Inilah.com - Terkini

0 komentar

Inilah.com - Terkini


Inikah Klub Baru Valdes Musim Depan?

Posted: 13 Oct 2013 11:03 AM PDT

INILAH.COM, Barcelona - Musim depan, Victor Valdes dipastikan meninggalkan Barcelona. Hingga kini ia belum menentukan akan melanjutkan kariernya di klub apa. Namun, ada kemungkinan bergabung dengan AS Monaco.

Kontrak Valdes akan berakhir tahun 2014 mendatang. Namun, kiper asal Spanyol itu menegaskan tak ingin memperpanjang masa baktinya. Ia beralasan ingin mencari tantangan baru di negara lain.

Salah satu negara yang membuatnya kepincut adalah Prancis. Valdes pun mengaku tertarik bermain bersama AS Monaco. Andai benar, maka kiper berusia 31 tahun itu akan bertemu dengan mantan rekannya di Barcelona, Eric Abidal.

"Saya sangat tertarik bermain di Ligue 1 bersama Monaco atau klub lainnya. Ini adalah salah satu pilihan saya selanjutnya. Masa depan saya ada di tangan agen, tapi Monaco salah satu pilihan bagus," ujar Valdes, kepada Telefoot.

Abidal menyambut positif andai Valdes benar-benar bergabung ke Monaco dan kembali bahu-membahu seperti saat masih di Barcelona.

"Saya tahu Abidal sangat bahagia di Monaco dan saya adalah teman baiknya. Saya menganggap Abidal sebagai kakak. Bisa bermain bersama lagi dengannya akan sangat menyenangkan," Valdes menandaskan.

Bersama Barcelona, Valdes sudah tampil lebih dari 500 kali. Kiper asli didikan Blaugrana itu mampu meraih enam trofi La Liga dan tiga trofi Liga Champions.

Sumber: Sky Sports

Kepala BNP2TKI: Polisi Malaysia Bermental Pengecut

Posted: 13 Oct 2013 11:02 AM PDT

INILAH.COM, Jakarta - Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat menilai polisi Malaysia memiliki mental pengecut terkait aksi penembakan terhadap empat orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga sebagai pelaku perampokan pada Jumat (11/10/2013) lalu.

Karena itu dirinya mengecam keras aksi tindakan barbar polisi yang telah menewaskan empat WNI tersebut. "Apa tidak ada cara lain yang lebih manusiawi untuk melumpuhkan empat WNI yang diduga melakukan perampokan. Sepertinya polisi Malaysia itu bermental pengecut karena sedikit-sedikit menembak. Melumpuhkan kan, tidak harus membunuh," kata Jumhur, Minggu (13/10/2013).

Menurutnya tindakan polisi Malaysia telah melebihi batas perikemanusiaan yang semestinya mengayomi dan melindungi tanpa harus melumpuhkan dengan cara menembak mati kepada orang yang salah sekalipun.

Berdasarkan laporan yang diterima KBRI Kuala Lumpur menyebutkan bahwa polisi Malaysia menembak mati empat pelaku kriminal pada Jumat (11/10/2013) lalu yang didga sebagai pelaku perampokan. Polisi melakukan penyerbuan di rumah yang diduga sebagai tempat persembuyian kawanan perampok tersebut di Blok B-15-7, Ampang Hilir Pinggiran, Jalan Ampang Putra, Kuala Lumpur.

Pada saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu senjata revolver dan empat paspor (satu di tubuh korban dan tiga di lemari) atas nama, yaitu Hafat (44 tahun) kelahiran 8 Juni 1969 nomor Paspor A0649848, Iknoriansyah (25 tahun) kelahiran 7 Mei 1988 nomor paspor U450798, Hery Setiawan (32 tahun) kelahiran 25 November 1980 nomor paspor A4208167, dan Wahyudi (27 tahun) kelahiran 2 Desember 1985 nomor Paspor A2640273.

Diketahui, keempat WNI itu bukan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), karena polisi tidak mengetahui jenis pekerjaan mereka. Dan hingga saat ini polisi masih lakukan penyelidikan, termasuk memastikan identitas empat jenazah tersebut.

Sedangkan mengenai info paspor empat korban meninggal berasal dari Batam yang saat ini masih dikonfirmasi identitasnya pada petugas di Imigrasi Batam.

Bungkam Del Potro, Djokovic Pertahankan Gelar

Posted: 13 Oct 2013 10:59 AM PDT

INILAH.COM, Shanghai - Novak Djokovic berhasil mempertahankan gelarnya di turnamen Shanghai Masters usai mengalahkan Juan Martin del Potro di partai puncak.

Djokovic berhasil menyudahi perlawanan Del Potro dengan skor 6-1 dan 6-3 dalam laga yang berlangsung selama dua jam lebih tersebut. Ini adalah gelar ATP kelima petenis Serbia tersebut di tahun 2013.

Sebelumnya, Djokovic baru saja merebut gelar juara di Cina Terbuka setelah mengalahkan Rafael Nadal di final.

"Saya mendapat pengalaman menyenangkan lagi di Shanghai berkat penampilan luar biasa kedua petenis di final," ujarnya, kepada BBC.

"Saya rasa final ini sangat bagus. Saya senang menjadi pihak yang menang karena laga berjalan ketat dan seru," ia menandaskan.

Benitez: Napoli Mirip Liverpool

Posted: 13 Oct 2013 10:45 AM PDT

INILAH.COM, Naples - Pelatih Rafael Benitez angkat bicara mengenai kekalahan timnya, Napoli, dari Arsenal di Liga Champions. Serta, kesamaan antara Napoli dengan Liverpool.

Tim asal Kota Naples itu tak bertekuk lutut kala bertandang ke markas Arsenal, Emirates Stadium, pada laga kedua Grup F Liga Champions 1 Oktober.

Napoli kalah dua gol tanpa balas melalui aksi Mesut Ozil dan Olivier Giroud. Ini menandai kekalahan pertama Partenopei di musim ini.

"Arsenal adalah tim kuat dengan kecepatan. Mereka sehebat apa yang pernah saya katakan sebelumnya. Mereka menunjukkannya lewat kemenangan 2-0 melawan kami," ungkap Benitez dilansir The Independent.

"Kami terus berkembang sebagai tim. Kami belajar bagaimana cara menghadapi tim dengan kualitas dan kecepatan seperti Arsenal. Sangat menyenangkan melihat bagaimana kami bisa bangkit dari kekalahan itu," ia menyambung.

Besarnya dukungan yang diberikan publik Kota Naples membuat pelatih asal Spanyol itu teringat ketika pertama kali tampil sebagai juru taktik Liverpool.

"Ada banyak kesamaan antara Liverpool dan Naples terkait kecintaan mereka terhadap sepak bola. Kini, keduanya adalah kota yang klub lokalnya terus menanjak di Liga mereka," ia memungkasi.

Bersama Benitez, Napoli tampil luar biasa di ajang Seri A musim ini. I Azzurri duduk di posisi kedua klasemen dengan 19 poin dan belum terkalahkan.

MUI Lebak Minta RUU Politik Dinasti di Pilkada

Posted: 13 Oct 2013 10:07 AM PDT

INILAH.COM, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak meminta pemerintah mengeluarkan Rancangan Undang-Undang (RUU) pembatasan politik dinasti dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Pasalnya hal itu sangat rawan terjadinya praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

"Kami mendesak RUU politik dinasti segera dikeluarkan untuk mencegah praktik korupsi," ujar KH Baijuri, Ketua MUI Bidang Fatwa Kabupaten Lebak, Minggu (13/10/2013).

Menurutnya pemerintah dan DPR harus segera membatasi politik kekeluargaan di setiap daerah. Pasalnya banyak terjadi kasus-kasus kepala daerah di tanah air seperti halnya penyelewengan APBD sejumlah jabatan strategis yang mencakup keluarga, kerabat dan kolega.

"Jabatan kepala daerah cukup dua periode saja dan keluarganya tidak boleh maju pada pilkada," tandasnya. [ANT]

Ekonomi Asia Terlena Aliran Modal Asing

Posted: 13 Oct 2013 10:07 AM PDT

INILAH.COM, Tokyo - Ekonomi Asia telah terlena dengan aliran modal asing sehingga fundamentalnya tetap rapuh. Dampaknya pertumbuhan ekonomi kian lamban dan risiko mengalami peningkatan.

"Secara keseluruhan Asia menjadi kecanduan aliran modal asing dan ini telah melemahkan fundamental ekonomi," kata Rob Subbaraman mantan kepala ekonomi untuk Asia di Nomura Jepang seperti mengutip cnbc.com, Minggu (13/10/2013).

Saat ini di asia terjadi peningkatan kredit sektor swasta, meningkatnya pasar properti, namun terjadi perlambatan pertumbuhan produktivitas dan menurunnya surplus neraca berjalan. Hal ini seperti dialami India, Indonesia dan Hong Kong. Dampak Quantitative Easing (QE) dari The Fed telah mengurangi disiplin pasar untuk melakukan reformasi struktural.

Ancaman lain adalah dari kebijakan China terbaru dengan menerapkan kebijakan moneter ketat dan mengurangi ekspor. Hal ini berpotensi memicu pertumbuhan ekonomi akan di bawah 7 persen pada tahun 2014 mendatang.

Pemulihan ekonomi saat ini memunculkan pertumbuhan ekonomi dengan kualitas rendah. Hal ini terpengaruh dengan aliran modal asing dalam indusri berat, investasi di sektor properti dan infrastruktur.

Nomura melihat akumulasi kredit pembiayaan untuk kendaraan di China sejak 2009 menimbulkan risiko terhadap perekonomian. Aliran modal asing berpotensi merusak ekonomi Asia dalam waktu dekat.

Sementara HSBC dalam sebuah catatannya menilai stimulus moneter dari Bank of Japan juga telah menyebar ke pasar keuangan di kawasan Asia. Bank-bank Jepang terus meningkatkan eksposur mereka ke Asia Tenggara.

Tercatat pinjaman ke Asia Tenggara sebagian besar merupakan aset bank Jepang. Saat ini di Jepang sendiri dan di luar negeri telah mencapai 1,6 persen. Meskipun masih di bawah level tertinggi 2,3 persen pada tahun 1994.

Pada saat itu, eksposur mereka di Asia Tenggaran mencapai US$66 miliar atau 4 persen dari PDB di kawasan tersebut.



Posting Komentar