Inilah.com - Terkini |
- KPK Akan Periksa Dugaan Korupsi di Sanggau
- "Seedorf Bukan Sosok Tepat Latih Milan"
- Tahun 2013, Polda Metro Pecat 33 Anggotanya
- Pemerkosaan Oleh Geng Kembali Terjadi di India
- Presiden: Jangan Biarkan Pemikiran Radikal Tumbuh
- Gerindra Laporkan Dana Kampanye Rp141 M
| KPK Akan Periksa Dugaan Korupsi di Sanggau Posted: 27 Dec 2013 10:39 AM PST INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan melakukan pemeriksaan terhadap dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang diduga dilakukan oleh bupati serta kroni-kroninya. Namun upaya pemeriksaan akan menunggu proses verifikasi kelengkapan dokumen pengaduan masyarakat terkait kasus tersebut. Hal ini dikatakan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi yang menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk dalam pengaduan masyarakat, akan segera diproses. "Biasanya semua laporan itu ditelaah dulu di pengaduan masyarakat. Kemudian nanti akan disimpulkan apakah sudah memenuhi persyaratan seperti kelengkapan dokumen yang nantinya akan naik dalam proses dimulainya penyelidikan suatu perkara," ujarnya saat dihubungi, Jumat (27/12/2013). Menurutnya, KPK akan melakukan pengumpulan bahan informasi terlebih dulu sebelum menindaklanjut dugaan tersebut. Jika semua sudah terkumpul, barulah disimpulkan apakah naik ke penyelidikan atau tidak. Sebelumnya, dugaan kasus korupsi di Kabupaten Sanggau telah dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Sanggau ke Gedung KPK di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dari laporan tersebut disebutkan adanya dugaan pengelolaan keuangan negara yang hanya diperuntukkan memperkaya sejumlah pejabat di Kabupaten Sanggau LSM Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Sanggau mencatat, sejumlah kasus korupsi di Kabupaten Sanggau diantaranya dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sanggau, proyek pekerjaan Pembangunan Jaringan Air Bersih Perkotaan Tahun Anggaran 2012 dengan nilai Kontrak Rp.34.772.569. Adapun pihak yang dilaporkan yakni H.Setiman H.Sudin sebagai Bupati Sanggau Selaku Penangung Jawab Keuangan Daerah, Paolus Hadi Sip,Msi yang menjabat Wakil Bupati Kabupaten Sanggau, Ir.Kukuh Triatmaka selaku Kuasa Pengguna Anggara, Ir.H.Liewarnata,MM selaku Pemenang Lelang (Pelaksana Proyek). Tak hanya itu, pengaadan dan proyek pekerjaan, dana bantuan sosial juga tak luput dari praktek korupsi seperti Bantuan Dana Pertambangan Migas Tahun Anggaran 2008-2009 dengan nilai Bantuan sebesar Rp.34.436.665.414. Dan yang dilaporkan ke KPK yakni H.Setiman H.Sudin sebagai Bupati Sanggau Selaku Penangung Jawab Keuangan Daerah, Paolus Hadi Sip,Msi yang menjabat Wakil Bupati Kabupaten Sanggau. Terakhir, dugaan korupsi yang diduga juga dilakukan para kroni Bupati dan Wakil Bupati Sanggau yakni Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Sanggau proyek penyediaan pembangkit listrik dengan daya I Mega Watt anggaran 2010 dengan pagu anggaran sebesar Rp RP.4.700.000.000. Adapun yang menjadi terlapor yakni H.Setiman H.Sudin, Bupati dan Paulos Hadi, wakil bupati Sanggau serta Christian Antonius sebagai Pengguna Anggaran, Andeng Suseno sebagai Kepala Dinas BP2KD. Dari laporan yang disampaikan ke KPK, ada indikasi kerugian negara mencapai Rp91 miliar lebih.[jat] |
| "Seedorf Bukan Sosok Tepat Latih Milan" Posted: 27 Dec 2013 10:10 AM PST INILAH.COM, Moskow - Pelatih Tim Nasional Rusia Fabio Capello menyebut mantan pemain AC Milan Clarence Seedorf bukanlah sosok yang tepat untuk menggantikan posisi Massimiliano Allegri sebagai pelatih I Rossoneri jika suatu saat Allegri dipecat. Buruknya performa AC Milan di kompetisi domestik memunculkan rumor akan segera didepaknya Max Allegri dari kursi kepelatihan. Sejumlah nama disebut berpeluang meneruskan tongkat estafet pelatih 46 tahun itu. Mantan penyerang Milan Filipo Inzaghi dan pemain asal Belanda yang saat ini masih bermain bagi Botafogo Clerance Seedorf menjadi dua nama potensial pengganti Allegri. Meski pernah membela panji Merah Hitam selama 10 musim, Capello melihat Seedorf belum punya jam terbang yang cukup untuk menukangi tim sebesar AC Milan. "Clerance punya kemampuan dan saya mempunyai hubungan yang baik dengannya. Saya ingat bahwa sayalah yang menyarankannya untuk bermain di Brasil saat ia berpikir untuk bermain di Uni Emirat Arab dan Rusi setahun lalu," katanya kepada Gazetta Dello Sport. "Pengalamannya bersama Milan tak diragukan namun untuk mengambil tanggung jawab sebagai pelatih Milan adalah hal yang lain," lanjut pelatih 67 tahun itu. Seedorf menjadi sosok sukses AC Milan dalam rentang 2002-12. Tercatat ia pernah menyumbang sejumlah gelar juara seperti Liga Italia, Piala Italia, serta Liga Champions Eropa. Desember ini kontraknya bersama Botafogo selama setahun akan habis. Menarik untuk dinantikan apakah ia akan kembali ke Milan dengan status barunya sebagai pelatih. Sumber: Football-italia |
| Tahun 2013, Polda Metro Pecat 33 Anggotanya Posted: 27 Dec 2013 10:06 AM PST INILAH.COM, Jakarta - Polda Metro Jaya telah memecat puluhan anggotanya, yang melakukan pelanggaran atau tindak pidana selama tahun 2013. Memang, dari segi jumlah menurun dibanding tahun 2012. Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Eko Bayuseno mengatakan, perbandingan jumlah personel yang mendapat punishment berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) ada 33 orang di tahun 2013. "Ini menurun sebanyak 66 orang atau sebesar 66,66 persen, tahun 2012 itu ada 99 orang," kata Putut di kantornya, Jumat (27/12/2013). Ia menjelaskan, pelanggaran dan tindak pidana yang dilakukan anggota Polda Metro memang berbeda-beda, diantaranya ada yang terlibat narkoba, pencurian dengan kekerasan (Curas) dan lain sebagainya. "Untuk yang desersi ada 18 orang, narkoba 10 orang, penipuan 1 orang, Curas 1 orang, pencurian dengan pemberatan (Curat) 1 orang dan pemerasan 2 orang," jelas dia. Sementara, kata Putut, untuk penerimaan anggota Polri terdiri dari Tamtama lulus seleksi ada 226 orang, Brigadir sebanyak 1.624 orang, Akpol sekitar 48 orang dan SIPSS ada 27 orang. "Kalau PNS (sumber PHL) masih dalam proses. Sedangkan, selama satu tahun yang pensiun sebanyak 249 orang," tandasnya.[jat] |
| Pemerkosaan Oleh Geng Kembali Terjadi di India Posted: 27 Dec 2013 10:03 AM PST INILAH.COM, New Delhi – Kasus pemerkosaan oleh sekawanan pemuda kembali terjadi di India. Kali ini terjadi di tengah perayaan malam Natal, menimpa seorang gadis berusia 21 tahun. Sebagaimana dilaporkan BBC, polisi menyebutkan, pelaku pemerkosaan itu dilakukan oleh dua kelompok berbeda. Polisi kini telah menangkap 10 orang terkait dengan peristiwa itu. Peristiwa terjadi ketika sang korban tengah mengunjungi temannya di Pondicherry. Ketika itu, sebanyak tiga orang pemuda menghampirinya. Salah seorang darinya memperkosa sang gadis. Lolos dari pemerkosa itu, sang korban kemudian menemui temannya. Namun sial, ia kepergok oleh sekelompok orang yang berbeda dan kemudian mereka beramai-ramai memperkosanya. Menurut polisi, tersangka terakhir ditangkap pada Jumat (27/12/2013). Sebanyak 10 orang yang ditangkap itu sudah mengakui perbuatannya. Sang korban kini tengah dalam perawatan di rumah sakit. Kasus pemerkosaan ini kembali membuat murka publik India. Sebab, peristiwa ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah warga memperingati kematian seorang gadis yang diperkosa beramai-ramai di sebuah bus. [tjs] |
| Presiden: Jangan Biarkan Pemikiran Radikal Tumbuh Posted: 27 Dec 2013 09:41 AM PST INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau, agar masyarakat tidak membiarkan pemikiran keagamaan yang ekstrem dan radikal tumbuh di Indonesia karena akan mengganggu kerukunan dan kedamaian umat beragama. "Jangan biarkan pemikiran radikal dan ekstrem tumbuh di negeri ini," kata Presiden saat memberikan sambutan pada perayaan Natal Nasional 2013 di Jakarta, Jumat (27/12/2013) malam. Untuk itu, menurut Presiden, perlu dipupuk kesadaran sejak dini kepada generasi-generasi baru Indonesia mengembangkan toleransi, kerukunan dan perdamaian. Presiden menghadiri puncak perayaan Natal Nasional 2013 didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono. Selain itu hadir pula Wakil Presiden Boediono beserta istri Herawati Boediono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, di antaranya tampak Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Para tokoh masyarakat, duta besar negara, pimpinan lembaga negara serta sekitar 4.000 umat kristiani juga turut hadir dalam perayaan Natal yang bertema "Datanglah Ya Raja Damai" dan sub tema bersama-sama mewujudkan damai yang berkeadilan dalam konteks kemajemukan, lingkungan hidup dan demokrasi. Presiden dalam kesempatan itu menyerukan tugas tersebut bukan hanya dilakukan oleh negara, namun juga seluruh pemangku kepentingan di negara ini, baik pemuka agama maupun masyarakat. "Jangan hanya menggantungkan kepada negara untuk mengatasi setiap gangguan toleransi dan kerukunan," kata Presiden. Hubungan yang baik antara negara dan masyarakat dalam membangun kesadaran toleransi, kerukunan dan perdamaian amat diperlukan. Presiden menilai, mewujudkan kerukunan dan kedamaian adalah tugas sepanjang masa. Hal ini karena kemajemukan bangsa Indonesia syarat akan akar konflik dan perbedaan. Oleh karena itu, menurut Kepala Negara, mengembangkan sikap memberi dan menerima, serta konsensus dan tenggang rasa harus terus dipupuk. Pemuka agama dapat memberi contoh hal itu. Dalam acara puncak perayaan Natal tersebut naskah narasi Natal dibawakan oleh Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia Mgr Ignatius Suharyo dan doa syafaat dipimpin oleh Pendeta Kumala Setiabrata. Dalam narasi Natal Mgr Ignatius Suharyo mengungkapkan, perayaan tersebut merupakan refleksi sejauh mana dapat menjadi pembawa juru damai di mana pun berada. "Untuk menilai diri sendiri sejauh mana kita merayakan Natal secara benar, adalah bertanaya sejauh mana kita dapat menjadi pembawa damai, di mana pun kita berada," katanya. Dalam kesempatan itu juga dipertunjukkan drama musikal dan juga sejumlah penampilan paduan suara di antaranaya dari STT GKI, Paduan Suara Gabungan TNI dan Paduan Suara Lembaga Kepresidenan.[ant] |
| Gerindra Laporkan Dana Kampanye Rp141 M Posted: 27 Dec 2013 09:15 AM PST INILAH.COM, Jakarta - Beberapa Partai Politik telah melaporkan dana kampanye untuk Pemilu 2014, ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hingga saat ini Partai Gerindra tercatat sebagai Parpol yang mempunyai dana kampanye terbesar. DPP Partai Gerindra Thomas Acquinas Muliatna Djiwandono mengatakan, pihaknya telah melaporkan dana kampanye sebesar Rp141 Miliar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Total laporan penerimaan dana yang kami sampaikan ke KPU sebesar Rp 141 Miliar. Jumlah tersebut murni berasal dari para caleg partai Gerindra," katanya di gedung KPU, Jakarta, Jumat (27/12/2013). Keponakan daro Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu mengaku, dana kampanye tersebut murni berasal dari sumbangan para caleg. "Jadi belum ada sumbangan dari pihak ketiga (perusahaan) atau dari individu maupun dari kas partai," jelasnya. Thomas menambahkan, dana tersebut belum sepenuhnya dilaporkan oleh seluruh para caleg Gerindra, baru sekitar 70 persen caleg yang melaporkan dana tersebut. "Nah sisanya, siapa saja caleg yang belum laporkan penerimaan dana kampanye silahkan tanya ke KPU. Sebab datanya sudah kami berikan semua ke KPU," tandasnya.[bay] Belum ada komentar untuk berita ini. |
| You are subscribed to email updates from Inilah.com - Terkini To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Posting Komentar