news.detik

0 komentar

news.detik


Prancis Langgar Traktat Tentang Larangan Memukul Anak

Posted: 04 Mar 2015 11:02 AM PST

Pengamat hak asasi manusia di Eropa mengkritik Prancis karena tidak bisa melarang penduduknya memukul anak. Dewan Eropa mengatakan bahwa hukum Prancis terkait hukuman fisik 'tidak jelas' kata wartawan BBC Jasmine Coleman.

Hukum Prancis melarang kekerasan terhadap anak, namun masih mengizinkan para orang tua untuk memiliki 'hak mendisiplinkan' anak.

LSM anak-anak Inggris, Approach, menentang Prancis dan enam negara lainnya karena negara-negara tersebut telah melanggar Piagam Sosial Eropa yang mengharuskan para penandatangan traktat untuk melindungi anak-anak.

Meskipun Dewan Eropa tidak dapat memberi sanksi terhadap negara-negara anggotanya, mereka telah menyerukan kepada 47 anggotanya untuk melarang hukuman fisik terhadap anak-anak.

Sejauh ini sudah ada 27 negara yang melarang tindakan tersebut.

Hukuman kekerasan

Dalam keputusan yang diumumkan pada hari Rabu (04/03) Dewan Komite Hak Sosial Eropa mengatakan, "Sekarang sudah ada sebuah konsensus oleh badan hak asasi manusia di wilayah Eropa dan tingkat internasional bahwa hukuman fisik terhadap anak harus dilarang secara tegas."

Menyambut hukum tersebut, juru bicara Approach, Peter Newell mengatakan, "Di banyak negara, hukuman kekerasan fisik terhadap anak adalah satu-satunya bentuk dari kekerasan antarpribadi di dalam keluarga yang masih legal."

Pemerintah Prancis menolak pernyataan Approach dengan mengatakan bahwa hukum yang ada sudah memberikan perlindungan yang cukup untuk anak-anak.

Menteri Keluarga Perancis, Laurence Rossignol mengatakan bahwa itu tidaklah perlu untuk melegalisir permasalahan 'menampar' ini.

"Kami tidak butuh hukum, tetapi kami tetap harus mempertimbangkan kegunaan dari hukuman fisik dalam membesarkan anak-anak," katanya kepada AFP.

Mayoritas memukul anak

Dalam sebuah pemungutan suara pada tahun 2007, 87% orangtua Perancis memukul anaknya di bagian pantat dan 32% mengatakan bahwa mereka menampar anaknya.

Gilles Lazimi, seorang koordinator kampanye antimemukul Foundation Pour L'Enfance, mengatakan kepada koran Inggris, The Guardian, bahwa studi tersebut menunjukkan 50% orang tua Prancis memukul anaknya sebelum umur dua tahun.

Pada tahun 2013, seorang ayah didenda 500 euro atau sekitar Rp7 juta karena memukul anaknya yang berusia sembilan tahun.

Kasus ini menghidupkan kembali perdebatan hukuman fisik di Perancis.

Pada bulan Mei, Dewan Eropa akan mengumumkan keputusannya terkait negara-negara lain, yang termasuk dalam laporan Approach.

(jor/jor)

UEFA Denda Roma, Beri Ljajic Peringatan

Posted: 04 Mar 2015 10:49 AM PST

Nyon - AS Roma mendapatkan sanksi berupa denda dari UEFA. UEFA juga memberikan peringatan kepada pemain Roma Adem Ljajic.

Roma didenda 10 ribu Euro (sekitar Rp 144 juta) setelah penundaan kick-off ketika menyambangi markas Feyenoord dalam partai leg kedua babak 32 besar Liga Europa pada akhir Februari lalu.

Saat itu dugaan adanya pelecehan rasial terhadap pemain Roma, Gervinho, dari para suporter tuan rumah membuat pertandingan di De Kuip tidak dimulai tepat pada waktunya.

Pelecehan rasial tersebut, berupa lemparan balon pisang ke arah lapangan, juga berimplikasi pada perayaan gol dari Ljajic yang kini berbuntut peringatan dari UEFA--sebagaimana diwartakan Reuters.

Ljajic, yang mencetak gol pertama Roma dalam kemenangan 2-1 tersebut, merayakan dengan cara berlari ke arah kubu suporter Feyenoord sembari menunjuk ke arah Gervinho sebagai tanda mendedikasikan gol buat rekan setimnya tersebut.

Tindakan Ljajic tersebut dinilai UEFA seperti hendak memprovokasi para suporter tuan rumah. Sempat diduga akan mendapat denda atau hukuman larangan tampil, ia akhirnya cuma dapat teguran.

Sementara Feyenoord, yang akhirnya dikandaskan Roma dengan agregat 2-3, juga dikabarkan menghadapi kemungkinan mendapat hukuman dari UEFA. Sport Live menyebut keputusan terhadap klub Belanda itu akan keluar pada 19 Maret depan.

(krs/rin)

Pellegrini Bidik 88 Poin untuk Pertahankan Titel Liga

Posted: 04 Mar 2015 10:44 AM PST

Manchester - Manajer Manchester City Manuel Pellegrini menuntut pemainnya untuk memenangi sisa kompetisi musim ini. Pellegrini menilai 88 poin cukup bagi City untuk mempertahankan titel juara Premier League.

The Citizens baru saja mendapatkan pukulan dalam perburuan titel juara setelah menyerah 1-2 di markas Liverpool pada akhir pekan. Kekalahan itu membuat City tertinggal lima poin dari Chelsea, yang berpeluang melebarkan jaraknya mengingat masih memiliki satu pertandingan sisa.

City merengkuh dua titel juara liga dalam tiga musim terakhir. Di 2011-12, City meraihnya usai unggul selisih gol dari Manchester United meski sama-sama mengoleksi 89 poin. Dua musim berikutnya, titel liga keempat didapat usai memperoleh 86 poin unggul dua poin dari Liverpool.

Kompetisi 2014-15 tinggal menyisakan 11 pertandingan lagi. City sama sekali tak boleh kehilangan poin, dimulai saat menghadapi Leicester City pada malam ini.

"Kami memang kehilangan tiga poin dan tentu saja kekalahan itu mempersulit kami mencapai puncak klasemen," kata Pellegrini di Mirror.

"Tapi kami masih bisa mencapai 88 poin dan kami memenangi dua titel kami dengan 89 dan 86 poin. Jadi kami mesti mencoba melanjutkan, memenangi pertandingan berikutnya dan sebanyak mungkin yang kami bisa lalu melihat di mana kami akan finis."

"Sebelas pertandingan adalah yang kami mesti mainkan di sisa musim, dan banyak hal yang akan terjadi di masa itu. Kami tidak akan menyerah dalam perburuan gelar sampai tidak mungkin lagi. Tapi kami mesti mencoba untuk meningkatkan permainan kami, kemudian memenangi pertandingan berikutnya," imbuh manajer Chile ini.

(rin/roz)

Dominasi Bayern di Bundesliga Diyakini Akan Terus Berlanjut

Posted: 04 Mar 2015 10:17 AM PST

Hoffenheim - Bayern Munich sangat dominan di Bundesliga dalam beberapa tahun terakhir dan seperti tak mendapat lawan sepadan. Dominasi Die Roten tersebut diyakini akan terus berlanjut.

Bayern menjuarai Bundesliga dalam dua musim terakhir. Dalam dua musim tersebut, Bayern selalu unggul jauh atas tim yang berada di posisi kedua. Pada musim 2012/2013, mereka berjarak 25 poin dari Borussia Dortmund. Pada musim lalu, mereka unggul 19 poin atas Dortmund.

Bayern masih perkasa pada musim ini. Di bawah kepemimpinan pelatih Pep Guardiola, mereka memuncaki klasemen sementara Bundesliga dengan keunggulan delapan poin atas VfL Wolfsburg.

Dengan segala sumber daya yang mereka miliki, Bayern diprediksi tak akan tertandingi di kompetisi domestik dalam beberapa tahun ke depan. Klub-klub lain di Jerman dianggap belum mampu mencapai level yang sama dengan mereka.

"Bayern adalah tim brilian dengan skuat yang sangat bagus dan mungkin dalam beberapa tahun ke depan target mereka adalah di Eropa, di mana tak ada tim Jerman lain yang selevel dengan mereka," ujar Kepala Hubungan Internasional dan Pemantau Bakat Hoffenheim, Lutz Pfannenstiel, kepada Perform.

"Tentu saja akan ada tim-tim yang berusaha untuk menjegal mereka, tapi pada akhirnya mereka terlalu bagus untuk dihentikan. Beberapa tahun lalu, Borussia Dortmund mampu melakukannya. Tapi, dalam dua atau tiga tahun ke depan, saya pikir perburuan titel akan jadi milik mereka sendiri" tambah Pfannenstiel.

"Wolfsburg, Bayer Leverkusen, Borussia Dortmund, dan Schalke akan selalu menjadi tim-tim yang memperebutkan tiket ke Liga Champions dan kemudian ada beberapa tim lain seperti tim kami yang bekerja keras untuk mapan di posisi delapan besar," sambungnya.

(mfi/rin)

Jenderal Hoegeng Dapat Rekor MURI Sebagai Polisi Paling Jujur Sedunia

Posted: 04 Mar 2015 10:13 AM PST

Jenderal Hoegeng Dapat Rekor MURI Sebagai Polisi Paling Jujur Sedunia

Jakarta - Kapolri ke-5 almarhum Jenderal Pol (Purn) Hoegeng Iman Santoso mendapat rekor MURI sebagai polisi paling jujur sedunia. Sosok anumerta tersebut yang tegas dan sederhana dinilai patut dijadikan panutan.

Rekor MURI untuk Hoegeng diberikan kepada istrinya yang saat ini sudah menginjak usia 90 tahunan. MURI pun meminta senior polisi, Komjen Pol (Purn) Jacky Mardono Tjokrodirejo untuk mewakili menyerahkan piagam penghargaan tersebut.

"Gusdur bilang di dunia ini hanya ada 2 polisi yang jujur. Yang satu patung polisi, yang satu pak Hoegeng. Saya sebagai abdi dalamnya Gusdur sangat percaya. Anugerah MURI dan Anumerta diberikan kepada almarhum Jenderal Pol (Purn) Hoegeng Iman Santoso sebagai polisi terjujur sedunia (versi Gusdur)," ujar Direktur MURI Jaya Suprana dalam acara yang digelar di Gedung Gading Marina Function Hall, Jl Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakut, Rabu (4/3/2015).

Istri Hoegeng terlihat terharu atas pemberian rekor penghargaan yang didapat suaminya meski telah tiada. Tampak matanya berkaca-kaca saat menerima piagam dari MURI.

"Sebelum saya datang ke sini saya pandangi foto beliau di rumah. Saya bilang ke foto, bapak hari ini dapat penghargaan lagi. Teriamasih atas penghormatan ini," ucapnya terbata-bata.

Jacky yang cukup dekat dengan Hoegeng dalam kesempatan itu berbagi kisah mengenai sosok perwira yang menjabat sebagai Kapolri pada tahun 1968-1971 itu. Hoegeng disebutnya seorang demokrat sejati hingga akhirnya dicekal saat orde lama dulu di bawah pemerintahan Presiden Soeharto.

"Pak Hoegeng adalah seorang tokoh yang dikenal jujur dan tugas. Beliau adalah seniman, pemain musik dan pelukis. Banyak yang tidak mengenalnya. Beliau demokrat sejati, yang mengkritisi Soeharto makanya beliau dicekal," cerita Jacky.Next


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ear/jor)

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com



Posting Komentar