Inilah.com - Terkini

0 komentar

Inilah.com - Terkini


Klub ISL Siap Penuhi Undangan Menpora

Posted: 26 Apr 2015 11:44 AM PDT

INILAHCOM, Jakarta - Klub-klub peserta ISL (Liga Super Indonesia) memastikan diri memenuhi undangan Menpora Imam Nahrawi. Namun, bukan 16 seperti yang diminta, tapi 18 klub termasuk Persebaya dan Arema yang tak masuk dalma undangan.

Hal itu disampaikan oleh pimpinan rombongan Aidil Fitri usai melakukan pertemuan tertutup 18 klub di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (26/4/2015). Pria yang menjabat sebagai manajer Pusamania Borneo FC itu meminta Imam Nahrawi hadir dalam pertemuan itu.

"Kami minta Menpora hadir. Kami ingin menanyakan alasannya tidak memperbolehkan kompetisi. Ini supaya kompetisi jangan diawang-awang lagi," kata Aidil kepada wartawan.

Pada kesempatan itu pun, Aidil menegaskan bahwa klub yang akan datang ke kantor Kemenpora sebanyak 18 klub termasuk Arema dan Persebaya yang tidak dicantumkan dalam undangan Kemenpora.

Menurut Aidil, klub-klub ISL akan tetap kompak dengan mengakui Persebaya dan Arema Indonesia meski kedua klub itu dinyatakan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tidak memenuhi syarat mengikuti kompetisi.

"Kami tetap kompak dan bersatu dan ingin kompetisi tetap berjalan. Semoga Kepolisian juga siuman dan memberi izin. 18 klub bersatu dengan sadar karena diakui kongres dan FIFA. Jangan tercerai berai," tukasnya.

Rencananya, pertemuan antara klub ISL dengan Menpora akan digelar pagi nanti pukul 10.00 WIB di Kantor Kemenpora.[rza]

Batur Jadi Dulur, Dulur Beuki Akur

Posted: 26 Apr 2015 11:36 AM PDT

SEKITAR 3000 bobotoh, tumplek pada acara Ulang Tahun Viking Batujajar yang ke-13, di Lapangan Carik, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (26/4/2015).

Sejumlah hiburan pun disuguhkan, mulai dari pergelaran kesenian dan olah raga tradisional Sunda, pameran batu akik hingga penampilan grup band. Viking Batujajar juga mengajak masyarakat sekitar dan bobotoh lainnya turut berperan aktif.

"Viking Batujajar memberikan suguhan buat anggota kami, bobotoh dan masyarakat di sini (Batujajar) dan sekitarnya. Tentunya agar bisa lebih dekat dan ikut dalam acara ultah kami ini. Dalam acara ini, kami juga memberikan hiburan buat masyarakat sini," kata Ketua Viking Batujajar, Ipin kepada INILAH, disela-sela acara, Minggu (26/4/2015).

Di hari jadi Viking Batujajar ini, mereka mengusung tajuk 'Batur Jadi Dulur, Dulur Beuki Akur'. Dikatakan Ipin, makna dari tema itu karena pihaknya sangat menjaga tali persaudaraan. Bukan antar anggota Viking Persib Club (VPC) saja, namun penggemar Persib Bandung umumnya.

"Artinya kami mengganggap semua bobotoh dan masyarakat lain adalah saudara kami, dan saudara kita yang sudah dekat harus tetap dekat dan menjadi keluarga," imbuh dia.

Hari ulang tahun memang identik dengan sebuah kado. Viking Batujajar pun berharap tim kebanggaannya memberikan hadiah, dengan mempertahankan gelar juara di kompetisi domestik.

"Kado yang ingin dari Persib, mungkin kami meminta Persib harus bisa memepertahankan juara di tahun ini," harapnya.

Jumlah anggota salah satu distrik VPC ini, memang terbilang banyak. Sejak 13 tahun lalu, tercatat sekira 800 orang yang kerap membirukan stadion untuk mendukung perjuangan Maung Bandung di lapangan hijau.

Ipin menambahkan, di luar mendukung Persib, anggotanya juga sering terjun dalam kegiatan sosial. Terutama saat terjadi bencana di area Bandung dan sekitarnya. "Rangkaian agenda yang kami lakukan, di antaranya kami terlibat dalam kegiatan bakti sosial," tambahnya.

Dia pun tak menampik, selama mendukung Persib, Viking Batujajar tak melulu berhadapan dengan cerita manis. Namun semua terobati ketika menyaksikan jagoannya bertanding.

"Kalau suka dan duka saat mendukung Persib, menurut kami pasti ada, tapi kami tidak menghiraukan rasa suka ataupun duka. Yang terpenting bagi kami adalah kita harus tetap kompak dan loyal buat Persib dan organisasi kita (VPC). Pokoknya rasa suka dan duka kami tetap satu hati untuk tetap mendukung Persib," tegasnya.

Dalam helatan ulang tahun itu, beberapa tokoh pun turut hadir. Seperti dari Muspika Kecamatan Batujajar, para sesepuh Batujajar, Dewan KBB, ketua OKP dan Ormas kecamatan Batujajar.

Selain itu, ada pula perwakilan club motor di KBB. Tentunya kemeriahan ulang tahun ke-13 ini, tak terlepas dari partisipasi perwakilan Distrik-Distrik VPC lainnya. Perwakilan anggota VPC yang hadir, di antaranya dari Jakarta, Karawang, Cikalong, Bandung Selatan, Cililin dan Viking Automotif Rider (VAR).

"Harapan di ultah yang ke-13 ini, Viking Batujajar ingin lebih maju, sukses dan tetap kompak, loyal buat mendukung Persib," harap Ipin. Selain itu, Viking Batujajar juga berharap persepakbolaan Indonesia kembali kondusif.

Dia menyayangkan, soal ketidaksenadaan PSSI dan Kemenpora, hingga membuahkan polemik. Padahal, hemat dia, sepak bola tak ubahnya hiburan bagi masyarakat. Untuk itu, dia berharap perseteruan dua kubu itu segera mencair.

"Tanggapan saya pasti sama dengan yang lain, pasti kami sebagai bobotoh merasa terusik dengan kejadian kisruh saat ini. Karena sepak bola adalah hiburan buat kami. Maka dengan ini kami meminta pihak yang sedang kisruh agar cepai selesai," harapnya.

Dengan kondisi ini, dia khawatir bakal berujung pada kehancuran sepak bola domestik. Apalagi kini, status Indonesia tengah merosot di rangking FIFA. Seharusnya, kedua pihak bisa mencari jalan keluar dengan kepala dingin. Mengingat, masyarakat Indonesia sangat menantikan Tim nasional-nya bisa pentas di Piala Dunia.

"Jangan sampai persepakbolaan kita jadi hancur, yang kami inginkan persepakbolaan kita lebih maju dan baik lagi, Kalau bisa Indonesia bisa masuk Piala Dunia," tandasnya. (ddy)

Everton Ungkap Kunci Kemenangan Telak Lawan MU

Posted: 26 Apr 2015 11:15 AM PDT

INILAHCOM, Liverpool - Everton meneruskan tren positif mereka di Liga Primer Inggris. Kali ini, korbannya adalah Manchester United yang mampu dikalahkan dengan skor telak 3-0. Apa kunci kemenangan tersebut?

Dari lima laga terakhir di Liga Primer Inggris, Everton tak terkalahkan. Sementara itu, Setan Merah baru saja menelan kekalahan 0-1 dari Chelsea pekan lalu.

Dalam kondisi psikis yang lebih bagus, Everton tampil luar biasa dan mampu membuat MU tak berkutik. Bermain di Goodison Park, Minggu (26/4/2015), tiga gol James McCarthy, John Stones, dan Kevin Mirallas membuat Manchester Merah menelan kekalahan keduanya secara beruntun.

Meski mampu menguasai bola, MU tak bisa membuat peluang bersih mencetak gol. Sementara itu, Everton tampil dengan mengandalkan serangan balik cepat yang menjadi senjata rahasia menang atas tim asuhan Louis van Gaal itu.

"Dengan senang hati kami membiarkan MU menguasai bola di area tertentu, tapi kami menunjukkan dinamisme dan transisi yang bagus dari bertahan menjadi menyerang. Saya pikir Aaron Lennon, Ross Barkley, dan Romelu Lukaku sering mengancam pertahanan MU," ujar pelatih Everton, Roberto Martinez, kepada BBC.

"Menjaga konsentrasi selama 90 menit dan tak kebobolan sangat luar biasa. Ini menunjukkan kami memiliki mental bagus dan itu adalah hal yang kami pelajari sepanjang musim ini," pelatih asal Spanyol itu menuntaskan.

Ahsan/Hendra Gagal Persembahkan Gelar Kedua

Posted: 26 Apr 2015 11:12 AM PDT

INILAHCOM, Wuhan - Setelah meraih satu gelar dari Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan gagal memberikan gelar kedua. Di final, mereka kalah dari Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, 21-18, 22-24 dan 19-21.

Sempat menang di gim pertama, Ahsan/Hendra terlibat pertarungan ketat di gim kedua. Sayang, mereka kalah 22-24. Hal serupa terjadi di gim ketiga. Sempat unggul 19-16, Ahsan/Hendra terkunci di poin tersebut sementara lawan mampu menambah lima poin beruntun.

"Kami ingin mengucapkan selamat kepada Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong. Hari ini adalah harinya mereka. Kami sudah memberikan yang terbaik, namun kurang beruntung di lapangan," beber Ahsan, dilansir badmintonindonesia.org.

"Kami cukup puas dengan permainan kami hari ini. Kami sudah memberikan yang terbaik, walaupun harus kalah," Hendra menambahkan.

Dengan ini, rekor pertemuan keduanya menjadi 6-3 masih untuk keunggulan Lee/Yoo. Meski demikian, perjuangan Ahsan/Hendra mendapat apresiasi dari Ketua Umum PBSI, Gita Wirjawan.

"Ini adalah hasil maksimal yang bisa dicapai oleh Hendra/Ahsan. Semoga kekalahan hari ini bisa dijadikan evaluasi untuk ke depannya," kata Gita.

Imparsial: Jokowi Ingkar tak Hormati HAM

Posted: 26 Apr 2015 11:04 AM PDT

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai telah melakukan mengingkari janji politiknya soal persoalan Hak Azasi Manusia. Dengan begitu, kebijakan Jokowi bertentangan dengan nawacita yang didengung-dengungkan dalam kampanye Pilpres.

"Presiden ingkar terhadap janji politiknya yang tertuang dalam nawacita. Meningat di dalam janji presiden salah satunya adalah penghormatan terhadap hak asasi manusia," ujar Direktur Program Imparsial, Al Araf di Jakarta, Minggu (26/4/2015).

Dia menjelaskan, tak konsistennya Jokowi melindungi HAM dibuktikan dengan kebijakannya yang melakukan eksekusi mati terhadap para narapidana (napi). Sebab, dengan eksekusi mati itu berarti Presiden Jokowi tak menghormati HAM dari seseorang.

"Nah konsekuensi dasar dari penghormatan untuk hidup adalah maka negara tidak menerapkan eksekusi mati dalam praktek hukumnya. Tapi realitasnya presiden tidak menjalankan, ingkar terhadap janjinya," katanya.

Al Araf mengatakan dalam janji kampanye, Jokowi selalu menggembar-gemborkan soal penegakan HAM. Namun dengan kebijakan eksekusi mati ini berarti janji kampenye tersebut tak dijalankan.

"Itu artinya rencana eksekusi mati ini merupakan satu bentuk pengingkaran presiden atas janji politiknya. Itu sama saja saya mau bilang presiden tukang bohong," katanya.[ris]

KCJ Train, Aplikasi untuk Pengguna Commuter Line

Posted: 26 Apr 2015 11:02 AM PDT

INILAHCOM, Jakarta - Tiga peneliti Universitas Indonesia (UI) menciptakan aplikasi berbasis Android yang dapat menampilkan informasi jadwal kereta dan posisi kereta rel listrik (KRL) serta laporan gangguan perjalan secara real time.

Aplikasi bernaman KCJ Train itu diciptakan oleh Dr Nadia Yovani, M.Si dari jurusan sosiologi, Himawan Pratama, M.Si (sastra Jepang) dan Tridianto Subagia, S.Kom (ilmu komputer), serta bekerjasama dengan PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ).

Selain informasi, para pengguna KRL juga dapat menyampaikan keluhan melalui fitur surat elektronik atau email keluhan. Aplikasi ini juga dapat terintegrasi dengan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

Dalam soft launching aplikasi tersebut baru-baru ini, Nadia Yovani mengatakan, aplikasi ini dibuat berdasarkan penelitian ilmiah yang dilakukan tim peneliti selama dua tahun tentang kultur pengguna transportasi umum di Jepang dan Indonesia.

Dana penelitian diperoleh dari hibah penelitian Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Dikti.

Para peneliti membandingkan data perilaku pengguna transportasi kereta di Jepang dan Indonesia. Setahun pertama, tim peneliti mengumpulkan data di Jepang. Tahun berikutnya, pengumpulan data lapangan dilakukan di Indonesia.

Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan kereta sangat dipengaruhi oleh keberhasilan operator kereta dalam memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada pelanggannya.

Tingkat kepercayaan pengguna kereta terhadap operator kereta dapat terjaga melalui pengembangan saluran komunikasi dan informasi yang terpercaya serta efisien.

"Untuk itu, kami berinisiatif membuat sebuah aplikasi yang memudahkan akses informasi kereta," kata Nadia.

Lebih lanjut, tim peneliti UI mengatakan, PT KCJ telah memiliki potensi kepercayaan konsumen dengan baik. Hal ini terbukti dari hasil survei bahwa 82,5% konsumen harian commuter line Jabodetabek memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada media sosial yang dimiliki PT. KCJ.

"Maka dalam rangka mencapai target 1,2 juta penumpang pada tahun 2019, aplikasi 'KCJ Train' tepat untuk menjawab tantangan tersebut," ujarnya.

Selama ini, sejumlah permasalahan praktik komunikasi yang dialami PT KCJ di antaranya penumpukan fungsi media, cara berinteraksi yang kurang efisien seperti semua input (tweet konsumen) langsung dijawab meski berulang.

Aplikasi KCJ Train diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta menciptakan pelayanan prima PT KCJ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian yang didasarkan pada kultur dan perilaku sosial masyarakat juga dapat diterapkan di dunia bisnis.

Rencananya, PT KCJ akan melakukan peluncurkan KCJ Train secara official (termasuk untuk publik) setelah tim peneliti menyerahkan lisensi sepenuhnya untuk mengelola aplikasi tersebut. Dijadwalkan serah terima tersebut akan dilakukan setelah 30 April 2015. [tar/ ikh]



Posting Komentar