news.detik

0 komentar

news.detik


Kejagung Gali Kasus Alat Kontrasepsi dari Keterangan Tim Pemeriksa Barang

Posted: 10 Mar 2015 11:32 AM PDT

Kejagung Gali Kasus Alat Kontrasepsi dari Keterangan Tim Pemeriksa Barang

Jakarta - Jaksa penyidik tindak pidana khusus telah memeriksa 5 saksi terkait kasus pengadaan perangkat alat kontrasepsi jenis Intra Uterine Device Kit (IUD Kit) di Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat. Kelimanya diperiksa terkait kronologi pengadaan perangkat alat kontrasepsi tersebut.

"Penyidik telah memeriksa 5 orang saksi," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Tony Spontana melalui surat elektronik, Selasa (10/3/2015).

‎Kelima saksi itu adalah Yuliana Slamet sebagai ketua tim pemeriksa barang tahap pertama, Nasrulloh sebagai sekretaris tim dan Muryati yang menjadi anggota tim. Ada pula Sri Rahayu yang juga menjadi anggota tim dan Susiati Rahmani yang termasuk anggota tim tersebut. Kelimanya pun hadir untuk pemeriksaan.

‎"Pemeriksaan pada pokoknya mengenai kronologis pelaksanaan tugas para saksi dalam menerima, memeriksa, meneliti dan menilai hasil pengadaan IUD Kit sebanyak 855 set yang laksanakan oleh perusahaan pemenang, yaitu CV Bulao Kencana Mukti," ujar Tony.

Sebelumnya pada 27 Februari lalu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Widyo Pramono mengungkapkan kasus dugaan korupsi tersebut. Widyo juga mengatakan ada 5 tersangka yang telah ditetapkan meski hanya menyebutkan inisial saja.

Kelima tersangka itu berinisal SW, WAW, SP, S, dan HS yang merupakan pejabat BKKBN dan rekanannya. Turin hanya menyebutkan bahwa mereka adalah pejabat pembuat komitmen serta pihak swasta tanpa merinci nama mereka secara jelas.

Turin juga mengatakan bahwa proyek dari tahun 2013 dan 2014 itu terdiri dari 3 proyek pengadaan yaitu Rp 5 miliar, Rp 13 miliar dan Rp 14 miliar dengan total Rp 32 miliar. Selain itu jaksa juga tengah menyelidiki proyek serupa dengan nilai total Rp 52 miliar. Namun jaksa belum menyebut jumlah total kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut.

Dugaan korupsi yang tengah disidik jaksa dalam proyek tersebut yaitu adanya pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dan standar kesehatan. Mereka dijerat dengan UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20/2001, dengan ancaman penjara selama 20 tahun.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vid/fjr)

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Austria Ingin Bantu Restorasi Lukisan-lukisan Affandi

Posted: 10 Mar 2015 11:28 AM PDT

Austria Ingin Bantu Restorasi Lukisan-lukisan AffandiAri Saputra (detikcom)

Jakarta - Duta besar Austria untuk Indonesia, Andreas Karabaczek menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kedatangannya untuk menjajaki kerjasama untuk memperbaiki lukisan pelukis terkenal Indonesia Affandi.

"Mencari kesempatan untuk bekerjama antara Indonesia dan Austria. Salah satu poin yang kami bicarakan adalah masalah kebudayaan. Kami berdiskusi mengenai keadaan lukisan dari pelukis terkenal di Indonesia, Affandi," kata Karabaczek di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (10/3/2015).

Kedatangannya kali ini untuk kerjasama untuk merestorasi beberapa lukisan karya Affandi yang saat ini berada di Museum Affandi di Yogyakarta. Karena itu, pihak Austria akan mendatangkan para ahli dari negaranya untuk mengajarkan teknik-teknik merestorasi lukisan di Indonesia.

"Dan untuk tahap pertama akan direstorasi sedikit lukisan tersebut. Tetapi jangka panjang akan baik jika akan membangun kerjasama yang lebih dalam. Pertama, banyak lukisannya perlu direstorasi," tambah dia.

Kerjasama ini bukannya datang tanpa sebab. Karabaczek mengatakan masih ada hubungan antara Indonesia dan Austria karena anak Affandi belajar melukis di Austria.

"Kami punya hubungan emotional yang dalam dengan lukisan Affandi. Karena anak perempuan Affandi, ibu Kartika Affandi belajar melukis di Austria," ujarnya.

Deputi Sekretaris Bidang Politik Wakil Presiden Dewi Fortuna Anwar mengatakan Kartika menghubung Karaczek untuk perbaikan gedung itu. Karaczek pun mendatangkan profesor dan menemui JK untuk renovasi tersebut. Namun, JK meminta jika ada timbal balik pembelajaran ilmu yang diberikan pada ahli khususnya dalam hal seni lukis dan museum untuk merawat museum.

"‎Yang paling penting lagi ini ada kesempatan untuk publik private partnership. Karena kemampuan pemeriintah bangun museum kan terbatas dan dibanyak kegiatan yang sifatnya budaya keterlibatan swasta sangat penting. Indoensia kan sangat kaya terhadap budaya tetapi apresiasi kita terhadap budaya kita dalam rangka pemeliharaan kan masih kurang," ucap Dewi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bil/fjr)

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Guardiola Sadar dengan Konsekuensi Jika Bayern Sampai Tersingkir

Posted: 10 Mar 2015 11:14 AM PDT

Munich - Bayern Munich wajib mengalahkan Shakhtar Donetsk untuk maju ke perempatfinal. Pelatih Bayern Josep Guardiola sadar benar akan konsekuensi yang diterimanya apabila timnya sampai tersingkir.

Sejauh ini, karier Guardiola di Bayern mulus-mulus saja. Di musim pertamanya, bekas pelatih Barcelona itu sukses merebut trofi juara Bundesliga dan DFB-Pokal serta membawa Franck Ribery dkk. mencapai semifinal Liga Champions.

Sedangkan di musim ini, Bayern diyakini akan kembali mendominasi kompetisi domestik dan mampu melaju jauh di Eropa. Khsusus yang disebut terakhir, tim Bavaria itu mesti melewati hadangan Shakhtar.

Pada pertandingan leg I di Lviv, Bayern diimbangi Shakhtar 0-0. Artinya, Bayern wajib mengalahkan jawara Ukraina tersebut dalam laga leg II di Allianz Arena sementara lawannya hanya membutuhkan hasil seri.

Melihat pencapaian Guardiola, ia hampir tak pernah mendapat kritik dari dalam klubnya sendiri ataupun fans. Akan tetapi, hal itu akan berubah drastis apabila Bayern gagal menyingkirkan Shakhtar.

"Saya tahu apa yang akan terjadi jika kami gagal lolos ke babak berikutnya di Liga Champions. Bayern adalah sebuah klub besar," kata Guardiola yang dilansir Reuters.

"Saya adalah pelatih yang masih muda tapi saya tahu betul apa yang akan saya hadapi nantinya," lanjut pelatih yang kontraknya dengan Bayern akan habis pada 2016.

"Saya tahu situasi yang bagaimana situasi kami sekarang. Saya tahu itu bakal menjadi sebuah masalah besar jika sampai kami gagal ke perempatfinal."

(rin/mfi)

Pembuktian Adya Novaly di Kejuaraan Binaraga Level Dunia

Posted: 10 Mar 2015 11:02 AM PDT

Jakarta - Sebuah prestasi tinggi diukir oleh binaragawan Indonesia Adya Novaly. Dia baru saja menjadi yang terbaik di ajang Arnold Amateur yang menjadi bagian dari Arnold Classic Competitions.

Dalam kejuaraan yang berlangsung di Columbus, Ohio, 5-7 Maret lalu, Adya turun di kelas middle weight 75-80 kilogram.

Bersaing dengan 32 peserta dari 32 negara, Adya akhirnya dikukuhkan menjadi yang terbaik usai mempertontonkan tujuh pose wajib.

Kabar mengenai prestasi Adya ini pun lantas sampai ke Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Dia pun langsung menyambangi kediaman Adya.

Imam datang ke rumah Adya di kawasan Jatipadang, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2015) sore WIB. Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu setengah jam itu, Imam banyak berbincang mengenai perjalanan Adya bisa menjadi juara.

"Saya dibantu oleh klien saya asal Amerika Serikat, namanya Paul Stone. Dari dia saya bertemu dengan pelatih Dennis James. Dia yang membiayai semuanya," ungkap Adya.

"Saya ingin membuktikan diri dulu hasil kerja keras saya, " imbuhnya.Next

(cas/rin)

Menteri Agraria: Sertifikasi Pulau Terluar Indonesia Perlu Segera Dilakukan

Posted: 10 Mar 2015 11:00 AM PDT

Menteri Agraria: Sertifikasi Pulau Terluar Indonesia Perlu Segera Dilakukan

Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan mendukung upaya percepatan pembangunan di kawasan Indonesia Timur‎ dengan mengatur ketersediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur. Ferry juga mendukung percepatan pembangunan di wilayah perbatasan dan sertifikasi pulau terluar.

"Dalam pertemuan, sudah kami sampaikan dukungan dan komitmen kami kepada Kadin Indonesia timur. Wacana yang menarik adalah percepatan. Kami akan berperan proaktif," kata Ferry Mursyidan Baldan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2015).

Ferry mengatakan, salah satu yang cukup penting dalam pembangunan di Indonesia timur adalah sertifikasi pulau-pulau terluar. Apalagi sebagian besar pulau terluar terdapat di Indonesia Timur.

"Kita akan menjelaskan seperti apa peran pemerintah daerah dalam mempercepat sertifikasi pulau-pulau terluar," ucapnya.

Percepatan sertifikasi ini, tambah dia, akan diperkuat dengan kebijakan pengakuan hak komunal untuk menjaga hak tanah masyarakat adat.
Sementara itu, Ketua Bidang Investasi, Banking, Finance dan Pengembangan Usaha Kadin Indonesia Wilayah Timur, Reza V Maspaitella, menjelaskan, percepatan pembangunan infrastruktur akan berhasil jika didukung penuh oleh Kementerian Agraria.

"Kami yakin pencanangan pemerintah akan berhasil jika didukung kebijakan Menteri Agraria dan Tata ruang. Kami berharap persoalan tata ruang bisa final agar ada kepastian secara hukum sehingga investasi di kawasan timur bisa terdorong," ucap Reza.

Menurutnya, setelah selesai berdiskusi, pihaknya menilai Kementerian Agraria juga cukup impresif membantu percepatan pembangunan di kawasan Indonesia timur.

"Beliau memiliki kepedulian dengan cara mempersiapkan infrastruktur untuk menuju pemerintahan yang memiliki nilai kompetitif tinggi," imbuh Reza.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fiq/fjr)

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Menteri Agraria: Perlu Segera Sertifikasi Pulau Terluar Indonesia

Posted: 10 Mar 2015 11:00 AM PDT

 Menteri Agraria: Perlu Segera Sertifikasi Pulau Terluar Indonesia

Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan mendukung upaya percepatan pembangunan di kawasan Indonesia Timur‎ dengan mengatur ketersediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur. Ferry juga mendukung percepatan pembangunan di wilayah perbatasan dan sertifikasi pulau terluar.

"Dalam pertemuan, sudah kami sampaikan dukungan dan komitmen kami kepada Kadin Indonesia timur. Wacana yang menarik adalah percepatan. Kami akan berperan proaktif," kata Ferry Mursyidan Baldan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2015).

Ferry mengatakan, salah satu yang cukup penting dalam pembangunan di Indonesia timur adalah sertifikasi pulau-pulau terluar. Apalagi sebagian besar pulau terluar terdapat di Indonesia Timur.

"Kita akan menjelaskan seperti apa peran pemerintah daerah dalam mempercepat sertifikasi pulau-pulau terluar," ucapnya.

Percepatan sertifikasi ini, tambah dia, akan diperkuat dengan kebijakan pengakuan hak komunal untuk menjaga hak tanah masyarakat adat.
Sementara itu, Ketua Bidang Investasi, Banking, Finance dan Pengembangan Usaha Kadin Indonesia Wilayah Timur, Reza V Maspaitella, menjelaskan, percepatan pembangunan infrastruktur akan berhasil jika didukung penuh oleh Kementerian Agraria.

"Kami yakin pencanangan pemerintah akan berhasil jika didukung kebijakan Menteri Agraria dan Tata ruang. Kami berharap persoalan tata ruang bisa final agar ada kepastian secara hukum sehingga investasi di kawasan timur bisa terdorong," ucap Reza.

Menurutnya, setelah selesai berdiskusi, pihaknya menilai Kementerian Agraria juga cukup impresif membantu percepatan pembangunan di kawasan Indonesia timur.

"Beliau memiliki kepedulian dengan cara mempersiapkan infrastruktur untuk menuju pemerintahan yang memiliki nilai kompetitif tinggi," imbuh Reza.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fiq/fjr)

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com



Posting Komentar