news.detik |
- Menuju Liverpool, 'Setan Merah' Lupakan Hasil Kontra Spurs
- Pandu dan Zul Siap Jadi Penyeimbang Gerakan 3 Plt Pimpinan KPK
- Ngebut Garap Tunggakan Kasus, Ruki Ingin Mudahkan Pimpinan KPK Jilid IV
- Mengapa Razman Dieksekusi 5 Tahun Setelah Kasusnya Berkekuatan Hukum Tetap?
- Chelsea Keluhkan Minimnya Penalti yang Didapat Musim Ini
- Soal Tata Ruang Jabodetabek, Menteri Ferry Ingin Samakan Persepsi
| Menuju Liverpool, 'Setan Merah' Lupakan Hasil Kontra Spurs Posted: 18 Mar 2015 11:45 AM PDT Manchester - Manchester United mendapatkan bekal apik menghadapi Liverpool, usai mengandaskan Tottenham Hotspur 3-0 akhir pekan lalu. Tapi 'Setan Merah' akan melupakan hasil tersebut dan fokus ke Liverpool. Akhir pekan kemarin MU membungkam Spurs dengan skor telak 3-0. Hasil tersebut jadi respons cemerlang anak asuh Louis van Gaal usai kalah 1-2 dari Arsenal di Piala FA pada partai sebelumnya. Selain itu, kemenangan tersebut jadi bekal berharga menatap laga tandang kontra Liverpool, Minggu (22/3/2015) malam WIB akhir pekan ini. Momentum bagus yang sudah didapatkan jelas ingin dipertahankan. Tapi MU sadar bakal perlu usaha lebih keras di Anfield nanti. "Kami akan bertandang ke sana mengincar tiga poin. Kami akan ke sana untuk menang, Anda tidak mendatangi satu tempat untuk mencoba mendapatkan hasil imbang," kata Ashley Young, winger MU dikutip Sky Sports. "Performa melawan Tottenham memang brilian, tapi kami menghadapi sebuah laga berat yang menjelang di Liverpool. Kami harus memulai lagi di jalan yang tepat dan memburu tiga poin lagi," tambahnya. MU sendiri belum cukup konsisten sejauh ini. Dalam 10 pertandingan terakhir, mereka memang mampu meraih tujuh kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya dua kekalahan. Namun belum mampu merangkai lebih dari dua kemenangan beruntun. Meski belum cukup meyakinkan, MU disebut sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Young tak menampik jika hasil atas Spurs memberikan suntikan moral ekstra. "Moral tim selalu tinggi. Kepercayaan diri juga ada. Kami sebelumnya jelas kecewa setelah laga melawan Arsenal. Saya berkata setelah itu bahwa hasil ini akan menunjukkan bagaimana semangat tim dan karakter, lewat bagaimana kami bangkit," ujar pemain 29 tahun itu. (raw/nds) |
| Pandu dan Zul Siap Jadi Penyeimbang Gerakan 3 Plt Pimpinan KPK Posted: 18 Mar 2015 11:44 AM PDT Kamis, 19/03/2015 01:43 WIB "Kami sebagai orang lama, saya dan Pak Zul akan mengimbangi. Tentu saja yang sudah dibangun harapannya akan dilanjutkan lagi," kata Pandu di kantornya Jl Rasuna Said, Jaksel, Kamis (19/3/2015). Zul dan Pandu merupakan pimpinan KPK jilid III yang tersisa. Dua rekan seangkatan mereka, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto diberhentikan sementara. Sedangkan Busyro Muqoddas telah selesai masa jabatannya pada Desember tahun lalu. "KPK ini hampir tenggelam sebelum tiga orang itu datang. Sebagian penyidik diperiksa dan lain-lain. Jadi setidaknya harapan kita jangan tenggelam," ujar Pandu. Pimpinan KPK kini berjumlah lima orang. Presiden Joko Widodo memasukkan tiga plt pimpinan yakni Taufiequrachman Ruki, Johan Budi dan Indriyanto Seno Adji untuk memperkuat lembaga antikorupsi itu. Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV (kha/imk) Baca Juga Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| Ngebut Garap Tunggakan Kasus, Ruki Ingin Mudahkan Pimpinan KPK Jilid IV Posted: 18 Mar 2015 11:28 AM PDT Kamis, 19/03/2015 01:26 WIB Dalam kurun waktu 10 bulan menjabat, kelima pimpinan KPK menargetkan 75% kasus di penindakan bisa rampung. Sehingga, kepemimpinan jilid selanjutnya tidak terbebani tugas yang belum selesai. "Obsesi saya menyelesaikan semua tapi kalau nggak bisa 90-80 persen, 75 persen sudah bagus, jadi pimpinan jilid 4 lebih mudah," ujar Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki di kantornya, Rabu (18/3/2015) malam. Masa tugas pimpinan KPK jilid III ini akan berakhir pada Desember tahun ini. Merujuk pada pernyataan Ruki sebelumnya, ada sekitar 36 kasus di penyidikan yang masih terbengkalai. "Kasus setiap hari kami meminta kepada para penyidik untuk gelar kasus satu hari minimal dua. Tadi sore menjelang Magrib gelar satu kasus, setelah ini setelah Isya gelar lagi kasus kedua. Pimpinan KPK pulang jam 21.00-22.00 WIB kita betul-betul serius menghadapi kasus tersisa yaitu ditingkatkan ke penyidikan tersangka belum ditahan, berkas perkara belum di penuntutan, checking berikutnya sudah diserahkan ke penuntutan tapi belum ke pengadilan atau sudah diserahkan ke pengadilan tapi belum disidangkan," tegas Ruki. Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV (kha/imk) Baca Juga Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| Mengapa Razman Dieksekusi 5 Tahun Setelah Kasusnya Berkekuatan Hukum Tetap? Posted: 18 Mar 2015 11:10 AM PDT Kamis, 19/03/2015 01:06 WIB Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony T Spontana mengatakan bahwa sejak 2010 jaksa telah menyambangi kediaman Razman di Sumatera Utara. Namun Razman selalu tidak berada di tempat. "Sudah disambangi 2 kali dari tahun 2010 tapi yang bersangkutan selalu tidak ada," ucap Tony, Rabu (18/3/2015). Sejak 2010 lalu Razman berstatus sebagai terpidana setelah MA menolak kasasi yang diajukannya. Di tingkat pertama dan banding, Razman dinyatakan bersalah atas kasus penganiayaan terhadap Nurkholis Siregar di Kompleks DPRD Cemara Madina Blok C, Mandailing Natal, pada bulan November 2004. Di pengadilan tinggi, Razman dijatuhi hukuman tiga bulan penjara yang kemudian dikuatkan di tingkat kasasi. Razman dinyatakan bersalah sesuai pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP tetapi dia tidak dikenai pidana penjara. Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV (dha/imk) Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| Chelsea Keluhkan Minimnya Penalti yang Didapat Musim Ini Posted: 18 Mar 2015 11:10 AM PDT London - Musim ini Chelsea baru mendapat dua tendangan penalti. Minimnya jumlah tembakan 12 pas yang didapat membuat 'Si Biru' curhat untuk mempertanyakan sejumlah keputusan pengadil yang merugikan mereka. Terakhir kali Chelsea mendapat tendangan penalti adalah saat Mereka menang 2-1 atas Queens Park Rangers pada 1 November lalu. Penalti pertamanya saat menang 2-0 atas Arsenal pada 2 Oktober. Kedua penalti itu dieksekusi dengan sempurna oleh Eden Hazard. Fakta yang ada ini pun kerap membuat sang manajer, Jose Mourinho, mencak-mencak karena menganggap wasit berat sebelah saat memimpin pertandingan yang melibatkan Chelsea. Bahkan Mourinho sempat menuding bahwa ada kampanye untuk melawan timnya, yang kemudian membuatnya mendapat denda dari FA. Dua laga kandang terakhir Chelsea di liga sendiri berakhir imbang saat ditahan seri 1-1 oleh Burnley dan Southampton. Kebetulan di laga-laga itu banyak keputusan wasit yang merugikan Chelsea, khususnya saat melawan Burnley di mana Mourinho menyebut timnya seharusnya mendapat empat penalti. "Kami memang mendapat penalti di laga terakhir kami di Liga Champions, ketika Thiago Silva melakukan handball di area terlarang, tapi di Liga Champions wasit sudah membuat keputusan yang tepat soal penalti, di mana kami mendapatkan empat penalti di fase grup," demikian Chelsea memulai artikel yang dinamakan 'Penalty Puzzle' di situs resmi mereka. "Dari 28 pertandingan di Premier League musim ini, kami hanya mendapatkan dua penalti. Keduanya dieksekusi oleh pemain yang paling sering dilanggar musim ini, Eden Hazard, dan keduanya terjadi di Derby London melawan Arsenal dan QPR. Terakhir kali kami mendapatkannya adalah 4,5 bulan lalu. Dilihat dari sejarahnya, angka itu sangat rendah dan tidak normal," lanjut artikel tersebut. Di lima musim terakhir ini, tidak termasuk musim 2014/2015, Chelsea rata-rata mendapat 8,6 penalti per musim dengan jumlah terbanyak saat mereka terakhir kali jadi juara liga, di musim 2009/2010, dengan 12 penalti. Musim lalu anak asuh Mourinho itu mendapat tujuh penalti. "Jadi jelas dengan baru dua penalti musim ini, maka hal itu sudah merusak catatan kami meski kami memuncaki klasemen dan menjadi tim kedua paling produktif, menunjukkan bahwa kami adalah tim yang menyerang dan sering berada di kotak penalti lawan." "Dua pesaing terdekat kami di Premier League musim ini, Manchester City dan Arsenal, keduanya sudah mendapat tujuh penalti - paling banyak di divisi ini. City hanya mencetak satu gol lebih banyak dari Chelsea dan Arsenal cuma dua gol lebih sedikit." "Musim lalu dua tim yang finis di atas kami di liga - Man City dan Liverpool - paling banyak mendapat penalti dibanding tim lain di bawah kami." "Jelas saja tim yang melawan pemuncak klasemen akan lebih berhati-hati di kotak penalti mereka sendiri. Tapi untuk kami, kasusnya tidak seperti itu." "Dimulai dari babak pertama di laga perdana kami musim ini, di Burnley, beberapa pelanggaran di kotak penalti sama sekali tidak menguntungkan kami. Diego Costa yang dilanggar saat sedang melewati kiper kala itu. Dia harusnya juga mendapat penalti saat melawan Liverpool dan PSG." Jumlah Penalti Chelsea dalam 6 enam musim terakhir 2014/15 – 2 2013/14 – 7 2012/13 – 11 2011/12 – 5 2010/11 – 8 2009/10 - 12 (mrp/nds) |
| Soal Tata Ruang Jabodetabek, Menteri Ferry Ingin Samakan Persepsi Posted: 18 Mar 2015 10:44 AM PDT "Itulah kenapa tata ruang Jabodetabek itu jadi hanya seolah-olah wacana saja. Saya paparkan bagaimana cara melihat peta kawasan. Kita masih melihat peta yang berwarna warni. Kalau kita melakukan pengembangan dengan cara seperti ini, kita tidak bisa melakukan apa-apa. Kita membangun Bekasi, Bogor, dan tidak menjadi bagian pembangunan kawasan (Jabodetabek)," kata Ferry di kantornya, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2015). Menurut Ferry, pembangunan Jabodetabek selama ini seolah terpisah dan tidak terintegrasi. Permasalahannya terdapat pada cara pandang pembangunan yang tidak sama dan terpisah. Ketika ada kerja sama pembangunan kewilayahan di Tangerang, dia mencontohkan, maka harus menjadi pembangunan kawasan Jabodetabek. Penataan wilayah sungai di Jakarta Timur dan Bekasi masih belum menjadi pembangunan kawasan. "Jadi mindset kawasan Jabodetabeknya itu yang tidak muncul," ujarnya. "Apalagi kemudian ketika bicara penanggulangan banjir, yang muncul seolah-olah hanya untuk menangani agar Jakarta tidak banjir. Padahal yang harus tidak banjir adalah Jabodetabek-nya. Jangan Jakarta tidak banjir, tapi Bekasi dan Depok banjir," sambung Ferry. Indikator lain soal Jabodetabek yang terintegrasi adalah soal UMP. Upah minimum Provinsi di kawasan Jabodetabek harus sama jumlah nominalnya. Sebab tingkat kebutuhan hidup di kawasan ini sama.Next (idh/imk)Baca Juga Redaksi: redaksi[at]detik.com |
| You are subscribed to email updates from news.detik To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Posting Komentar