news.detik

0 komentar

news.detik


Banding Diterima, Inter Boleh Buka Tribun Curva Nord

Posted: 20 Dec 2013 10:35 AM PST

Milan - Kabar bagus menghampiri kubu Inter Milan menjelang derby Della Madonnina melawan AC Milan. Banding Nerazzurri untuk membuka tribun Curva Nord dikabulkan oleh FIGC.

FIGC sempat memberikan sanksi untuk mengosongkan Curva Nord stadion Giuseppe Meazza akibat yel-yel bernada diskriminasi pada fans Napoli saat kedua tim berhadapan beberapa waktu lalu.

Atas hukuman itu, pelatih Inter Walter Mazzarri sempat mengungkapkan kekecewaannya sebab laga derby melawan Rossoneri, Senin (23/12/2013) dinihari WIB bakal kurang greget tanpa pendukung fanatik La Beneamata yang biasa menempatu sisi tribun utara.

Tapi, kabar baik lantas menghampiri Inter. Football Italia melansir bahwa banding itu diterima hingga ultras Inter boleh menyaksikan laga dari curva nord.

Tak hanya banding Inter, FIGC juga menerima banding yang diajukan oleh AS Roma. Para pendukung fanatik Giallorossi pun diperbolehkan untuk menyaksikan laga melawan Catania akhir pekan ini dari curva sud.

(cas/cas)

Ibu Tiri Adit: Daripada Saya Bunuh, Lebih Baik Dibuang Saja

Posted: 20 Dec 2013 10:25 AM PST

Sabtu, 21/12/2013 01:25 WIB

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Ibu Tiri Adit dan Ayah Adit

Pekanbaru - "Saya tak sabar menghadapinya. Makanya saya buang saja di kebun sawit dan semoga dijumpai orang. Itu lebih baik, dari pada hilang kesabaranku, terbunuhku pulak dia nanti," ucap Ibu Tiri Adit dengan santai.

Ungkapan enteng itu disampaikan, tersangka Ervina alias Vina ibu tiri Adit dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (20/12/2013) dihadapan tim penyidik di Polres Kampar, Riau.

Vina membantah jika dia punya niat membunuh Adit. "Saya minta ke suami agar Adit dibuang saja di kebun sawit biar dipungut orang. Karena saya tak tahan lagi mengasuhnya. Syukurlah cuma dibuang ke kebun sawit, dari pada saya habis kesabaran, bisa-bisa terbunuhku pulak nanti," kata Vina.

Masih menurut Vina, selama ini memang dirinya tak ada niat untuk menghabisi nyawa Adit. Tapi dia terus memaksa sang suami untuk membuang Adit.

"Kalau untuk membunuh saat itu ya tidaklah. Karenakan suami sudah mau membuang Adit. Kalau saya mau kan, enggak perlu membunuh Adit di kebun sawit, di rumah juga bisa aku bunuh dia," kata Vina.

Vina menyebutkan, Adit dibuang di kebun sawit pada Minggu (15/12/2013) sekitar pukul 13:30 WIB. Setelah Adit diletakan dibawah pohon sawit, dia bersama suaminya tak langsung meninggalkan Adit.

"Ada dua jam Adit kami temani, setelah itu baru kami tinggalkan. Ada bekal makanan ringan dan minuman kami berikan ke Adit. Biar kalau dia lapar bisa makan, sampai nanti dipungut orang," kata Vina.


Setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam, Gubernur Ratu Atus Chosiyah resmi ditahan KPK. Simak liputan lengkapnya di Reportase Malam pukul 01.32 WIB, hanya di Trans TV

(cha/rvk)




Sponsored Link

Sudin P2B Bongkar Papan Reklame senilai Rp 1,5 M di Duren Sawit

Posted: 20 Dec 2013 10:13 AM PST

Sabtu, 21/12/2013 01:13 WIB

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

Jakarta - Suku dinas Penertiban Pengawasan Bangunan (P2B) Jakarta Timur membongkar papan reklame senilai Rp 1,5 M di jalan Kolonel Sugiono, Duren Sawit, Jakarta Timur. Selain tidak memiliki izin, tiang penyanggah reklame juga menerobos rumah dipinggir jalan.

Pantauan detikcom, Sabtu (21/12/2013) sekitar pukul 00.26 WIB dini hari, sudin P2B membawa kendaraan crane untuk bongkar papan reklame tersebut. Petugas sempat mengalami kesulitan membongkar tiang reklame. Bagaimana tidak tiang penyangga yang memiliki tinggi sekitar 10 meter menopang papan reklame berukuran 10x5 meter tersebut. Nampak menembus bangunan rumah di pinggir jalan. Alhasil petugas pun terpaksa mengalihkan arus lalu lintas. Petugas pun mengelas tiang penyangga reklame. Sementara reklame sendiri ditahan dengan bantuan crane.

"Pembongkaran reklame berukuran 10x5 meter ini karena tidak memiliki izin, kalau kita lihat pembangunan tiang ini baru terpasang 2 hari lalu, pembangunan sudah dari tanggal 26 Oktober lalu. Jika kita lihat material bangunan ditaksir bernilai Rp 1,5 miliar," ujar Kasudin P2B Jaktim, Andor Siregar

Dikatakan Andor penolakan tersebut berasal dari suku dinas tata ruang kota. Berdasarkan letak pemasangan papan reklame tersebut dibangun sejajar dengan bahu jalan.

"Jika kita lihat letaknya memang strategis. Tetapi pemasangan papan reklame harus sesuai dengan tata ruang kota, jika tidak akan dibongkar," imbuhnya.

Pihaknya sendiri telah melayangkan 3 kali surat peringatan hingga surat perintah bongkar sendiri. Ia mengaku hingga kini pemilik atau pengusaha reklame tidak terdaftar.

"Perusahaan hingga kini belum diketahui, jika dilihat banernya milik Dunhil. Sebagai tindakan bangunan tersebut kita bongkar jika ingin ambil material bisa diambil di walikota,"

Ke depan pihaknya akan memberikan sanski yustisi dengan pemberian denda terhadap pemiliki reklame. Selain itu pemilik tidak boleh membangun kembali.


Setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam, Gubernur Ratu Atus Chosiyah resmi ditahan KPK. Simak liputan lengkapnya di Reportase Malam pukul 01.32 WIB, hanya di Trans TV

(edo/rvk)



Sponsored Link

Garcia yang Tegas dan Efektif

Posted: 20 Dec 2013 10:12 AM PST

Roma - Rudi Garcia berhasil membawa AS Roma tampil cukup baik di Serie A musim ini. Allenatore asal Prancis pun lantas dipuji sebagai pelatih yang tegas dan efektif.

Giallorossi menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga Liga Italia berjalan 16 laga. Roma yang awalnya tak dijagokan masuk persaingan papan atas pun kini malah bertengger di posisi dua dengan raihan 38 poin.

Perolehan angka Roma itu hanya berjarak lima angka dari Juventus yang menduduki peringkat pertama klasemen Liga Italia.

Raihan Garcia itu lantas mengundang pujian. Salah satunya diungkapkan oleh kiper Roma Morgan De Sanctis

"Garcia sangat mengerti apa yang terjadi di klub ini di masa lalu," kata De Sanctis kepada Sky Sports Italia.

"Dia sudah menyadari bahwa hal yang paling penting adalah hasil akhir, tapi dia berhasil menjadi tegas dan efektif dalam semua hal yang sudah dia lakukan."

"Dia banyak bekerja dengan tim, dan melakukannya dengan cara yang menyenangkan dan fungsional. Semoga itu bisa memberikan kesempatan bagi Roma untuk berkembang," imbuhnya.

(cas/cas)

Sebelum Menahan, KPK Sudah Kantongi Izin Dokter untuk 'Kurung' Atut

Posted: 20 Dec 2013 10:01 AM PST

Sabtu, 21/12/2013 01:01 WIB

Fajar Pratama - detikNews

Jakarta - Pihak Ratu Atut Chosiyah mengeluhkan langkah penahanan yang dilakukan oleh KPK dengan sejumlah alasan. Sedangkan pihak lembaga antikorupsi itu memastikan, penahanan sudah sesuai prosedur.

"Sebelum proses penahanan, tadi memang ada pemeriksaan kesehatan kepada yang bersangkutan oleh dokter di KPK. Dari pemeriksaan tersebut disimpulkan tersangka RAC bisa dilakukan penahanan," kata Jubir KPK Johan Budi, Jumat (20/12/2013) malam.

Pihak Ratu Atut sebelumnya mengaku keberatan dengan penahanan yang dilakukan oleh KPK di Jumat Keramat. Ratu Atut mengaku sudah kooperatif sehingga tidak perlu ditahan. Apalagi kesehatannya menurun.

"Penahanan Ratu Atut ini tidak objektif, tugas pokok dan fungsi klien kami jelas. Alamat tinggal ada, jadi tidak mungkinlah kalau dia sampai menghilangkan barang bukti," kata pengacara Ratu Atut, Firman Wijaya, di Rutan Pondok Bambu, Jakarta, Jumat (20/12/2013) malam.

Firman menambahkan kondisi Ratu Atut sedang tidak fit. Wanita nomor 1 di Banten itu mengaku kondisi kesehatannya menurun saat menjalani pemeriksaan Jumat pagi hingga siang. "Secara medis kondisi kesehatan menurun saat pemeriksaan," jelasnya.

Firman menambahkan, Ratu Atut mengalami sakit pusing kepala dan mual-mual beberapa hari belakangan ini. Untuk itu dia meminta KPK memberikan alasan penahanan terhadap kliennya. "Dia pusing-pusing, perutnya sakit, tapi nanti ada penjelasan medisnyalah," tuturnya.


Setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam, Gubernur Ratu Atus Chosiyah resmi ditahan KPK. Simak liputan lengkapnya di Reportase Malam pukul 01.32 WIB, hanya di Trans TV

(fjr/rvk)




Sponsored Link

Peringati Hari Ibu dengan mendedikasikan lagu 'Terima Kasih Ibu' kepada para ibu

Posted: 20 Dec 2013 10:00 AM PST

Duet Mega-Jokowi Diprediksi Kalah di Pilpres 2014

Elite PDIP mulai menyusun skenario duet Mega-Jokowi di Pilpres 2014. Skenario ini bakal jadi pepesan kosong karena masyarakat tak menghendaki Jokowi sebagai cawapres pasangan Mega. Pengamat politik Hamdi Muluk mengatakan pasangan Mega-Jokowi diprediksi bakal kalah. Bila Anda setuju dengan Hamdi Muluk, pilih Pro!


Posting Komentar