Inilah.com - Terkini

0 komentar

Inilah.com - Terkini


Kelinci Giok Sukses Mendarat di Bulan

Posted: 14 Dec 2013 10:38 AM PST

INILAH.COM, Beijing – China sukses mendaratkan kendaraan di bulan sekaligus menjadikan yang pertama ke bulan sejak 37 tahun lalu. Pendaratan di bulan itu terjadi pada Sabtu (14/12/2013) sore (GMT).

Kantor berita Xinhuamemberitakan, sebuah rover robot berhasil didaratkan di sebuah tempat di bulan yang bernama Sinus Iridum dengan menggunakan modul pengangkut. Rover robot itu diberi nama Yutu yang berarti Kelinci Giok.

Modul pengangkut itu diterbangkan menggunakan roket lalu dilepaskan di ketinggian 15 km di atas bulan. Modul lalu berputar di ketinggian 100 meter di atas bulan untuk memantau situasi pendaratan untuk memastikan tidak ada yang menghalanginya. Beberapa menit kemudian modul tersebut berhasil mendarat.

Ini menjadikan China sebagai negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Uni Sovyet yang berhasil mendaratkan pesawat di bulan. Berbeda dengan dua negara itu, pesawat China berhasil mendarat mulus setelah terlebih dulu melalui fase observasi pendaratan untuk menghindari rintangan. Sehingga, pendaratan bisa dilakukan dengan tepat. [tjs]

Dihajar Manc. City, Ini Komentar Arsene Wenger

Posted: 14 Dec 2013 10:16 AM PST

INILAH.COM. Manchester - Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengaku sangat kecewa dengan hasil buruk yang diraih timnya saat bertandang ke Etihad Stadium, markas Manchester City, Sabtu malam (14/12/2013) WIB.

The Gunners harus menelan pil pahit setelah dihajar 6-3 oleh The Citizens. Di babak pertama, Meriam London tertinggal 2-1 lewat gol Sergio Aguero dan Alavro Negredo, sedangkan satu gol Arsenal dicetak Theo Walcott.

Di babak kedua, konsentrasi dan buruknya koordinasi lini pertahanan Arsenal memudahkan skuad Manchester Biru menambah empat gol masing-masing lewar dua gol Fernandinho, David Silva dan penalti Yaya Toure. The Gunners hanya mampu menipiskan angka lewat gol kedua Theo Walcott dan Per Mertesacker.

"Ini adalah hari yang buruk. Kami kemasukan enam gol, kami kehilangan disiplin di babak kedua dan terlalu terbuka saat saya menarik keluar Mathieu Flamini," jelas pelatih 64 tahun itu kepada BBC.

Kekalahan ini jadi yang kedua berturut dalam sepekan, sebelumnya mereka juga kalah dari Napoli di ajang Liga Champions Eropa. Kedepannya Wenger ingin timnya segera kembali ke jalur kemenangan untuk mengamankan peluang mereka jadi juara musim ini.

"Mereka mencetak banyak gol dan Anda tak bisa mengatakan mereka tak layak atas hal itu. Kami harus kembali ke hal sebenarnya (kemenangan) dan itulah hal yang kami pertahankan bersama dan kami tak melakukannya hari ini," ia memungkasi.

Meski kalah, Meriam London masih berada di puncak klasmen dengan nilai 35 atau terpaut tiga angka dari City di posisi ketiga.

Harusnya PKB Terima Kasih pada Golkar Soal Mahfud

Posted: 14 Dec 2013 10:08 AM PST

INILAH.COM, Jakarta - Partai Golkar bereaksi keras atas respon negatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menolak Mahfud MD dipinang Golkar sebagai Cawapres Aburizal Bakrie (Ical) di 2014.

"Ini kan aspirasi yang berkembang jangan protes kepada kmi tapi rakyat. Kalau mengusulkan apa salahnya. Harusnya PKB berterimakasih, diusulkan kok bisa marah, itu kan tidak sehat, silahkan saja," ujar Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham di Jakarta, Sabtu (14/12/2013).

Dia menjelaskan, Golkar hanya menampung seluruh aspirasi rakyat dan kader-kadernya terkait tokoh-tokoh yang berpotensi mendampingi Ical sebagai Cawapres di 2014.

Idrus juga menegaskan, ketertarikan Golkar meminang Mahfud sebagai Cawapres bukan untuk menurunkan kelas Mahfud yang akan diusung sebagai Capres PKB.

"Cawapres kan orangnya bukan partai. Kita tidak boleh marah dan tentu penentuan melalui mekanisme demokratis baru itu, misalkan diajak bicara bersangkutan, semua sudah komunikasi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Idrus juga menyinggung rencana PKB yang ingin mengajak politisi senior Golkar, Jusuf Kalla (JK) sebagai Capres mereka. Menurutnya, rencana itu tidak pernah ditanggapi negatif oleh Golkar.

"PKB mau usung JK silahkan saja, ini negara demoksrasi, tanya kepada rakyat baiknya begini," tandasnya.[jat]

DrumPants, Drum Berbentuk Celana

Posted: 14 Dec 2013 09:36 AM PST

INILAH.COM, California - Para drumer di kala tidak bermain drum seringkali memukul-mukul celananya seperti layaknya drum. Celana ini memungkinkan suara pukulannya seperti drum.

CNet melansir, DrumPants adalah seperangkat wearable-device berupa sensor yang dipasang di pakaian; sehingga memungkinkan pengguna bisa memainkan drum hanya dengan memukul beberapa bagian tertentu di celana.

Sensor di DrumPants menyediakan sampel suara drum, perkusi, gitar, piano dan lain-lain.

"Kami ingin agar semua orang bisa memiliki kemampuan untuk menciptakan musik dimana pun mereka mendapat inspirasi," ujar Yosemite, pembuat dari DrumPants.

Saat ini proyek DrumPants sedang dalam tahap pencarian dana melalui kampanye crowd-funding Kickstarter.

Simak video demonstrasinya di bawah ini:

Gol Pepe Selamatkan Madrid dari Kekalahan

Posted: 14 Dec 2013 09:15 AM PST

INILAH.COM, Osasuna - Real Madrid harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tuan rumah Osasuna dengan skor 2-2 dalam lanjutan La Liga Spanyol di Stadion El Sadar, Sabtu malam (14/12/2013) WIB.

Madrid harus tertinggal dua gol terlebih dahulu oleh tuan rumah lewat Oriol Riera menit ke-16 dan 35, El Real baru bisa membalas di menit ke-45 melalui gol Isco. Di babak kedua, gol Pepe di menit ke-80 menyelamatkan Los Blancos dari kekalahan.

Tampil apik di Liga Champions Eropa serta La Liga, banyak yang mengunggulkan El Real ketimbang lawannya. Apalagi pelatih Carlo Ancelotti menurunkan skuad terbaiknya termasuk winger andalan Cristiano Ronaldo.

Mengetahui lawan yang dihadapinya punya pergerakan cepat dan efektif, tim tamu memakai pola 4-5-1 dimana hal ini memungkinkan kuat dalam pertahanan serta cepat dalam serangan balik.

Memegang 63 persen ball-possession, tak menjamin Madrid mudah mencetak gol. Dari 11 kali percobaan tercatat hanya dua yang on target. Sedangkan Osasuna lebih efektif. Dari tujuh tendangan, lima diantaranya tepat sasaran.

Hasil imbang membuat Madrid semakin mendekati perolehan poin Barcelona dan Athletico Madrid. Saat ini Los Blancos terpaut dua angka dari keduanya yang baru akan bermain Minggu esok.

Jalannya Pertandingan:

Meski mennguasai jalannya laga sejak peluit awal dibunyikan, Real Madrid harus kemasukan di menit ke-16. Berawal dari umpan silang Marc Bertran, Oriol Riera berhasil menanduk bola dan menggetarkan gawang Diego Lopez, 1-0 tuan rumah memimpin.

Selepas menit ke-20, permainan berlangsung keras. Pemain dari kedua tim kerap terpancing emosinya dan melakukan pelanggaran berbahaya.

Dalam rentang 15 menit, wasit harus merogoh empat kartu kuning dari kantongnya.

Enam menit sebelum turun minum, Osasuna berhasil menambah keunggulan, lagi-lagi sundulan Oriol Reira memanfaatkan sepak pojok.

Tertinggal dua gol, Madrid harus kehilangan Sergio Ramos yang dikartu merah setelah menerima kartu kuning kedua di menit ke-44.

Madrid coba mencari gol pemerkecil kekalahan baru hadir di penghujung babak pertama melalui usaha Isco. Mendapat sodoran CR7, Isco tanpa kesulitan melepaskan tendangan terarah ke sisi kanan gawang Osasuna. Skor 2-1 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Osasuna sepertinya mulai bisa mengimbangi permainan El Real. Mereka beberapa kali berhasil menembus pertahanan klub ibukota itu lantaran pincangnya pos pertahanan setelah Ramos keluar.

Menit ke-70, Roberto Torres benar-benar menguji Diego Lopez. Dua peluang berturut-turutnya mampu dipatahkan dengan gemilang oleh Lopez.

Selepas peluang itu, Osasuna lebih menekankan untuk mengamankan kemenangan 2-1, mereka bertahan total.

Walhasil, mereka harus menerima gempuran sporadis Madrid di 10 menit akhir laga.

Usaha Madrid menyamakan angka terbayar di menit ke-80. Berawal dari umpan Isco, bek Pepe yang overlap berhasil menyundul bola dan membuat skor jadi imbang 2-2.

Seperti mendapat angin, Madrid semakin bersemangat mencetak gol kemenangan. Namun sekali lagi, rapatnya pertahana tim tuan rumah memaksa pemain Madrid melakukan percobaan dari luar kotak penalti.

Seperti yang dilakukan oleh Ronaldo menit ke-87 serta Angel Di Maria satu menit berselang. Usaha mereka masih bisa dimentahkan oleh kiper Andres Fernandez.

Peluang itu ternyata jadi yang terakhir, hingga peluit panjang berbunyi tak ada gol tambahan tercipta. Skor 2-2 mengakhir laga.

Susunan Pemain:

Osasuna: Andres Fernandez; Marc Bertran, Javi Arribas, Jordan Loties, Damia; Molo, Emiliano Armenteros (Raoul Loe 86'), Alvaro Cejudo, Francisco Silva, Roberto Torres (Oier Sonj 76'); Oriol Riera (Manuel Omwu 86'). Pelatih: Javi Garcia.

Real Madrid: Diego Lopez; Pepe, Sergio Ramos (KM..), Marcelo, Dani Carvajal; Cristiano Ronaldo, Gareth Bale (Angel Di Maria 55'), Xabi Alonso, Luka Modric (Nacho fernandez 65'), Isco (Jese 84');Karim Benzema. Pelatih: Carlo Ancelotti.

Ongkos Demokrasi di Indonesia Mahal

Posted: 14 Dec 2013 09:08 AM PST

INILAH.COM, Jakarta - Meski demokrasi sudah berjalan selama kurang lebih 15 tahun reformasi yang ditandai dengan runtuhnya rezim orde baru, namun sistem demokrasi yang berjalan baru secara prosedural. Sementara substansi demokrasi masih jauh dari harapan.

Sekjen ProDem Aktivis Andriyanto mengatakan, makna demokrasi yang stabil ialah yang tidak diwarnai dengan kecurangan dan politik uang.

Menurutnya, ongkos demokrasi di tanah air masih harus dibayar mahal. Sebab, dalam banyak kasus Pemilu/Pemilukada masih diwarnai dengan kecurangan yang berujung pada sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Artinya demokrasi yang tidak seperti hari ini, yang memakan biaya besar dan segala macam, sehingga ongkos politik menjadi mahal. Akhirnya, yang rugi ya masyarakat kembali," kata Andri, dalam sebuah diskusi di Kafe Cikini, Jakarta, Sabtu (14/12/2013).

Untuk itu, kata Andri, sistem demokrasi harus berdampak pada kesejahteraan seluruh rakyat. Reformasi harus terus diperjuangkan bersama.

"Hari ini memang kita mengalami kebebasan, tapi kan kebebasan yang seperti apa? Ada pemilu yang 5 tahun sekali yang cukup bebas, tapi apakah pemilu itu ada korelasi dengan demokrasi untuk kesejahteraan," kata Direktur Eksekutif Sun Institute itu.

Padahal, menurut Andri, situasi saat ini ruang-ruang demokrasi sudah lebih terbuka ketimbang saat dulu rezim Soeharto dimana ruang demokrasi dibungkam. Karena pemerintahan kala itu sangat otoriter, tidak ada kebebasan dan sangat tertutup.

"Demokrasi sudah berjalan selama 15 tahun ini, banyak perubahan yang terjadi pada hal yang mendasar. Sehingga refleksi yang ada adalah bagaimana menciptakan demokrasi yang stabil," kata Andri.[jat]



Posting Komentar