news.detik |
- 'Chelsea Tak Perlu Terburu-buru Pastikan Gelar'
- Hendak Kabur, Dua Komplotan Begal di Pontianak Ditembak Polisi
- Usai Dipecat, Spahic Diskorsing 3 Bulan oleh DFB
- Rodgers: Cuma Saya yang Pantas Menjadi Manajer Liverpool
- Dua Kecelakaan Lalu Lintas di Riau dalam Sehari, 3 Orang Tewas
- KPK Seharusnya Ajukan PK Putusan Praperadilan Hakim Sarpin
| 'Chelsea Tak Perlu Terburu-buru Pastikan Gelar' Posted: 23 Apr 2015 10:41 AM PDT London - Chelsea dalam posisi yang sangat nyaman untuk meraih gelar Premier League dan diyakini bisa memastikan trofi beberapa pekan sebelum musim berakhir. Namun Branislav Ivanovic menilai timnya tak perlu buru-buru. Chelsea kukuh di puncak klasemen Premier League dengan nilai 76 dari 32 pekan. Mereka unggul 10 angka dari Arsenal yang jadi pesaing terdekat. Melihat laju mereka yang konsisten sejauh ini di mana baru kalah dua kali sepanjang musim, diyakini tinggal menunggu waktu saja sebelum The Blues juara. Apalagi musim hanya menyisakan enam pertandingan lagi. Ivanovic mengakui timnya ingin secepatnya memastikan diri juara. Namun demikian, dia juga menilai yang terutama adalah menjaga fokus dan tak perlu gegabah menyelesaikan musim. "Ini sudah jadi musim yang sangat panjang. Ketika Anda melihat pada sejumlah laga pertama yang kami mainkan bersama di liga, rasanya seperti dua tahun lalu. Jadi ini musim sejauh ini sangat berat untuk kami, tapi sekarang kami menatap akhir kompetisi dan harus terus fokus," kata Ivanovic di situs resmi klub. "Kami punya enam laga lagi untuk dijalani dan secara psikologis, target pertama kami adalah merengkuh titel secepat mungkin. Tapi kami tidak perlu terburu-buru. Kami harus mempelajari dan menangani setiap laga, (meski) kami berharap bisa memenanginya secepat mungkin," imbuhnya. Kesempatan untuk mempercepat pesta terbuka lebar di akhir pekan ini, kala bertandang ke Emirates Stadium untuk menantang Arsenal. Kemenangan bakal makin memperlebar jarak dan mengamankan posisi. (raw/din) |
| Hendak Kabur, Dua Komplotan Begal di Pontianak Ditembak Polisi Posted: 23 Apr 2015 10:23 AM PDT Istri salah satu tersangka yang ikut bersama pelaku ini tampak kaget saat puluhan polisi berpakaian preman dan bertubuh tegap menyergap suaminya yang hendak naik bus setelah turun dari mobil minibus sewaan berwarna putih yang mereka tumpangi bersama anggota komplotan lainnya. Meski sudah dikepung petugas, dua anggota komplotan begal bernama Fredy dan Rio ini akhirnya tersungkur setelah dua butir peluru bersarang di kedua kakinya. Namun dua anggota komplotan lain berhasil lolos dari kepungan petugas. Sebelum ditangkap, komplotan ini sempat berhenti minum kopi di kawasan Segedong. Komplotan ini tak menyadari telah dibuntuti polisi. "Iya keduanya ditembak karena berusaha melarikan diri. Apalagi keduanya sempat menunjukan senjata berupa pistol di balik pakaiannya dan ternyata pistol itu adalah air soft gun. Kemungkinan senjata inilah yang sering komplotan ini gunakan untuk menakuti para korban," kata Wakil Direktur Reskrimum Polda Kalbar, AKBP Supriyadi, kepada detikcom, di Rumah Sakit Anton Soejarwo Bhayangkara Polda Kalimantan Barat, Kamis (23/4/2015) malam. Supriyadi mengatakan kedua anggota komplotan ini terkenal licin dan kerap beraksi dimanapun dari kota Pontianak hingga ke pelosok daerah pedalaman Kalimantan Barat. "Terakhir laporan kejahatan yang mereka lakukan terjadi di wilayah hukum Bengkayang. Setelah mendapat informasi ini, petugas kami dari satuan Unit Jatanras dan Resmob Polda Kalimantan Barat melakukan pengepungan dengan menutup akses keluar. Barulah malam ini, komplotan ini disergap, dan dua berhasil ditembak, sementara dua lainnya berhasil melarikan diri," terangnya. Kawanan komplotan ini mengintai para korbannya dari sasaran rumah kosong yang ditinggal pemiliknya, hingga dengan modus memecahkan kaca mobil. Bahkan mereka tergolong komplotan begal yang memiliki catatan panjang kriminal. "Semua pelaku ini adalah residivis kambuhan, mereka tak segan-segan melukai para korbannya bila korban melawan. Karena itu saya imbau masyarakat terus berhati-hati dan selalu waspada terhadap barang bawaan maupun harta benda yang disimpan di dalam mobil agar aksi kejahatan serupa tak terulang kembali," imbuhnya. Dua anggota komplotan yang tertembak ini langsung menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Barat. salahsatu tersangka Rio bahkan sempat menangis karena terus merasakan kesakitan pada kakinya yang tertembus peluru. Dari tangan kedua anggota komplotan begal ini, polisi menyita uang tunai Rp 30 juta, puluhan handphone bermerek, serta dua tas. Kasus kejahatan begal ini selanjutnya akan dilimpahkan ke Polres Bengkayang berikut tersangka dan barang bukti yang diamankan. (rvk/rvk)Baca Juga Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| Usai Dipecat, Spahic Diskorsing 3 Bulan oleh DFB Posted: 23 Apr 2015 10:20 AM PDT Leverkusen - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, seperti itulah nasib Emir Spahic kini. Setelah dipecat Bayer Leverkusen, Spahic harus menjalani hukuman tiga bulan dari Federasi Sepakbola Jerman (DFB) plus membayar sejumlah denda. Spahic dipecat beberapa waktu lalu menyusul insiden antara dirinya dengan steward di pinggir lapangan usai Leverkusen disingkirkan Bayern Munich di perempatfinal DFB-Pokal. Saat itu pemain Bosnia-Herzegovina itu menanduk petugas keamanan tersebut diawali adu mulut antara keduanya. Atas tindakannya itu pekan lalu Leverkusen kemudian memecat Spahic yang dinilai sudah melakukan perbuatan di luar batas, meski kasus tersebut masih dalam proses investigasi jaksa penuntut umum wilayah Cologne. Tak cuma dipecat Spahic pun harus menerima hukuman dari DFB yang melarangnya bermain selama tiga bulan hingga tanggal 12 Juli. Tak hanya itu, Spahic juga harus membayar denda 20 ribu euro atau sekitar Rp 2,8 miliar. "Saya menyesali perilaku saya seusai pertandingan pada hari Rabu. Atas perilaku ini, saya ingin meminta maaf kepada para korban dan keluarga mereka," ujar Spahic usai dipecat Leverkusen. "Saya tahu bahwa saya sudah memberi masalah besar kepada klub saya. Merupakan sebuah kehormatan bisa menjadi bagian tim ini. Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka di masa mendatang," kata mantan pemain Sevilla dan Lokomotiv Moskow ini. (mrp/din) |
| Rodgers: Cuma Saya yang Pantas Menjadi Manajer Liverpool Posted: 23 Apr 2015 10:18 AM PDT Liverpool - Masa depan Brendan Rodgers kembali dispekulasikan menyusul nirgelar Liverpool musim ini. Tapi Rodgers menyanggah rumor pemecatan dirinya seraya menegaskan hanya dirinya yang pantas duduk di kursi manajer 'Si Merah'. Liverpool gagal melaju ke final Piala FA pekan lalu usai kalah dari Aston Villa di semifinal yang mana memusnahkan harapan mereka meraih trofi musim ini, setelah gagal total di Premier League, Liga Champions/Liga Europa, dan Piala Liga. Dengan demikian maka dipastikan tiga musim dimanajeri Rodgers, Liverpool tak mendapatkan apa-apa selain gelar runner-up musim lalu, yang menyamai catatan buruk saat dilatih Phil Taylor 56 tahun silam. Performa tak memuaskan musim ini pun bakal berujung pada kegagalan meraih tiket ke Liga Champions. Kondisi itu ditambah dengan kegagalan sejumlah pemain baru bersinar yang kian menyudutkan Rodgers. Wajar rumor pun mulai beredar di mana Rodgers dipastikan akan dipecat oleh FSG untuk digantikan Juergen Klopp sebagai kandidat terkuat. Meski terus mendapat tekanan akibat hasil buruk musim ini, Rodgers merasa posisinya tak terancam mengingat dirinya adalah orang terbaik untuk menjadi manajer Liverpool, bukan Klopp, Frank De Boer, atau Rafael Benitez sekalipun. "Saya pikir tidak ada yang lebih baik dibanding saya untuk pekerjaan ini. Kenyataan yang saya lihat seperti itu. Tiga bulan lalu, saya disebut sebagai pelatih genius dan membawa tim ke level atas. Kami lalu kalah di beberapa laga penting dan tiba-tiba saja Anda disebut tidak bagus," tutur Rodgers seperti dikutip Soccernet. "Tapi seperti inilah sepakbola. Itulah yang akan terjadi. Orang-orang akan berspekulasi. Saya merasa seperti itu lagi. Saya tidak pernah merasa jemawa ketika kami menang atau terlalu sedih ketika kami kalah karena Anda harus langsung menatap laga selanjutnya," lanjut pria asal Irlandia Utara itu. "Saya punya hubungan yang sangat baik dengan pemilik klub. Mereka paham ketika kami berbicara di awal kedatangan saya, semua butuh proses." "Tim ini bukan diisi para pemain yang memang sudah siap untuk jadi juara. Saya bukan melatih tim yang sudah memenangi banyak trofi dalam 10 tahun terakhir. Anda harus lihat fakta itu. Tapi tentunya kami ingin lebih baik lagi musim depan dan memperbaiki penampilan kami." "Kami memang gagal memenuhi target kami, di mana itu adalah memenangi trofi. Kami sempat dekat tapi tidak begitu dekat-dekat amat. Misi lainnya adalah finis empat besar. Memang itu sulit tapi kami harus ada di sana dan berusaha hingga akhir. Jadi laga-laga selanjutnya akan sangat, sangat penting bagi kami. Kami akan bertarung hingga laga terakhir," demikian Rodgers. (mrp/raw) |
| Dua Kecelakaan Lalu Lintas di Riau dalam Sehari, 3 Orang Tewas Posted: 23 Apr 2015 10:11 AM PDT
Kecelakan lalu lintas terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Bengkalis. Untuk di Kab Inhu, kecelakaan terjadi Kamis (23/4/2015) sekitar pukul 06.30 WIB di jalan lintas timur KM 19 Desa Talang Lakat Kecamatan Batang Gansal. "Lakalantas ini antara mobil Daihatsu Terios dengan dua sepeda motor. Mobil melaju kencang namun mengarah ke kanan, lantas menabrak dua sepeda motor yang ditumpangi siswa yang mau pergi sekolah," kata Humas Polres Inhu, Iptu Yarmen Djambak kepada detikcom. Masih menurut Yarmen, korban meninggal adalah Ramot Aritonang (21) yang lagi mengantarkan adiknya sekolah. Sedangkan satu sepeda motor lagi siswa SMP yang berboncengan. "Tiga orang pengendara motor lainnya mengalami luka ringan dan berat," kata Iptu Yarmen. Selanjutnya, lakalantas juga terjadi di Kabupaten Bengkalis. Di sana, kecelakaan antara truk tangki minyak dengan truk pengangkut kaya. Kejadian sekitar pukul 04.00 dini hari tadi. Lakalantas ini tepatnya di Km 103 jalan lintas timur di Kecamatan Pinggir. Korban meninggal yakni sopir truk tanki Irfan dan keneknya Sudarno. "Truk tanki ini melaju kencang dari arah Bengkalis menuju Pekanbaru. Namun sopir sepertinya tidak melihat jika ada truk yang lagir parkir di tepi badan jalan. Lantas truk tanki menabrak bagian belakang truk pengangkut kayu," kata Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Alex Sandi Siregar, kepada wartawan. (cha/iqb)Baca Juga Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| KPK Seharusnya Ajukan PK Putusan Praperadilan Hakim Sarpin Posted: 23 Apr 2015 10:09 AM PDT "Putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dari hakim Sarpin dalam perkara Komjen Pol Budi Gunawan menyentak dunia hukum di negeri ini. Sebagian ahli hukum termasuk banyak dari pegiat anti korupsi menganggap putusan praperadilan itu melintasi batas pasal 77 KUHAP," ucap eks hakim agung Laica Marzuki dalam diskusi yang diselenggarakan Gerakan Anti Korupsi Lintas Kampus bertajuk 'Bedah Publik Keputusan Hakim Sarpin' di Jl Hang Lekiu II no 40, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2015) malam. Dalam diskusi itu sedianya hadir pula mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, dan Ketua Program Pascasarjana Interdisiplin UI Sulistyowati Irianto. Namun ketiganya tidak dapat hadir langsung sehingga hanya memberikan pendapat melalui sambungan telepon. Laica menganggap putusan Sarpin ini memantik tersangka lainnya untuk mengajukan praperadilan serupa yaitu mempermasalahkan penetapan tersangka. Namun nyatanya belum ada putusan yang serupa dengan apa yang diketok oleh Sarpin. "Salah satu putusan itu dikenal putusan hakim praperadilan Tatik tanggal 8 April dengan pemohon Suryadharma Ali yang tidak diterima. Putusan dia sifatnya legalistik. Hakim Tatik berpendapat status seseorang tersangka di luar kewenangan, artinya status tersangka bukan objek praperadilan," ujar Laica. Laica tak semata-mata menyalahkan Sarpin lantaran dia memandang hukum di Indonesia telah ketinggalan zaman. Laica juga menyebut bahwa terlepas dari kecurigaan, putusan Sarpin yang melampai pasal 77 KUHAP itu merupakan suatu perlindungan hukum. "Ketika kita mau memperjuangkan nasib kita ajukan praperadilan. Kalau berhadapan dengan hakim legalistik akan ditolak karena tidak sesuai pasal 77. Ada beberapa bagian di pertimbangan hakim Sarpin yang saya tidak setuju tetapi tidak boleh dihajar. Biarkan ini berjalan," kata Laica.Next (dha/rvk)Baca Juga Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| You are subscribed to email updates from news.detik To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Posting Komentar