendatangkan masalah jika si pemilik nama tinggal di wilayah yang mayoritas warganya adalah pemeluk agama Kristen.

"Kata Messiah adalah gelar dan itu adalah gelar yang hanya dimiliki oleh satu orang dan orang itu adalah Yesus Kristus," kata Ballew.

Ballew mengatakan ini adalah pertama kalinya ia memerintahkan penggantian nama depan.

Ibu bayi, Jaleesa Martin, mengatakan ia akan naik banding. Ia mengatakan Messiah adalah nama yang unik.

Tahun lalu lebih dari 700 bayi dinamakan Messiah di AS.

Ajaran Kristen merujuk pada Yesus sebagai Messiah, sedangkan Yudaisme menggunakan istilah itu untuk menyebut penyelamat bangsa Yahudi.

Definisi kamus mengatakan kata itu bisa berarti seseorang yang dianggap sebagai penyelamat atau pembebas.

Messiah adalah nama bayi terpopuler nomor 4 di AS sepanjang 2012, menurut daftar tahunan nama bayi populer yang dirilis Kantor Catatan Sipil.

Satu dari lima anak jadi korban bully di internet

Posted: 11 Aug 2013 08:43 PM PDT

jejaring sosial

Anak-anak pengguna situs jejaring sosial banyak yang berusia dibawah 13 tahun

Satu dari lima anak yang menggunakan situs jejaring sosial memiliki pengalaman negatif tahun lalu, demikian temuan riset badan amal untuk anak-anak di Inggris, NSPCC.

Hal itu meliputi praktek bully, pesan-pesan seksual yang tidak diinginkan, penguntit online dan merasakan tekanan untuk memiliki penampilan tertentu.

NSPCC juga mengatakan "jumlah besar" pengguna Facebook, Twitter dan Youtube berada di bawah usia 13 tahun.

Laporan lengkap survey yang melibatkan lebih dari 1 juta remaja berusia 11 hingga 16 tahun di seluruh Inggris ini akan dipublikasikan pada bulan November.

Survei ini juga menunjukkan bahwa pengalaman terburuk yang umumnya dialami anak-anak adalah bully dan diejek di internet, atau trolling.

Perlakuan itu meliputi hinaan atau intimidasi, biasanya dilakukan orang dengan nama samaran untuk memprovokasi korban.

NSPCC mengatakan survei tersebut dilakukan karena meningkatnya kekhawatiran akan risiko yang dihadapi anak-anak dan remaja di internet.

Awal bulan ini, seorang gadis berusia 14 tahun, Hannah Smith dari Leicestershire ditemukan tewas gantung diri.

Menurut sang ayah, ia mendapat pesan-pesan "kejam" di jejaring sosial ask.fm.

Claire Liley seorang pakar teknologi aman di NSPCC mengatakan, "Sangat menyedihkan bahwa ada remaja yang merasa tidak ada pilihan lain selain mengakhiri hidup mereka akibat bully di jejaring sosial."

"Hal ini adalah sesuatu yang harus kita atasi sebelum semakin tidak terkendali," tambahnya.

"Kita harus meyakinkan anak-anak muda untuk memiliki kepercayaan diri dan melawan perlakuan itu sehingga mereka tidak merasa terisolir dan putus asa."

Rafael Nadal raih Piala Rogers di Montreal

Posted: 11 Aug 2013 07:30 PM PDT

rafa

Rafael Nadal mencetak prestasi gemilang sepanjang 2013

Rafael Nadal mengalahkan Milos Raonic dari Kanada dengan penampilan cemerlang dan meraih Piala Rogers di Montreal.

Petenis Spanyol berusia 27 tahun itu hanya membutuhkan 68 menit untuk mencetak kemenangan 6-2 6-2 dan mengklaim gelar kedelapannya dan kemenangan Masters yang ke-1000 di 2013.

Kendati Klik kalah di babak pertama Wimbledon di tangan Steve Darvis, tahun ini terbilang luar biasa untuk Nadal.

Sejak kembali ke lapangan di bulan Februari, ia telah memenangi 48 dari 51 pertandingan dan merebut Klik gelar Prancis Terbuka untuk kedelapan kalinya.

Nadal juga menunjukkan dirinya tetap menjadi ancaman besar di lapangan keras, meski didera masalah lutut.

Ia mengalahkan peringkat satu dunia Novak Djokovic di semi final Montreal dan menutup kompetisi dengan kemenangan.

Raonic, peringkat 13 dunia, adalah petenis Kanada pertama yang mencapai final turnamen ini sejak Robert Bedard di 1958 tapi ia tidak mampu mematikan servis-servis tajam Nadal.

Nadal akan kembali ke peringkat tiga dunia pekan depan dan dijadwalkan bertanding di Cincinnati sebelum tampil di AS Terbuka akhir bulan ini.

Ayah Snowden akan berkunjung ke Rusia

Posted: 11 Aug 2013 07:08 PM PDT

lon snowden

Lon Snowden, kanan, akan segera terbang ke Moskow

Lon Snowden, ayah dari pembocor informasi intelijen AS Edward Snowden, telah mendapat visa Rusia dan akan mengunjungi putranya "segera," kata pengacaranya.

Snowden mengatakan pada jaringan televisi ABC di AS bahwa ia ingin anaknya kembali jika sistem peradilan diterapkan "dengan benar" dalam kasusnya.

Ia menambahkan bahwa anaknya telah "mengungkapkan kebenaran" dan membuat pengorbanan besar.

Edward Snowden telah mendapat Klik suaka dari Rusia kendati AS meminta agar Rusia memulangkan pemuda itu.

Lon Snowden berbicara di televisi ABC dengan didampingi pengacaranya Bruce Fein.

"Kami memiliki visa, kami memiliki tanggal, yang tidak akan kami ungkapkan karena kehebohan terkait kasus ini," kata Fein, merujuk kepada rencana kunjungan ke Moskow.

Edward Snowden tiba di Moskow pada 23 Juni dari Hong Kong, setelah membongkar program pengumpulan data rahasia oleh pemerintah AS.

Ia kemudian menghabiskan waktu lima minggu di area transit Bandara Sheremetyevo di Moskow.

Ia Klik meninggalkan bandara pekan lalu setelah mendapat dokumen resmi yang menjamin perlindungan pemerintah Rusia atas dirinya.



Posting Komentar