Inilah.com - Terkini |
- Gabung di PPI Posisi Isran Tetap Aman di Demokrat
- PPATK Tunggu Lampu Hijau dari KPK
- Carles Puyol Curhat Masa Sulitnya saat Cedera
- Warga Arab Penyelamat Yahudi Tolak Hadiah Israel
- Kontrak Blok Siak Tersisa 3 Hari Lagi
- Balai Monitoring Kewalahan Berantas Penguat Sinyal
| Gabung di PPI Posisi Isran Tetap Aman di Demokrat Posted: 21 Oct 2013 11:00 AM PDT INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat hingga saat ini belum mengambil sikap atas keikutsertaan kadernya Isran Noor dalam organisasi masa (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan, pihaknya memang belum mengambil sikap apapun soal hal itu. Sebab Demokrat masih mempertimbangkan berbagai hal untuk memberikan sanksi kepada Isran Noor. "Yah masalah internal kami kan, kami memiliki beberapa kriteria, kami memiliki beberapa parameter. Parameter itu bukan hanya satu," ujar Syarief di Gedung DPR, Senayan, Senin (21/10/2013). Menurutnya, meski Isran Noor pernah ikut dalam acara peluncuran Ormas PPI, namun Isran Noor masih tetap aman posisinya di Demokrat. "Tidak, tidak, kami punya aturan sendiri. Dan itu tidak mungkin kami buka semua. Istilahnya kalau dapur sampai soal garam dan cabe haruss disebutkan. Musti dibuka semua," ungkapnya.[dit] |
| PPATK Tunggu Lampu Hijau dari KPK Posted: 21 Oct 2013 10:14 AM PDT INILAH.COM, Jakarta - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) hingga saat ini belum menerima permintaan untuk menganalisis rekening dari Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Untuk itu PPATK masih menunggu adanya permintaan tersebut. "Spesial ke dia (Ratu Atut) belum. Kecuali kalau sudah ada tindak pidana baru jalan, kita hormati privasi. Kalau ada indikasi," ujar Kepala PPATK, M Yusuf di Gedung DPR, Senayan, Senin (21/10/2013). Menurutnya, PPATK baru menganalisis pihak-pihak yang telah dijadikan tersangka dalam kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar, yakni adik dari Ratu Atut yaitu Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Akil Mochtar sendiri. "Semua pihak yang terkait dengan kasus AM, ada yang sudah ada yang masih dalam proses analisi," imbuhnya.[dit] |
| Carles Puyol Curhat Masa Sulitnya saat Cedera Posted: 21 Oct 2013 10:10 AM PDT INILAH.COM, Barcelona - Kembali bermain bersama Bercelona bek sekaligus kapten El Barca Carles Puyol mengaku sangat gembira, ia juga mengungkapkan betapa sulitnya saat ia harus menepi untuk waktu lama karena cedera. Pemain 35 tahun itu merumput untuk pertama kalinya sejak Juni lalu saat Barcelona ditahan imbang 0-0 oleh tim gurem Osasuna. Puyol harus masuk ruang operasi sebelum musim ini dimulai untuk mengangkat kista di lutut kanannya. Meski gagal meraih kemenangan di La Liga, Puyol menegaskan kepada semua rekan setimnya untuk kembali fokus ke pertandingan penting saat menjamu tim kuat AC Milan di lanjutan Liga Champions Eropa, Selasa (22/10/2013) waktu setempat. "Beberapa bulan kemarin adalah masa sulit bagi saya," ungkap pemain berambut kribo itu kepada goal. "Saya senang dengan bagaimana saya merasa di lapangan tapi tidak dengan hasil kami (imbang lawan Osasuna). Sekarang kami harus istirahat, memulihkan kondisi dan mulai berpikir tentang AC Milan," ia menambahkan. Saat ini anak asuh Gerardo Martino masih kokoh di puncak klasmen La Liga dengan nilai 25. Di Liga Champions, Blaugrana juga masih jadi yang terkuat dengan memimpin Grup H dengan meraih nilai enam dari dua kemenangan melawan Ajax Amsterdam dan Celtic. |
| Warga Arab Penyelamat Yahudi Tolak Hadiah Israel Posted: 21 Oct 2013 10:02 AM PDT INILAH.COM, Berlin – Selain Oscar Schindler, ternyata ada juga orang Arab yang menjadi pahlawan bagi orang Yahudi, karena menyelamatkan warga Yahudi dari cengkeraman Nazi di masa Perang Dunia II. Daily Mail memberitakan, keluarga Arab ini kemudian menerima penghargaan 'Righteous Among the Nations' dari Yad Vashem, sebuah lembaga berbasis di Israel yang menangangi masalah Holocaust Nazi. Namun, keluarga Arab yang pertama mendapat penghargaan itu menolak menerimanya karena membenci Israel. Schindler dari Arab itu adalah dokter Mohamed Helmy, seorang Muslim asal Mesir. Saat Perang Dunia berlangsung, ia tinggal di Berlin dan menyembunyikan banyak orang Yahudi sehingga terhindar dari pembantaian oleh Nazi. Namun keluarga Helmy menolak menerima penghargaan itu. "Kalau penghargaan untuk Helmy itu diberikan negara lain, kami akan menerimanya dengan senang hati. Tetapi, tidak dari Israel. Saya menghargai Yahudi sebagai agama, dan menghormati orang Yahudi. Islam mengakui Yahudi sebagai agama dari Tuhan," demikian pernyataan keluarga Helmy. Helmy lahir pada tahun 1901 di Khartoum (kini masuk wilayah Sudan, dulu masuk wilayah Mesir). Ayahnya asal Mesir dan ibunya berasal dari Jerman. Ia pergi ke Berlin untuk kuliah kedokteran pada 1922 atau 11 tahun sebelum Nazi berkuasa. Jasa Helmy menyelamatkan warga Yahudi disejajarkan dengan Oscar Schindler, seorang warga Jerman yang juga mata-mata Jerman, yang menyelamatkan nyawa 1.200 warga Yahudi dari pembantaian oleh Nazi Jerman. Schindler menyembunyikan mereka dengan cara mempekerjakan di pabriknya. [tjs] |
| Kontrak Blok Siak Tersisa 3 Hari Lagi Posted: 21 Oct 2013 10:02 AM PDT INILAH.COM, Jakarta - Dirjen Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edy Hermantoro mengaku masih terus melakukan evaluasi terkait berakhirnya kontrak Blok Siak oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). "Masih diolah terus. Kami juga tidak bisa bilang ini sudah di Menteri atau di mana. Yang jelas masih dikaji," ucapnya di Jakarta, Senin (21/10/2013). Terkait adanya pembagian tiga pengelolaan di Blok tersebut, Edy pun enggan menjelaskan lebih lanjut. Secara kontrak proses ini masih akan terus dibahas meski jangka waktu dari kontrak hanya bersisa tiga hari. Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo sebenarnya sudah menjelaskan pemerintah memang belum menentukan nasib kontrak Blok tersebut. Pihaknya masih terus mengevaluasi kontrak. "Kami masih evaluasi. Semuanya dievaluasi," kata Susilo. Sayangnya Susilo enggan membahas lebih jauh mengenai evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah. Yang jelas pihaknya memastikan keputusan pemerintah harus menguntungkan bagi negara dan masyarakat. Terkait mekanisme lelang yang bakal dilakukan pasca pemerintah mengakhiri kontrak, Susilo mengaku baru tahu mengenai hal itu. "Saya justru baru tahu ada mekanisme itu," tuturnya. [hid] |
| Balai Monitoring Kewalahan Berantas Penguat Sinyal Posted: 21 Oct 2013 10:01 AM PDT INILAH.COM, Jakarta - Walaupun merugikan, pemerintah melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Dan Orbit Satelit (BALMON), masih kewalahan memberantas penggunaan penguat sinyal seluler (repeater) ilegal. "Terus terang kami sangat kesulitan, hampir setiap hari ada laporan gangguan sinyal karena repearter ilegal," ungkap Hari Prasetyo, Kepala Balmon Jakarta, Senin (20/10). Ia mencatat, dalam satu hari ada puluhan laporan di tiap titik gangguan sinyal. Sedangkan BALMON hanya sanggup menindak satu hingga dua titik lokasi saja tiap harinya. Hari menjelaskan, keterbatasan ini karena sumber daya yang minim. Pihaknya hanya punya 6 orang staff monitoring dari total 15 orang karyawan Balmon. "Belum lagi masalah macet di Jakarta, jadi untuk menindak satu lokasi butuh waktu seharian," keluhnya. Menurutnya, tren pemakaian repeater ilegal tiap waktu terus meningkat dan mengancam gangguan komunikasi. Karena itu harus ada kerjasama semua pihak mengatasi ini. Ginandjar Alibasja, Acting Chief Technology Officer (CTO) Indosat membenarkan, repeater sangat merugikan operator. Namun, gangguan ini pada akhirnya bisa meluas merugikan masyarakat. "Banyak blankspot di berbagai area, karena fungsi BTS tidak optimal akibat repeater ini," ungkapnya. Padahal, mengacu UU Telekomunikasi, hanya operator yang memiliki izin yang diperbolehkan menggunakan perangkat pemancar yang beroperasi pada pita frekuensi milik sendiri. "Jadi tidak bisa sembarang orang memakai," lanjut Ginandjar.. Repeater ini berbentuk sebuah decoder, memiliki pemancar dan dipasang di berbagai sudut ruang. Repeater bisa dengan mudah dibeli masyarakat melalui beberapa kanal importir elekronik. Banyaknya repeater ilegal juga merugikan masyarakat karena kualitas layanan telekomunikasi menurun. "Repeater itu bisa menurunkan kualitas layanan seluler," tegas Nonot Harsono, Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pernah menemukan 42 titik lokasi pelanggaran yang tersebar di Jakarta, Tangerang dan Bogor, Medan, Batam, Banten, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. [ikh] |
| You are subscribed to email updates from Inilah.com - Terkini To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Posting Komentar