news.detik |
- Michu Sedang dalam Puncak Kariernya
- Cegah 'Main' Perkara, MK akan Kumpulkan Advokat
- Buffon: Totti Immortal
- Hamilton Ingin Antar Mercedes Finis di Posisi Dua Klasemen Konstruktor
- Dana Melimpah, DKI Jakarta Ingin Kelola Bonbin Ragunan Terbaik Sedunia
- Banyak Pipa Gas Tua dan Karatan di 'Perut' Jakarta
| Michu Sedang dalam Puncak Kariernya Posted: 09 Oct 2013 10:30 AM PDT Madrid - Michu mungkin tak pernah membayangkan kariernya begitu melesat tajam dalam setahun terakhir. Sukses bersama Swansea City, pemanggilannya ke timnas Spanyol jadi puncak dari kariernya sebagai pesepakbolanya. Tak banyak yang menduga bahwa Michu, pemain yang dibeli cuma dengan banderol 2,5 juta poundsterling bisa langsung menjadi buah bibir di Premier League. Bersama Swansea, pria bernama lengkap Miguel Perez Cuesta itu melonjak namanya dan membuat 22 gol dari 43 penampilan. Ia pun berjasa besar membawa Swansea menjadi juara Piala Liga Inggris yang adalah gelar bergengsi pertama yang didapat oleh klub asal Wales itu. Di musim ini sensasi Michu masih berlanjut dan ia kian menunjukkan peran vitalnya untuk The Swans lewat sumbangan lima gol dari 11 laga berlalu. Tapi pertanyaan soal "kapan dia dipanggil ke timnas Spanyol" masih terus saja ada. Meski tampil menawan di level klub bukan pekerjaan mudah untuk Michu menembus 'Tim Matador' mengingat banyaknya penyerang top di sana. Sampai cedera David Villa akhir pekan lalu membawa berkah bagi pemain kelahiran Oviedo itu di mana Michu akhirnya dipanggil oleh Vicente Del Bosque ke skuat La Furia Roja untuk dua laga kualifikasi Piala Dunia melawan Belarusia dan Georgia. "Bagi setiap pemain, dipanggil ke tim nasional adalah pencapaian terbaik," ujar Michu seperti dikutip Football Espana.Next (mrp/roz) |
| Cegah 'Main' Perkara, MK akan Kumpulkan Advokat Posted: 09 Oct 2013 10:28 AM PDT Kamis, 10/10/2013 00:28 WIB "Kami akan mengundang para pengacara dan advokat yang berpraktek di MK untuk membangun wibawa mahkamah. Kita sama-sama mengingatkan," kata Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2013). Pertemuan ini bukanlah pertemuan empat mata antar hakim MK dengan advokat. Melainkan pertemuan beramai-ramai sehingga tidak melanggar aturan-aturan yang berlaku. "Kalau berdua dengan pengacara tak boleh, tapi kalau sama-sama, beramai-ramai, itu penting untuk semangat (memulihkan MK) yang sama. Termasuk kalau mereka mendapatkan beragam laporan pelanggaran etik di luar," ujar Hamdan. Salah satu hakim MK Patrialis Akbar mendukung rencana ini. Ia juga mengingatkan para advokat yang sering berperkara di MK untuk tidak coba-coba bermain uang dengan hakim MK. "Sekaligus mengajak pengacara di sini jangan coba-coba main uang. Pengacara pun harus bersih, semuanya harus bersih, dan kita semua senang kalau di sini tak ada permainan," ujar Patrialis di lokasi yang sama. (vid/fdn)Baca Juga |
| Posted: 09 Oct 2013 10:27 AM PDT Roma - Gianluigi Buffon memandang Francesco Totti sebagai pemain yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, kiper Juventus itu menyebut Totti sebagai sosol yang abadi. Totti jadi salah satu faktor penting bagusnya start AS Roma musim ini. Sama seperti pada era Luciano Spalletti dulu, kapten I Lupi itu diplot sebagai satu dari tiga pemain terdepan Roma. Namun, karena Totti punya visi dan kemampuan playmaking yang bagus, dia tidak serta-merta jadi penyerang. Malahan, faktanya, Roma justru bermain tanpa penyerang murni dan membuat serangan mereka jadi lebih mengalir. Totti yang sudah berusia 37 tahun itu memang jarang tampil jelek di tiap musim --sejelek apapun hasil yang didapat Roma. Dengan usia yang sudah tidak muda lagi, dia masih bisa mencetak dua digit gol dalam 10 dari 11 musim terakhir. Musim ini dia sudah menyumbang tiga gol untuk Roma. "Francesco itu immortal (abadi, red)," ujar Buffon seperti dilansir Sky Sports. "Dia adalah tipe pemain yang bisa membuat perbedaan di laga manapun, tidak peduli berapa usianya." Dengan kemampuan sebagus itu, Buffon merasa bahwa Totti masih layak untuk dipanggil masuk timnas Italia. Buffon juga meyakini jika Totti layak masuk skuat untuk bermain di Piala Dunia tahun depan. "Wajar-wajar saja Anda membicarakannya (sebagai kandidat masuk timnas). Tapi, betul juga bahwa ini baru bulan Oktober, dan masih ada delapan, sembilan bulan lagi sampai Piala Dunia dimulai."Next (roz/krs) |
| Hamilton Ingin Antar Mercedes Finis di Posisi Dua Klasemen Konstruktor Posted: 09 Oct 2013 10:25 AM PDT Tokyo - Di lima seri sisa musim ini Lewis Hamilton akan mengusung satu misi utama: mengantarkan timnya, Mercedes, untuk finis di posisi dua klasemen konstruktor. Mercedes saat ini menempati posisi tiga klasemen konstruktor dengan 283 poin, terpaut satu angka saja dari Ferrari yang ada di posisi dua. Dengan Red Bull, yang kokoh di pucuk klasemen berkat raihan 402 angka, tampaknya sudah sulit teredam maka yang paling realistis saat ini adalah perebutan posisi dua. "Kami cuma tertinggal satu poin dari Ferrari jadi dalam lima balapan berikutnya kami mesti memastikan bahwa kami secara konsisten bisa mengalahkan mereka," tegas Hamilton di Planet F1. "Posisi kedua di klasemen konstruktor akan jadi hal berharga buat kami. Jadi itulah bidikanku, untuk mempersembahkannya buat tim," tuturnya. Hamilton sendiri kini menghuni posisi empat klasemen pebalap di bawah Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, dan Sebastian Vettel yang tampaknya akan kembali menjadi juara dunia. Meski di atas kertas masih punya peluang, Hamilton tak berharap muluk-muluk. "Buatku sendiri, aku sudah tercecer di posisi empat klasemen pebalap dan aku cuma merasa kami bisa ada di posisi yang lebih tinggi," nilai Hamilton. (krs/roz) |
| Dana Melimpah, DKI Jakarta Ingin Kelola Bonbin Ragunan Terbaik Sedunia Posted: 09 Oct 2013 10:10 AM PDT Kamis, 10/10/2013 00:06 WIB Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ingin agar Taman Margasatwa Ragunan (TMR) bisa menjadi pusat konservasi pelestarian flora dan fauna, edukasi, penelitian dan rekreasi. Pihak pengelola ingin agar kebun binatang tersebut menjadi nomor satu di dunia. "Peluang menjadi yang terbaik di dunia terbuka lebar. Tapi itu mungkin dicapai apabila tersedia Master Plan yang baik dan berjangka panjang serta tata kelola yang baik dan tekad bersama seluruh pemangku kepentingan," ujar Ketua Dewan Pengawas TMR Hashim Djojohadikusumo dalam keterangan persnya kepada detikcom, Rabu (9/10/2013). Meski demikian, pihak pengelola TMR tetap tak ingin kebun binatang itu dikelola oleh pihak swasta, dengan tetap memperhatikan masukan dari publik dan pihak berkompeten. "Pengelolaan manajemen akan dilakukan secara transparan, bisa diakses publik melalui internet serta tidak korupsi dan mengedepankan fungsi konservasi, edukasi, penelitian, dan rekreasi," katanya. TMR juga menerapkan standar pelayanan minimum sebelum mempertimbangkan untuk menaikan harga tiket dan mewujudkan masyarakat ramah satwa dengan memberikan edukasi pendidikan formal, non-formal, informal serta menanamkan kepedulian kepada anak-anak. "Walau demikian, kita semua selalu harus sadar dan tanggap mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak, agar dialog dapat menjadi berhasil guna dan bermanfaat untuk kepentingan bersama. TMR ini adalah milik publik dan harus dijaga dan dikelola untuk kepentingan publik dan menjadi kebanggan Indonesia," kata Hashim. Jokowi menargetkan TMR bisa menjadi konservasi pelestarian flora dan fauna, edukasi dan penelitian, serta rekreasi. Untuk mengerjakan ini semua, Jokowi menegaskan pihaknya sama sekali tak menggandeng swasta. "Saya sudah komitmen saya soal anggaran, wong duit kita banyak, jadi tidak perlu swasta. Tapi, kalau memberikan masukan atau input kepada Ragunan silahkan," kata Jokowi. (jor/fiq)Baca Juga |
| Banyak Pipa Gas Tua dan Karatan di 'Perut' Jakarta Posted: 09 Oct 2013 10:09 AM PDT Kamis, 10/10/2013 00:09 WIB Jakarta - Penyaluran gas untuk industri maupun rumah tangga di Jakarta banyak dialiri dengan pipa-pipa yang ditanam di dalam tanah. Ternyata, pipa-pipa tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Andi Baso mengatakan, pipa-pipa gas tersebut seharusnya didata dan dirawat, terutama oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pemilik pipa gas tersebut. "Banyak pipa gas yang sudah berusia puluhan tahun di bawah tanah. Ini sudah tentu harus didata dan dirawat," kata Andi saat berbincang dengan wartawan di Lokasi Kota Tua, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2013). Andi mengatakan, keberadaan pipa gas tua tersebut banyak di wilayah yang dulunya menjadi pusat kota, seperti Jalan Gatot Subroto dan Menteng. Bahkan disinyalir ada juga di wilayah ring 1 Jakarta seperti Monas. Tentunya ini bisa menimbulkan bahaya jika kondisi pipa tersebut sudah tidak laik lagi. "Di Monas ada kayanya. Tentu itu berbahaya. Makanya ini harus didata lagi dan dirawat sama PGN," kata Andi. Andi menjelaskan, dulunya pipa tersebut ditanam di bawah lokasi pedestrian. Namun kini bisa banyak yang sudah bergeser. Dia pun berharap pihaknya mendapatkan trase atau peta lokasi pipa-pipa tersebut agar tidak salah dalam melakukan penggalian atau pembangunan. "Harusnya trasenya dikeluarin dong. Dinas Tata Ruang punya data dimana saja pipa-pipa itu. Biasanya di bawah torotar, sekarang mungkin sudah ada di bawah jalan, karena sudah pelebaran," kata Andi. (jor/fdn)Baca Juga |
| You are subscribed to email updates from news.detik To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Posting Komentar